Kepemimpinan Rico Waas Di Pertanyakan, Kepling Di Medan Terlibat Peredaran Narkoba, Kegagalan Lurah Dalam Fungsi Pengawasan Melekat (Failure of Supervision)

- Jurnalis

Minggu, 6 September 2026 - 12:31 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalis Kritis dan Obyektif
+ Dukung

Kepemimpinan Rico Waas Di Pertanyakan, Kepling Di Medan Terlibat Peredaran Narkoba, Kegagalan Lurah Dalam Fungsi Pengawasan Melekat (Failure of Supervision) (Dok-Foto)

Kepemimpinan Rico Waas Di Pertanyakan, Kepling Di Medan Terlibat Peredaran Narkoba, Kegagalan Lurah Dalam Fungsi Pengawasan Melekat (Failure of Supervision) (Dok-Foto)

Majalahceo.id l Medan –Krisis integritas dan lemahnya sistem pengawasan (supervisi) di tingkat birokrasi paling bawah (kelurahan dan lingkungan), khususnya yang disorot terkait di tangkapnya Kepling Terkait Narkoba.

Rahmadsyah Ketua Aliansi Wartawan Sumatera Utara (AWAS) mengatakan bahwa di tangkapnya Kepling terkait Narkoba dapat merusak kepercayaan masyarakat dan mencederai fungsi pelayanan publik adalah konsekuensi utama dari tindakan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN), serta praktik maladministrasi.

Ketika aparat atau instansi pemerintah melakukan pelanggaran hukum atau etika, dampak negatifnya langsung dirasakan oleh masyarakat dan sistem pemerintahan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kegagalan Fungsi Pengawasan Internal (Failure of Supervision)

Lurah seharusnya menjadi pengawas langsung terhadap kinerja dan perilaku para Kepling di wilayahnya.

Begitu juga Camat dan Inspektorat yang mengawasi Lurah. Ketika Lurah justru sibuk melakukan pungli (seperti kasus dugaan pungli oknum Lurah terhadap Kepling di Kelurahan Aur) dan Kepling menjadi kurir atau bandar narkoba (seperti penangkapan oknum Kepling yang membawa ratusan butir ekstasi di Medan Polonia dan Maimun), ini membuktikan bahwa pengawasan melekat (waskat) dari atasannya tidak berjalan sama sekali.

2.Disfungsi Peran Aparat sebagai Garda Terdepan

Kepling dan Lurah adalah ujung tombak pelayanan publik yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Lurah Pungli:

Mengikis kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan administrasi negara dan merusak moral bawahannya.

Kepling Narkoba: Ironis, karena Kepling yang seharusnya menjaga keamanan, ketertiban, dan mendeteksi peredaran narkoba di lingkungannya, justru ikut menjadi bagian dari jaringan peredaran gelap tersebut.

3.Lemahnya Sistem Rekrutmen dan Skrining Berkala

Maraknya kasus ini memicu desakan publik dan DPRD agar pemerintah daerah mengetatkan proses seleksi.

Selain itu, diperlukan tes urine mendadak secara berkala bagi seluruh aparatur sipil dari tingkat Camat, Lurah, hingga Kepling guna memastikan mereka bersih dari ketergantungan obat terlarang

Kegagalan fungsi pengawasan internal dalam birokrasi pemerintahan merupakan salah satu faktor utama yang menyebabkan lemahnya deteksi dini terhadap pelanggaran moral dan hukum oleh aparatur kelurahan, termasuk kasus Kepala Lingkungan (Kepling) yang terlibat narkoba.

Ketika pengawasan dari tingkat kelurahan, kecamatan, hingga inspektorat daerah tidak berjalan optimal, celah penyimpangan perilaku akan semakin melebar.

Mengapa Pengawasan Internal Bisa Gagal?

Lemahnya Pengawasan Melekat (Waskat): Lurah atau Camat sering kali tidak melakukan pemantauan rutin terhadap kinerja dan rekam jejak harian para Kepling di lapangan.

Absennya Early Warning System: Tidak adanya mekanisme deteksi dini seperti tes urine berkala yang wajib dan acak bagi jajaran aparatur kewilayahan terbawah.

Penyaringan (Screening) yang Formalitas:

Proses rekrutmen atau perpanjangan masa jabatan Kepling kadang hanya memenuhi syarat administratif tanpa melacak rekam jejak sosial dan integritas secara mendalam.

Ketiadaan Saluran Pengaduan Masyarakat yang Efektif:

Warga sering kali mengetahui perilaku menyimpang oknum Kepling, namun takut melapor atau laporan mereka tidak direspons cepat oleh birokrasi di atasnya.

Dampak Nyata di Masyarakat

Runtuhnya Kepercayaan Publik: Masyarakat kehilangan respek terhadap otoritas lokal karena figur yang seharusnya menjadi pelindung justru melanggar hukum.

Kerentanan Keamanan Lingkungan: Kepling yang terlibat narkoba dapat dimanfaatkan oleh jaringan pengedar untuk mempermudah peredaran zat terlarang di wilayahnya.

Follow WhatsApp Channel majalahceo.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

LINI MASA

Kadisnaker Sumut dan Tokoh Buruh TM Yusuf Gelar Diskusi Hangat, Bahas Isu Ketenagakerjaan Hingga Program Pengaduan Cepat
Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan Dr Ketut Sumedana Tanda Tangani Surat Suspen SPPG Sunggal 2, Jalan Puskesmas 1, Gang Jambu, Kota Medan
Rico Waas Abaikan Rekomendasi DPRD Medan Dan Penderitaan Warga Terdampak City View, DPRD Medan Jangan Jadi “Macan Ompong”
Tini Sekretaris Yayasan Muhammad Zein Siregar Di Duga Hina Profesi Jurnalis, Miliki Bangunan Tinggi Tanpa PBG Dan Dua SPPG Bermasalah
Kasus Dugaan Tabrak Lari Kalteng Dibawa ke DPR RI, Keluarga Korban Desak Komisi III Kawal Kepastian Hukum
Selamatkan PAD Kota Medan Dari Kebocoran, Ngaku Dapat Hibah Ratusan Juta Tapi Bangunan Sekolah di Kecamatan Medan Johor Tanpa PBG, AWAS: Usut Dan Segel
Diduga Suruhan Kepsek Intimidasi Wartawan, Tidak Terima Diberitakan Miring Soal Pembangunan Rehabilitasi SD Negeri 100908 Muara Ampolu II Tapsel
Demi Ambisi Tembok City View, Rico Waas Abaikan Rekomendasikan DPRD Kota Medan, Biarkan Warga Terdampak Bertahun Tahun Menderita

Komentar

LINI MASA

Minggu, 6 September 2026 - 12:31 WIB

Kepemimpinan Rico Waas Di Pertanyakan, Kepling Di Medan Terlibat Peredaran Narkoba, Kegagalan Lurah Dalam Fungsi Pengawasan Melekat (Failure of Supervision)

Kamis, 27 Agustus 2026 - 23:58 WIB

Kadisnaker Sumut dan Tokoh Buruh TM Yusuf Gelar Diskusi Hangat, Bahas Isu Ketenagakerjaan Hingga Program Pengaduan Cepat

Kamis, 27 Agustus 2026 - 14:48 WIB

Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan Dr Ketut Sumedana Tanda Tangani Surat Suspen SPPG Sunggal 2, Jalan Puskesmas 1, Gang Jambu, Kota Medan

Kamis, 27 Agustus 2026 - 12:37 WIB

Rico Waas Abaikan Rekomendasi DPRD Medan Dan Penderitaan Warga Terdampak City View, DPRD Medan Jangan Jadi “Macan Ompong”

Rabu, 26 Agustus 2026 - 09:23 WIB

Tini Sekretaris Yayasan Muhammad Zein Siregar Di Duga Hina Profesi Jurnalis, Miliki Bangunan Tinggi Tanpa PBG Dan Dua SPPG Bermasalah

TAJUK HARI INI