Warga Desa Sihapas Juga Warga Desa Lumut Nauli,Mengharapkan Perhatian Pemerintah Tapteng Membangun Kembali Jembatan yang Ambruk Akibat Terjangan Banjir

- Jurnalis

Selasa, 24 Maret 2026 - 13:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MajalahCeo.id I Tapteng (Sumut) – Kecamatan Sukan Bangun — Kepala Desa Lumut Nauli Seti Ndaha menghadiri kunjungan warga juga beberapa media yang turun kelokasi, berikan keterangan terkait jembatan yang putus akibat pasca bencana.Seti Ndaha mengatakan bahwa laporan jembatan yang sudah putus ini .Sudah dilaporkan kepala desa sihapas ketingkat pemerintahan kabupaten tapanuli tengah.

Kini Penderitaan masyarakat Desa Sihapas, Kecamatan Suka Bangun, Kabupaten Tapanuli Tengah, dan Desa Lumut Nauli kian memuncak penderitaan warga,akibat lambannya penanganan jembatan yang putus akibat pasca bencana selasa 25 november 2025 lalu hingga kini tak kunjung diperbaiki oleh pemerintah.Selasa 24 Maret 2026.

Jembatan yang seharusnya menjadi akses vital masyarakat justru dibiarkan terbengkalai, seolah tidak menjadi prioritas, meski dampaknya telah melumpuhkan kehidupan warga secara menyeluruh dari dua desa.

Putusnya jembatan tersebut bukan hanya memutus akses jalan masyarakat, tetapi juga memutus urat nadi perekonomian masyarakat yang bergantung pada hasil bumi dan perkebunan sawit mereka.

Akibatnya, warga kini kesulitan mengangkut hasil kebun mereka,kini 70 % warga mempunyai kebun kelapa sawit hingga mengalami kerugian besar, bahkan terancam kehilangan sumber penghasilan utama mereka.

Ketua DPD Desa Sihapas, Dey Marianus Gulo, dengan tegas menyatakan bahwa kondisi ini merupakan bentuk nyata kelalaian pemerintah dalam menjalankan tanggung jawabnya terhadap rakyat.

Ia menilai, hingga saat ini belum terlihat langkah konkret dari. Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah maupun Pemerintah Provinsi Sumatera Utara untuk menyelesaikan persoalan tersebut.
Warga Desa Sihapas, Damianus Waruwu, menyebut kondisi ini sudah tidak manusiawi karena masyarakat dipaksa bertahan dalam keterbatasan tanpa kepastian dan solusi.

Menurutnya, pemerintah terkesan tutup mata terhadap penderitaan masyarakat kecil yang sangat bergantung pada akses tersebut.
Sementara itu, Yaaro Ndaha menilai lambannya respons pemerintah sebagai bentuk ketidakpedulian yang nyata terhadap keselamatan dan kehidupan masyarakat.

BACA SELENGKAPNYA:  Sejumlah Sumber Air PDAM Mual Nauli Rusak, Akibat Curah Hujan Tinggi

Dalam kondisi terdesak, dua kepala desa setempat terpaksa membangun jembatan darurat menggunakan batang pohon kelapa demi menjaga roda ekonomi tetap berjalan.

Namun ironisnya, jembatan darurat tersebut sangat tidak layak, licin, rapuh, dan setiap saat bisa memakan korban jiwa.

Warga menyebut, mereka dipaksa memilih antara tidak makan atau mempertaruhkan nyawa saat melintas demi mengeluarkan hasil kebun mereka.

Situasi ini dinilai sebagai kondisi darurat yang seharusnya ditangani secara cepat, bukan dibiarkan berlarut-larut tanpa kepastian.

Masyarakat mendesak Bupati Tapanuli Tengah dan Gubernur Sumatera Utara untuk segera turun langsung ke lokasi, bukan sekadar memberi janji tanpa realisasi.

Jika dalam waktu dekat tidak ada tindakan nyata, warga menyatakan siap turun ke jalan dan melakukan aksi besar sebagai bentuk perlawanan terhadap ketidakadilan yang mereka rasakan mulai dari pasca bencana 25 november 2025 lalu.

Warga menegaskan, jika pemerintah terus abai, maka kepercayaan masyarakat akan runtuh, dan ini menjadi bukti bahwa rakyat kecil masih belum menjadi prioritas dalam pembangunan.*RL*

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel majalahceo.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Juga

Polresta Bandung Hadir Untuk Masyarakat Melalui Jumat Berkah, Ratusan Warga Ikuti Makan Gratis dan Cek Kesehatan
Polsek Cikalong Wetan Laksanakan Pengamanan Ibadah Kenaikan Isa Al-Masih di Gereja Shalom Penta Kosta 
Korban Berharap Polisi Segera Ungkap Pembobolan Salah Satu Rumah Kediaman Wartawan
Ratusan Korban Terdampak Banjir Desa Aek Horsik
BPBD, Basarnas, TNI, Polri, dan Masyarakat Berhasil Evakuasi Korban Hanyut
Warga Sibabangun Lingkungan Dua Keluhkan Kerusakan Bendungan akibat Banjiir Bandang
Masyarakat Butuh Perhatian Pemerintah, Jembatan Penghubung Antar Dua  Desa Sangat Dibutuhkan Masyarakat Sehari-harinya
DPC LSM Elang Mas Tapteng Tanggapi Keluhan Warga Desa Rawa Makmur Terkait Bantuan Jadup
Berita ini 3 kali dibaca

Baca Juga

Jumat, 15 Mei 2026 - 21:43 WIB

Polresta Bandung Hadir Untuk Masyarakat Melalui Jumat Berkah, Ratusan Warga Ikuti Makan Gratis dan Cek Kesehatan

Kamis, 14 Mei 2026 - 19:58 WIB

Polsek Cikalong Wetan Laksanakan Pengamanan Ibadah Kenaikan Isa Al-Masih di Gereja Shalom Penta Kosta 

Jumat, 8 Mei 2026 - 20:02 WIB

Korban Berharap Polisi Segera Ungkap Pembobolan Salah Satu Rumah Kediaman Wartawan

Selasa, 28 April 2026 - 15:14 WIB

Ratusan Korban Terdampak Banjir Desa Aek Horsik

Sabtu, 25 April 2026 - 14:39 WIB

BPBD, Basarnas, TNI, Polri, dan Masyarakat Berhasil Evakuasi Korban Hanyut

Tajuk Populer