MAJALAH CEO | SUKABUMI – Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaky, mengajak seluruh jajaran Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) beserta organisasi kepemudaan yang tergabung dalam OKP untuk mempererat kebersamaan dan meningkatkan kontribusi nyata dalam pembangunan daerah.
Ajakan tersebut disampaikan saat menghadiri peringatan Hari Lahir (Harlah) KNPI. Menurut Ayep, kemajuan Kota Sukabumi tidak dapat dicapai hanya oleh pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif berbagai elemen masyarakat, terutama kalangan pemuda.
Dalam sambutannya, Ayep menekankan pentingnya menjaga soliditas organisasi kepemudaan agar mampu menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan berbagai program pembangunan yang bermanfaat bagi masyarakat.
“KNPI harus menjadi wadah yang mempersatukan pemuda. Dengan semangat kebersamaan, kita bisa bergerak bersama membangun Kota Sukabumi yang lebih baik,” ungkapnya.
Selain membahas peran pemuda, Ayep juga menyoroti upaya Pemerintah Kota Sukabumi dalam memperkuat kapasitas keuangan daerah melalui peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Menurutnya, kemandirian fiskal menjadi kunci untuk mempercepat pembangunan dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Ia menjelaskan bahwa berbagai program prioritas, mulai dari peningkatan kualitas sumber daya manusia, penanganan stunting, hingga pengurangan pengangguran, memerlukan dukungan anggaran yang memadai dan berkelanjutan.
Pemerintah Kota Sukabumi menargetkan PAD yang sebelumnya berada di kisaran Rp80 miliar dapat meningkat hingga mencapai Rp240 miliar. Saat ini, realisasi PAD disebut telah menembus angka sekitar Rp128 miliar dan menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan.
“Semakin besar PAD yang diperoleh daerah, semakin luas pula ruang gerak pemerintah dalam membiayai kebutuhan pembangunan dan pelayanan masyarakat,” jelas Ayep.
Dalam kesempatan yang sama, ia juga menegaskan bahwa pembangunan generasi muda menjadi salah satu fokus utama pemerintah daerah. Menurutnya, pemuda perlu diberikan akses yang lebih luas terhadap pendidikan, pelatihan, dan kesempatan pengembangan diri.
Ayep menilai sistem pembinaan yang berbasis kompetensi dan prestasi harus terus diperkuat agar lahir generasi muda yang memiliki daya saing tinggi serta mampu menghadapi tantangan zaman.
Sebagai bentuk dukungan terhadap aktivitas organisasi kepemudaan, Pemkot Sukabumi membuka peluang pemberian hibah kepada organisasi yang aktif mendukung program pembangunan daerah. Kebijakan tersebut akan dilaksanakan sesuai regulasi dan mekanisme yang berlaku.
Ia menambahkan bahwa pengelolaan hibah telah melalui berbagai proses konsultasi dengan lembaga terkait, termasuk Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), serta Kementerian Dalam Negeri.
Di sisi lain, pemerintah daerah juga terus melakukan pembenahan terhadap organisasi kepemudaan dan kepramukaan sebagai bagian dari upaya menciptakan generasi yang produktif, disiplin, dan berkarakter.
Mengenai persoalan penyalahgunaan narkoba, Ayep menegaskan bahwa pemerintah tidak akan tinggal diam. Ia memastikan sinergi dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) dan aparat penegak hukum akan terus diperkuat guna melindungi generasi muda dari bahaya narkotika.
Menurutnya, masa depan bangsa sangat bergantung pada kualitas generasi mudanya. Karena itu, berbagai upaya pembinaan dan pencegahan harus dilakukan secara berkesinambungan agar pemuda dapat berkembang secara positif.
“Generasi muda merupakan aset berharga bagi masa depan daerah dan bangsa. Mereka harus mendapatkan pembinaan yang tepat serta perlindungan dari ancaman narkoba melalui kerja sama semua pihak,” tegas Ayep Zaky.
Dengan semangat kebersamaan antara pemerintah, KNPI, organisasi kepemudaan, dan masyarakat, Kota Sukabumi diharapkan mampu mempercepat pembangunan yang berkelanjutan sekaligus menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.***











