Dampak Dari Pemadamam Listrik Sumatera Oleh PLN, 4 Orang Tewas Diduga Keracunan Asap Genset

- Jurnalis

Minggu, 24 Mei 2026 - 12:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Illustrasi, Tewas karena keracunan asap Genset (Dok-Foto)

Illustrasi, Tewas karena keracunan asap Genset (Dok-Foto)

Majalahceo.id l Medan – Peristiwa warga meninggal dunia karena diduga keracunan asap genset terjadi saat mati lampu di Sumatera. Dikutip dari kompas.com, Sedikitnya tujuh warga menjadi korban dalam dua insiden berbeda di Provinsi Sumatera Utara dan Sumatera Barat.

Dari total korban tersebut, empat orang dilaporkan meninggal dunia, sedangkan tiga lainnya menjalani perawatan medis di rumah sakit.

Dua Karyawan di Batu Bara Tewas Diduga Hirup Asap Genset 4 Pegawai Toko Ditemukan Tak Sadarkan Diri, 2 Tewas Insiden pertama terjadi di Kelurahan Indrapura, Kecamatan Air Putih, Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara, Sabtu (23/5/2026) pagi.

Empat pegawai toko aksesoris ponsel ditemukan dalam kondisi tak berdaya di dalam kamar tempat mereka beristirahat.

Kejadian bermula ketika pemilik toko mencoba menghubungi para pegawainya, tetapi panggilan telepon tidak mendapat respons. Karena khawatir, pemilik toko meminta pengawas untuk mengecek kondisi mereka. Powered by VidCrunch Saat pintu kamar didobrak bersama warga, para korban ditemukan tergeletak di dalam ruangan.

“Pengawas toko dibantu warga mendobrak pintu dan menemukan para korban sudah tergeletak di dalam kamar,” kata Kapolsek Air Putih, AKP Rahmat R Hutagaol, dikutip dari TribunMedan.

Para korban kemudian dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Namun dua orang bernama Adila dan Rahma dinyatakan meninggal dunia. Sementara dua korban lainnya, yakni Dwi dan Riana, masih menjalani perawatan intensif.

“Dari laporan diterima, dua meninggal dunia dan dua lainnya menjalani perawatan,” ujar AKP Rahmat. Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap penyebab pasti kejadian tersebut.

Komunikasi terakhir dengan para korban diketahui terjadi pada Jumat (22/5/2026) malam. “Kami saat ini masih menyelidiki penyebab tewasnya korban, dugaan sementara keracunan asap mesin genset,” pungkasnya.

BACA SELENGKAPNYA:  Di Duga Maraknya Pelanggaran Regulasi Di RS Madani, Komisi 4 Dan Komisi 2 DPRD Medan Di Minta Sidak

3 Pelajar Tergeletak di Masjid, 2 Tewas Kejadian serupa juga terjadi di Masjid Nurul Huda, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat

Tiga pelajar ditemukan tak sadarkan diri pada Jumat (22/5/2026) malam ketika wilayah tersebut mengalami mati listrik.

Wali Nagari Pandai Sikek, Mas’ap W. Dt. Bandaro, menjelaskan ketiga korban awalnya pergi ke masjid untuk mengisi daya telepon seluler karena tersedia genset.

Setelah itu, mereka tertidur di lokasi hingga keesokan harinya. Kecurigaan muncul ketika pengurus masjid berusaha membangunkan para korban, tetapi tidak mendapat respons.

Orang tua salah satu korban yang datang mencari anaknya kemudian ikut memeriksa kondisi mereka. “Setelah dicek, kondisinya kritis, langsung dibawa ke RS Ibnu Sina (Yarsi) Padang Panjang,” ujar Mas’ap dilansir dari TribunPadang.com

“Di sana, dua orang korban dinyatakan meninggal dunia atas nama Haikal Arya Kamil (15) dan Gibran Arrasyid (15), sedangkan yang masih selamat Burhanuddin Hakim,” sebutnya.

Mas’ap mengatakan korban yang selamat kini sudah mulai sadar, tetapi masih menjalani penanganan intensif.

“Dokter menyebut masih banyak racun di tubuh korban akibat terhirup gas monoksida dari genset. Hakim ini juga mau dipindahkan ke ruangan ICU sebelum saya pulang ke rumah,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Follow WhatsApp Channel majalahceo.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Juga

Wakil Bupati Tapanuli Tengah Lantik Dewan Hakim MTQ ke-51 Tahun 2026
Pemerhati Lingkungan Hidup: Illegal Logging Dalam Kota Medan Dan Ancaman Asap Genset Dampak Pemadaman Listrik Oleh PLN
Emak-emak Di Medan “Menjerit” PLN Matikan Lampu Berjam-jam, Copot Dirut PLN
Tinjau Perbatasan Pasaribu Tobing, Bupati Tapteng : Pemprov Sumut Gelontorkan 9 Miliar Pembangunan Jalan Batas Tapteng-Taput
AMPIBI Sebut Pengusaha “Arogan” Tak Ramah Lingkungan, Paska Di Demo AMPIBI, Komisi III DPRD Medan Gelar Kunjungan Lapangan Ke Sun Plaza
Wujud Kepedulian Pascabencana, BAZNAS Kota Tangerang Salurkan Bantuan Kamar Wudhu Rp149 Juta untuk Masjid Al Huda Hutanabolon
Bupati Tapteng Ikuti Koordinasi Satgas PRR Pascabencana Bersama Mendagri
Pasca Di Demo AMPIBI, Hotel Santika Medan Salurkan CSR Ke Masjid India Muslim
Berita ini 10 kali dibaca

Baca Juga

Minggu, 24 Mei 2026 - 19:26 WIB

Wakil Bupati Tapanuli Tengah Lantik Dewan Hakim MTQ ke-51 Tahun 2026

Minggu, 24 Mei 2026 - 16:29 WIB

Pemerhati Lingkungan Hidup: Illegal Logging Dalam Kota Medan Dan Ancaman Asap Genset Dampak Pemadaman Listrik Oleh PLN

Sabtu, 23 Mei 2026 - 11:43 WIB

Emak-emak Di Medan “Menjerit” PLN Matikan Lampu Berjam-jam, Copot Dirut PLN

Sabtu, 23 Mei 2026 - 09:47 WIB

Tinjau Perbatasan Pasaribu Tobing, Bupati Tapteng : Pemprov Sumut Gelontorkan 9 Miliar Pembangunan Jalan Batas Tapteng-Taput

Jumat, 22 Mei 2026 - 20:51 WIB

AMPIBI Sebut Pengusaha “Arogan” Tak Ramah Lingkungan, Paska Di Demo AMPIBI, Komisi III DPRD Medan Gelar Kunjungan Lapangan Ke Sun Plaza

Tajuk Populer

Mahmud Efendi, pada Minggu 24 Mei 2026, secara resmi melantik Dewan Hakim/Juri Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) ke-51 Tingkat Kabupaten Tapanuli Tengah Tahun 2026 (Dok-Poto)

Pemerintahan

Wakil Bupati Tapanuli Tengah Lantik Dewan Hakim MTQ ke-51 Tahun 2026

Minggu, 24 Mei 2026 - 19:26 WIB