Panggilan Istana di Tengah Rapat, Purbaya Yudhi Sadewa Lengser dari Kursi Menkeu

- Jurnalis

Selasa, 15 September 2026 - 04:15 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🤝 Ayo Dukung Jurnalis Kritis dan Obyektif
+ Dukung

"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Istana... Pak Menteri tolong dilihat," ujar pimpinan rapat kepada Purbaya, terdengar jelas dalam siaran langsung yang disiarkan melalui kanal YouTube resmi DPD RI. (Dok-Foto)

"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Istana... Pak Menteri tolong dilihat," ujar pimpinan rapat kepada Purbaya, terdengar jelas dalam siaran langsung yang disiarkan melalui kanal YouTube resmi DPD RI. (Dok-Foto)

MAJALAH CEO | JAKARTA – Pergantian pimpinan di salah satu kementerian paling strategis di Indonesia terjadi dengan cara yang sangat mengejutkan dan penuh ketegangan. Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan Republik Indonesia, menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa, pada Senin, 14 September 2026, bertempat di Istana Negara, Jakarta Pusat.

Proses pergantian ini berlangsung amat cepat dan diwarnai peristiwa yang jarang terjadi dalam sejarah pemerintahan Indonesia. Sebelum pelantikan digelar pada sore hari yang sama, Purbaya Yudhi Sadewa yang saat itu masih menjabat sebagai Menteri Keuangan, sedang berada di gedung Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI di Senayan, Jakarta. Ia tengah memimpin dan memaparkan materi penting dalam rapat kerja yang dihadiri oleh para anggota DPD RI, perwakilan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, serta perwakilan Bank Indonesia.

Agenda utama yang sedang dibahas dalam rapat tersebut berkaitan erat dengan kebijakan fiskal negara, khususnya pembahasan mengenai surat utang pemerintah yang menjadi salah satu isu krusial dalam pengelolaan keuangan negara saat ini. Suasana rapat berjalan lancar hingga tiba-tiba terjadi momen yang mengubah segalanya.

Di tengah jalannya paparan yang disampaikan Purbaya, pimpinan rapat DPD RI tiba-tiba menyela dan menghentikan jalannya persidangan.

“Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Istana… Pak Menteri tolong dilihat,” ujar pimpinan rapat kepada Purbaya, terdengar jelas dalam siaran langsung yang disiarkan melalui kanal YouTube resmi DPD RI.

Mendengar hal tersebut, Purbaya langsung menghentikan penjelasannya. Ia meminta izin sejenak dan meminta jajarannya untuk segera menindaklanjuti panggilan darurat yang datang secara tiba-tiba itu. Rapat kerja pun terpaksa dihentikan sementara, dan para peserta menunggu kembalinya Menteri Keuangan ke ruang sidang.

Namun, yang terjadi justru di luar dugaan. Menit berganti menit, namun sosok Purbaya tidak kunjung kembali ke ruang rapat. Kursi yang semula didudukinya terlihat kosong dalam siaran langsung. Tak lama kemudian, kabar mengejutkan mulai tersebar: Purbaya Yudhi Sadewa telah diberhentikan dari jabatannya sebagai Menteri Keuangan Republik Indonesia.

Pada sore harinya, di Istana Negara, berlangsung upacara pelantikan yang relatif singkat namun sangat penting. Suahasil Nazara resmi dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto untuk menempati posisi Menteri Keuangan yang baru saja dikosongkan.

Pergantian ini menjadi sorotan publik karena terjadi dengan sangat mendesak, bahkan di tengah pelaksanaan tugas resmi negara. Panggilan telepon dari Istana Negara di tengah rapat DPD RI menjadi penanda berakhirnya masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa di Kementerian Keuangan, sekaligus dimulainya babak baru bagi Suahasil Nazara dalam memegang kendali keuangan negara.

Peristiwa ini pun memicu berbagai pertanyaan dan perhatian masyarakat terkait alasan di balik kebijakan pergantian yang dilakukan secara mendadak tersebut, serta arah kebijakan keuangan negara yang akan dijalankan oleh menteri yang baru.***

Follow WhatsApp Channel majalahceo.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

LINI MASA

Fakta di Balik Erupsi Empat Gunung Api Sekaligus: Wajar dan Tidak Saling Memicu
Media Dunia Soroti Erupsi Anak Krakatau: Abu Vulkanik Sebar, Ratusan Penerbangan Terhenti
Bandar Narkoba Batam Berhasil Ditangkap di Malaysia
Di Hari Kemerdekaan, Menhan Sjafrie Hadir Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak Gempa NTT
Siap Mengukir Sejarah Baru, Eddy Wijaya Resmi Lantik Lalu Hizzi Sebagai Ketua Pordasi Pacu NTB
Prabowo Puji Jenderal Sigit: Pantas Capai Puncak Tertinggi Polri karena Prestasi
Prabowo Resmikan 3.395 Jembatan-3.000 Sumber Air Bersih Dibangun TNI-Polri
ICMS Gelar Dialog Otomotif Nasional di GIIAS 2026 Bahas Arah Teknologi Elektrifikasi Indonesia

Komentar

LINI MASA

Selasa, 8 September 2026 - 10:45 WIB

Fakta di Balik Erupsi Empat Gunung Api Sekaligus: Wajar dan Tidak Saling Memicu

Senin, 7 September 2026 - 10:28 WIB

Media Dunia Soroti Erupsi Anak Krakatau: Abu Vulkanik Sebar, Ratusan Penerbangan Terhenti

Jumat, 21 Agustus 2026 - 06:07 WIB

Bandar Narkoba Batam Berhasil Ditangkap di Malaysia

Selasa, 18 Agustus 2026 - 15:00 WIB

Di Hari Kemerdekaan, Menhan Sjafrie Hadir Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak Gempa NTT

Kamis, 13 Agustus 2026 - 23:16 WIB

Siap Mengukir Sejarah Baru, Eddy Wijaya Resmi Lantik Lalu Hizzi Sebagai Ketua Pordasi Pacu NTB

TAJUK HARI INI

Dari Abu Umamah RA, Rasulullah ﷺ bersabda:
 
"Sesungguhnya malaikat di sebelah kiri mengangkat penanya selama enam jam bagi hamba muslim yang berbuat dosa. Jika ia menyesal dan memohon ampun kepada Allah, maka dosa itu tidak dicatat. Namun jika tidak, maka dosa itu dicatat satu kali."
(HR. Thabrani dalam Al-Mu'jam Al-Kabir & Baihaqi dalam Syu'abul Iman) (Dok-Foto Ilustrasi)

Artikel

Kasih Sayang Allah: Dosa Ditunda Dicatat Selama 6 Jam

Selasa, 15 Sep 2026 - 11:06 WIB