Majalah CEO | Washington – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali mencetuskan usulan penggantian nama wilayah. Kali ini, ia mengajak untuk mengubah nama negara bagian New Mexico menjadi “New America”, sebuah langkah yang segera mendapat penolakan tegas dari pemerintah setempat.
Melalui pernyataan di media sosial pada Minggu (6/9 waktu setempat), Trump menyampaikan bahwa banyak warga menyarankan perubahan tersebut. “Jauh lebih bergengsi dan indah bagi penduduk negara bagian yang berpotensi luar biasa itu. Wow, saya menyukainya!!!” tulisnya. Tak lama berselang, Gedung Putih turut membagikan gambar yang mencoret kata “Mexico” dan menggantinya dengan “America”.
Usulan ini langsung dibantah keras oleh Gubernur New Mexico, Michelle Lujan Grisham. “Nama itu sudah menjadi milik kami sebelum Amerika Serikat terbentuk tidak untuk diperdebatkan,” tegasnya. Grisham menilai langkah ini hanyalah upaya mengalihkan perhatian masyarakat dari masalah mendesak dalam negeri, termasuk lonjakan harga bahan bakar.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ini bukan pertama kalinya Trump mengajukan perubahan nama wilayah. Sebelumnya, ia telah menetapkan penggantian nama Teluk Meksiko menjadi “Teluk Amerika” sejak awal masa jabatannya tahun 2025 — yang mendapat penolakan keras dari pemerintah Meksiko. Belum lama ini, ia juga mengusulkan penggantian Danau Ontario menjadi “Danau Amerika”, yang dibalas kemarahan sekaligus penolakan oleh pihak Kanada. Bahkan sempat muncul usulan mengubah nama Selat Hormuz menjadi “Selat Trump”, yang kemudian disinyalir tidak diajukan dengan serius.
Hingga kini, usulan penggantian nama New Mexico belum mendapat dukungan resmi dan dipastikan akan menghadapi jalan terjal mengingat penolakan yang sudah muncul dari pemerintahan negara bagian tersebut.***

















Komentar
Silakan login untuk berkomentar.