Majalah CEO | SUKABUMI – Audiensi antara jajaran Media Independen Online (MIO) Indonesia Kabupaten Sukabumi dengan Dinas Perikanan Kabupaten Sukabumi berlangsung tanpa dihadiri langsung oleh Kepala Dinas. Kondisi tersebut menjadi perhatian para peserta audiensi karena dinilai mengurangi makna pertemuan yang bertujuan membangun komunikasi dan sinergi.
Ketidakhadiran Kepala Dinas Perikanan diketahui telah disertai pemberitahuan sebelumnya. Meski demikian, sejumlah perwakilan MIO menilai kehadiran pimpinan organisasi perangkat daerah tetap memiliki arti penting, terutama dalam pembahasan berbagai isu strategis yang berkaitan dengan kemitraan serta keterbukaan informasi kepada publik.
Ketua MIO Indonesia Kabupaten Sukabumi menyampaikan bahwa audiensi tetap berjalan sesuai agenda bersama jajaran pejabat dan staf Dinas Perikanan. Namun, ia mengibaratkan pertemuan tanpa kehadiran kepala dinas “seperti sayur tanpa garam”, karena keputusan maupun arah kebijakan dinilai akan lebih efektif apabila disampaikan langsung oleh pimpinan instansi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, audiensi bukan sekadar agenda silaturahmi, melainkan menjadi ruang membangun komunikasi yang lebih kuat antara pemerintah daerah dengan insan pers. Kehadiran pimpinan dinilai dapat memperkuat komitmen dalam menciptakan hubungan yang terbuka, profesional, dan saling mendukung.
Meski demikian, MIO tetap mengapresiasi jajaran Dinas Perikanan yang menerima audiensi dan membuka ruang dialog. Organisasi tersebut berharap komunikasi yang telah terjalin dapat terus ditingkatkan melalui pertemuan lanjutan yang melibatkan Kepala Dinas secara langsung sehingga berbagai aspirasi dan masukan dapat dibahas lebih komprehensif.
Audiensi tersebut diharapkan menjadi langkah awal mempererat kolaborasi antara pemerintah daerah dan media dalam mendukung penyebarluasan informasi pembangunan di sektor perikanan, sekaligus meningkatkan pelayanan informasi kepada masyarakat Kabupaten Sukabumi.Apabila diinginkan, saya juga dapat membuat versi yang lebih tajam, kritis, dan bergaya investigatif namun tetap berpegang pada kaidah jurnalistik serta menghindari unsur pencemaran nama baik.**

















