Medan Langganan Banjir, DPRD Di Minta Gunakan Hak Interpelasi, Ada Triliunan Proyek Pengendalian Banjir di Kota Medan

- Jurnalis

Senin, 13 Oktober 2025 - 06:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MajalahCeo.Id  Medan – Ada delapan proyek besar senilai total triliunan rupiah yang dinilai atau terbilang gagal fungsi sebagai kendali dan penanganan banjir di Kota Medan sekitarnya selama ini,

Ke-7 proyek itu adalah (1). Proyek Medan Urban Development Project (MUDP) oleh Pemko Medan dan ADB berupa pemasangan riol-riol raksasa berdiameter 5 meter yang dikerjakan pada 1982-1983 di masa Wali Kota Bachtiar Djafar senilai Rp 141 miliar (ketika itu).

(2) Proyek Medan Metro Urban Development (MMUDP)-I dan II pada 1991-1992 sebagai lanjutan MUDP (juga oleh Pemko Medean) yang juga tak jelas hingga kini lokasi terowongan maupun jarak-panjangnya walau sempat dipamerkan alat semacam mobil-forklift penyapu arus dalam terowongan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

(3), Proyek kanalisasi Medan Floodway Control (MFC) oleh PUPR-BWSS-II pada 2003-2004 senilai Rp123 miliar mulai jalur Marindal hingga Sungaipercut.

(4). Proyek keruk muara Sungai Belawan untuk kendali banjir rob, oleh BWSS-II dan PT ‘RKI’ sejak 2006.

(5). Proyek Medan Sanitation Health Project (MSHP) pada 2014-2016 untuk kendali limbah dan banjir senilai Rp180 miliar (dana ADB) oleh kontraktor BUMN.

(6). Proyek normalisasi sungai di sejumlah titik Kota Medan oleh PUPR-BWSS-II seperti Sungaideli, Sungai Babura, Sungai Badera dan sekitarnya, sejak 2009.

(7). Proyek Optimalisasi Jaringan Pengendalian Air Limbah (OJPAL) senilai Rp115 miliar oleh PUPR-BPPW dan kontraktor BUMN pada 2018-2019.

9.Pembangunan 3 (toga) Kolam Retensi di USU, Selayang dan Martubung

“Secara fisik, mayoritas dari semua (delapan) proyek kendali banjir itu memang terlaksana, Tapi secara fungsi dan target, hampir semua sarana proyek-proyek besar itu tampak gagal dalam penanganan banjir di Kota Medan dari tahun ke tahun. Faktor cuaca ekstrim dan intenistas hujan masih terus jadi kambing hitam penyebab banjir berulang itu. Ironisnya, area di sepanjang kanal pun masih ikut tergenang dengan alasan arus Sungai Deli dan Sungai Babura meluap merambah area inti kota. Logika fungsi, untuk apa proyek dengan total biaya triliunan rupiah itu dikerjakan kalau banjir masih terus melanda,” ungkap Rahmad Aktifis yang tergabung dalam Mimbar Rakyat Anti Korupsi Sumatera Utara (MARAK Sumut), Senin (13/10/2025)

Baca Juga :  Polres Tanjung Balai Hadiri Syukuran HUT Lalu Lintas ke 70 di Polda Sumut

Lanjut Rahmad menegaskan jumlah proyek yang gagal mengendalikan banjir rutin di Kota Medan atau tingkat Sumut itu malah terbilang lebih (dari tujuh item) bila dihitung dengan Proyek Bendungan Bajayu di Tebingtinggi yang dibangun pada 2004 tapi dinilai tak mampu menampung dan menyalurkan arus luapan hujan dan sungai sekitar sehingga menggenangi Kota Tebingtinggi sekitarnya yang masih terus melanda dan menggenangi Kota Tebingtinggi dan Seirampah dan sejumlah kawasan kota lainnya.

Demikian juga dengan proyek pembanguan bendung atau Dam Lausimeme di Sibiru-biru Deliserdang oleh PUPR-BWSS-II senilai Rp1,2 triliun, yang hingga kini tersendat dengan alasan refocusing anggaran (APBN) oleh pemerintah pusat. Progres proyek yang semula diprediksian selesai akhir 2021 ini juga masih simpang siur.

Selain itu, ada proyek biopori kota yang sudah dimulai di masa Wali Kota Rahudman Harahap, dengan contoh objek yang dicoba di lokasi Lapangan Merdeka, kompleks KIM Mabar dan di SMU St Thomas Jalan S Parman Medan. Hanya saja, program yang digagasi DPD IAGI Sumut bekerjasama dengan Alumni St Thomas itu (2011) belum sempat masuk APBD walau sudah secara lisan sudah direspon Rahudman di hadapan publik di tribun Lapangan Merdeka, disaksikan Kadis PU Sumut ketika itu, Ir Marapinta Harahap.

“Ada delapan proyek besar senilai total triliunan rupiah yang dinilai atau terbilang gagal fungsi sebagai kendali dan penanganan banjir di Kota Medan sekitarnya selama ini, kita minta DPRD Gunakan Interpelasi agar Kota Medan tidak menjadi langganan banjir,” pungkasnya.**

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel majalahceo.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Refleksi May Day 2026, Di Kota Medan, Buruh Sudah Kerja Keras Tapi Masih Tetap Miskin
Gebrakan Nyata Camat Tebo Ilir Bangun WC Umum di TPU Sayang Tebuang Kelurahan Sungai Bengkal
Lemahnya Pengawasan Dan Penindakan, THM di Kota Medan Banyak Tak Punya Izin Menjual Minol
Pemko Tanjungbalai Launching Bantuan Pangan Februari-Maret 2026 di Kelurahan Sijambi. 
Wali Kota Mahyaruddin Salim Terima Audiensi BPJS Ketenagakerjaan Cabang Kisaran, Perkuat Sinergitas Jaminan Sosial Tenaga Kerja dan Peningkatan UCJ
Jelang May Day 2026, AMPIBI Datangi Kadisnaker Medan Minta Bentuk Satgas Perlindungan Buruh, Dewan K3 Dan Call Centre
Wakil Wali Kota Tanjungbalai Hadiri Silaturahmi Syawal 1447 H dan Rembug Pembangunan Daerah Bersama Tokoh ASLAB 
Pemko Tanjungbalai Percepat Penyelarasan Program 3 Juta Rumah untuk MBR. 
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 09:43 WIB

Refleksi May Day 2026, Di Kota Medan, Buruh Sudah Kerja Keras Tapi Masih Tetap Miskin

Kamis, 16 April 2026 - 09:30 WIB

Gebrakan Nyata Camat Tebo Ilir Bangun WC Umum di TPU Sayang Tebuang Kelurahan Sungai Bengkal

Rabu, 15 April 2026 - 13:41 WIB

Lemahnya Pengawasan Dan Penindakan, THM di Kota Medan Banyak Tak Punya Izin Menjual Minol

Rabu, 15 April 2026 - 10:25 WIB

Wali Kota Mahyaruddin Salim Terima Audiensi BPJS Ketenagakerjaan Cabang Kisaran, Perkuat Sinergitas Jaminan Sosial Tenaga Kerja dan Peningkatan UCJ

Rabu, 15 April 2026 - 07:01 WIB

Jelang May Day 2026, AMPIBI Datangi Kadisnaker Medan Minta Bentuk Satgas Perlindungan Buruh, Dewan K3 Dan Call Centre

Berita Terbaru