Majalahceo.id l Medan – Pemadaman listrik massal (blackout) yang melanda Pulau Sumatera—termasuk wilayah Medan dan sekitarnya—dipicu oleh gangguan pada sistem transmisi tegangan tinggi 275 kV.
Fenomena ini sangat rentan dimanfaatkan oleh “mafia” solar bersubsidi untuk meraup keuntungan ilegal.
Pemadaman listrik memicu lonjakan permintaan genset yang sering dimanfaatkan mafia solar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Indikasi Aktivitas Penyalahgunaan BBM Solar Bersubsidi, mereka menimbun dan menjual BBM subsidi secara ilegal dengan harga industri, atau memodifikasi tangki kendaraan untuk memborong solar di SPBU demi meraup keuntungan besar saat pasokan energi terganggu.
Praktik mafia solar di tengah pemadaman listrik memanfaatkan situasi darurat melalui sejumlah modus operandi:
Penimbunan untuk Spekulasi: Pelaku menimbun BBM bersubsidi secara ilegal dan menahannya. Saat listrik padam masif (blackout) terjadi, mereka menjual solar tersebut dengan harga yang melambung tinggi kepada pelaku usaha atau penyedia genset.
Modifikasi Kendaraan: Menggunakan mobil dengan tangki modifikasi atau truk di yang dilengkapi pompa penyedot (skimming) untuk bolak-balik membeli solar di berbagai SPBU (sistem ngangsu), melanggar kuota harian yang ditetapkan.
Kolusi dengan Oknum: Adanya kerja sama antara oknum penimbun dan operator SPBU untuk melayani pembelian dalam jumlah besar secara tidak sah, melewati batas wajar konsumen biasa.
Indikasi Aktivitas Penyalahgunaan BBM Solar Bersubsidi
Berikut adalah kaitan dan dinamika penyalahgunaan solar bersubsidi di tengah krisis pemadaman listrik:
1. Lonjakan Permintaan Genset KomersialSaat pemadaman bergilir atau blackout terjadi, ketergantungan masyarakat, pelaku UMKM, dan industri kecil terhadap genset (generator set) berbahan bakar solar meningkat drastis.
Tingginya permintaan ini memicu kelangkaan dan lonjakan harga di pasaran, yang sering kali memotivasi oknum penimbun untuk menjual solar subsidi dengan harga industri demi keuntungan berlipat.
2. Modus Operandi PenyelewenganPara mafia solar bersubsidi di Sumatera kerap melakukan berbagai modus di SPBU, di antaranya:”Kencing” Solar: Memodifikasi tangki truk (tangki modifikasi/siluman) agar dapat menampung BBM subsidi dalam jumlah besar.
Pelangsir Berulang: Menggunakan kendaraan dengan nomor polisi ganda atau mempekerjakan beberapa kendaraan untuk mengisi solar subsidi secara berulang di banyak SPBU dalam satu hari.
Penyalahgunaan Barcode: Memanfaatkan banyak QR Code MyPertamina secara ilegal untuk menimbun BBM.















