Dansatgas Citarum Harum Tinjau Motah Cigondewah Kaler, Dorong Percepatan Perbaikan Mesin untuk Optimalkan Pengelolaan Sampah Kota Bandung

- Jurnalis

Senin, 27 Juli 2026 - 16:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) Citarum Harum, Kolonel Inf. Yanto Kusno Hendarto, S.H., meninjau langsung fasilitas Mesin Olah Runtah (Motah) 6 dan 69 yang berlokasi di Kelurahan Cigondewah Kaler, ( Dok - Foto )

Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) Citarum Harum, Kolonel Inf. Yanto Kusno Hendarto, S.H., meninjau langsung fasilitas Mesin Olah Runtah (Motah) 6 dan 69 yang berlokasi di Kelurahan Cigondewah Kaler, ( Dok - Foto )

Majalah CEO | Bandung, Senin (27/7/2026) – Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) Citarum Harum, Kolonel Inf. Yanto Kusno Hendarto, S.H., meninjau langsung fasilitas Mesin Olah Runtah (Motah) 6 dan 69 yang berlokasi di Kelurahan Cigondewah Kaler, Kota Bandung, Senin (27/7/2026). Peninjauan dilakukan bersama Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) yang selama ini bertanggung jawab mengelola operasional kedua unit Motah tersebut.

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya Satgas Citarum Harum dalam memastikan keberlangsungan operasional fasilitas pengolahan sampah berbasis kewilayahan yang berperan penting dalam mendukung penanganan sampah di Kota Bandung, terutama di tengah kebijakan pembatasan pengiriman sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti. Selain melihat kondisi fasilitas secara langsung, peninjauan juga dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas pengelolaan Motah serta mengidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi di lapangan.

Dalam kesempatan tersebut, Kolonel Inf. Yanto Kusno Hendarto menegaskan bahwa keberadaan Motah menjadi salah satu solusi strategis dalam jangka pendek untuk mengurangi timbunan sampah di tingkat wilayah. Menurutnya, pengolahan sampah sedekat mungkin dengan sumbernya merupakan langkah yang efektif dalam mengurangi ketergantungan terhadap TPA sekaligus menjaga kebersihan lingkungan.
“Hari ini saya berada di Motah 6 dan 69 Cigondewah Kaler bersama KSM yang selama ini mengelola fasilitas ini. Motah menjadi salah satu solusi jangka pendek pada saat adanya pembatasan pengiriman sampah ke TPA Sarimukti, sambil mempersiapkan solusi penanganan sampah lainnya yang lebih komprehensif,” ujar Kolonel Inf. Yanto Kusno Hendarto.

Ia menjelaskan, dua unit Motah yang berada di Cigondewah Kaler selama ini melayani pengolahan sampah dari tiga kelurahan di Kota Bandung. Keberadaan fasilitas tersebut memberikan kontribusi nyata dalam mengurangi volume sampah yang harus diangkut menuju TPA Sarimukti sehingga beban pengelolaan sampah di tingkat kota dapat ditekan.

Namun, berdasarkan hasil peninjauan, salah satu unit Motah saat ini mengalami kerusakan sehingga tidak dapat dioperasikan. Mesin yang merupakan bantuan Satgas Citarum Harum dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) tersebut membutuhkan perbaikan agar dapat kembali berfungsi secara optimal. Akibat tidak beroperasinya salah satu unit, terjadi penumpukan sampah di lokasi karena kapasitas pengolahan menjadi berkurang.

“Kondisi Motah bantuan Satgas Citarum dan BBWS saat ini mengalami kerusakan sehingga menyebabkan penumpukan sampah. Tentunya hal ini harus menjadi perhatian kita bersama agar perbaikannya dapat segera dilakukan sehingga fasilitas ini dapat kembali beroperasi secara maksimal,” tegasnya.

Kolonel Yanto menilai, perbaikan fasilitas pengolahan sampah harus menjadi perhatian seluruh pihak mengingat keberadaan Motah memiliki peran penting dalam mendukung sistem pengelolaan sampah di Kota Bandung. Dengan beroperasinya seluruh unit secara optimal, proses pengolahan sampah dapat berjalan lebih efektif sehingga mampu mengurangi timbunan sampah yang harus dikirim ke TPA.

Sementara itu, pengelola Motah 6 dan 69, Usep, menjelaskan bahwa kedua unit Motah memiliki kapasitas pengolahan sekitar 20 ton sampah per hari apabila seluruh mesin berfungsi normal. Masing-masing unit mampu mengolah sekitar 10 ton sampah setiap hari, sehingga keberadaannya sangat membantu mengurangi beban pengangkutan sampah ke TPA Sarimukti.

“Untuk memaksimalkan penanganan sampah agar tidak terjadi penumpukan, sampah yang dihasilkan masyarakat harus dapat diselesaikan melalui fasilitas Motah yang ada di Cigondewah Kaler ini. Dua unit Motah memiliki kapasitas sekitar 20 ton per hari atau masing-masing 10 ton per hari. Ini merupakan potensi yang harus kita manfaatkan secara maksimal,” kata Usep.

Menurutnya, apabila kedua unit kembali beroperasi, pelayanan pengelolaan sampah di wilayah Cigondewah Kaler dan sekitarnya akan jauh lebih optimal. Selain mengurangi penumpukan sampah, keberadaan Motah juga mampu mempercepat proses penanganan sampah dari sumbernya sehingga dampak terhadap lingkungan dapat diminimalkan.

Di akhir kunjungannya, Kolonel Inf. Yanto Kusno Hendarto mengajak seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah, masyarakat, maupun pihak terkait lainnya, untuk terus memperkuat sinergi dalam mendukung keberlangsungan operasional fasilitas pengolahan sampah. Menurutnya, pengelolaan sampah merupakan tanggung jawab bersama yang memerlukan kolaborasi agar dapat berjalan secara berkelanjutan.

Melalui optimalisasi operasional Motah, diharapkan penanganan sampah di wilayah Cigondewah Kaler dan kawasan sekitarnya dapat berlangsung lebih efektif, mengurangi penumpukan sampah, serta mendukung terwujudnya lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan sejalan dengan semangat Program Citarum Harum. Perbaikan fasilitas yang mengalami kerusakan diharapkan dapat segera terealisasi sehingga kapasitas pengolahan sampah kembali maksimal dan pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih baik.***

Sumber Berita: Satgas Citarum Harum

Tinggalkan Balasan

Follow WhatsApp Channel majalahceo.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Juga

Dinkes Sukabumi Bergerak Cepat Layani Korban Kebakaran Kasepuhan Ciptamulya, Pos Kesehatan Siaga 24 Jam
Hj. Rina Rosmaniar Japar Nahkodai LKKS Sukabumi 2026–2029, Siap Perkuat Sinergi Kesejahteraan Sosial
Lurah Sebut Panglong Pabrik Tenun di Kecamatan Medan Petisah “Bandel”, Bertahun – Tahun Langgar Perda, Kolega Minta Tindak Tegas
Asah Kemampuan Dasar Prajurit, Kodam IV/Diponegoro Gelar Lomba Peleton Tangkas di Meteseh
Sinergitas TNI–Polri, Polsek Ciwidey dan Koramil Intensifkan Patroli Gabungan Demi Menjaga Kondusivitas Wilayah
Piala Kapolri 2026, Polda Jabar Tampil Perkasa, Boyong Trofi Skuad Beregu Raih Juara
Bupati Sukabumi Gerak Cepat Tinjau Korban Kebakaran Ciptamulya, Penanganan Darurat Segera Dilakukan
Memahami Sanad Keilmuan dan Metode Dakwah Jamaah Tabligh, Hindari Fanatisme Kelompok dalam Berdakwah

Baca Juga

Senin, 27 Juli 2026 - 16:56 WIB

Dansatgas Citarum Harum Tinjau Motah Cigondewah Kaler, Dorong Percepatan Perbaikan Mesin untuk Optimalkan Pengelolaan Sampah Kota Bandung

Senin, 27 Juli 2026 - 15:46 WIB

Dinkes Sukabumi Bergerak Cepat Layani Korban Kebakaran Kasepuhan Ciptamulya, Pos Kesehatan Siaga 24 Jam

Senin, 27 Juli 2026 - 15:21 WIB

Hj. Rina Rosmaniar Japar Nahkodai LKKS Sukabumi 2026–2029, Siap Perkuat Sinergi Kesejahteraan Sosial

Senin, 27 Juli 2026 - 12:18 WIB

Asah Kemampuan Dasar Prajurit, Kodam IV/Diponegoro Gelar Lomba Peleton Tangkas di Meteseh

Minggu, 26 Juli 2026 - 23:25 WIB

Sinergitas TNI–Polri, Polsek Ciwidey dan Koramil Intensifkan Patroli Gabungan Demi Menjaga Kondusivitas Wilayah

Tajuk Populer