Di Duga Alami Kerugian Negara Dan Kerusakan Ekologis, DPN Geruduk DLH Kota Medan, Penebangan 2700 Pohon Demi Ambisi BRT Di Duga Sarat Korupsi

- Jurnalis

Kamis, 3 September 2026 - 17:52 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🤝 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
+ Dukung

DPN Geruduk Dinas Lingkungan Hidup Kota Medan (Dok-Foto)

DPN Geruduk Dinas Lingkungan Hidup Kota Medan (Dok-Foto)

Majalahceo.id l Medan – Warga Kota Medan saat ini sedang menghadapi realitas pahit terkait di tebangnya 2700 Pohon demo Ambisi Proyek BRT.

Menyikapi persoalan ini Dewan Peduli Negeri yang di komandoi Acil bersama Reza Nasution menggeruduk Dinas Lingkungan Hidup Kota Medan, Kamis (3/9/2026)

Rahmadsyah Ketua Aliansi Wartawan Sumatera Utara (AWAS) mengatakan bahwa penebangan 2700 pohon adalah bentuk pencurian nyata terhadap nilai ekologi yang merugikan seluruh makhluk hidup. Ketika sekelompok orang (“maling”) menebang pohon demi ambisi Proyek BRT dan keuntungan ekonomi sesaat, mereka sebenarnya sedang merampok fasilitas alam gratis yang menopang kehidupan kita.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Mohon Maaf, kami menyebut mereka adalah Maling, mereka merebut kemerdekaan Warga Kota Medan untuk mendapatkan oksigen dari 2700 Pohon itu, jangan demi kepentingan dan Ambisi Proyek BRT mereka mengorbankan pohon sebagai paru – paru dunia,” ungkapnya, Kamis (3/9/3/2026)

Lanjut Rahmat mengatakan bahwa Pohon memiliki nilai ekologi krusial yang ikut “digasak” ketika pohon-pohon ditebangi:

1.Tabungan Air dan Penangkal Bencana

Pencurian Sistem Serapan: Akar pohon berfungsi seperti spons raksasa yang menyerap air hujan. Ketika pohon ditebang, air hujan akan langsung mengalir di permukaan tanah.

Dampak Langsung: Tanah kehilangan cengkeraman dan kemampuan menyerap air, yang secara langsung memicu bencana banjir bandang dan tanah longsor saat musim hujan tiba.

2.Pabrik Oksigen dan Penyaring Udara Bersih

Pencurian Udara Segar: Pohon adalah produsen oksigen alami terbesar sekaligus penyerap karbon dioksida (CO₂) dan polutan berbahaya.

Dampak Langsung: Hilangnya pohon membuat kualitas udara memburuk dan memicu peningkatan suhu ekstrem (lingkungan menjadi gersang dan jauh lebih panas).

3.Rumah Bagi Keanekaragaman Hayati

Pencurian Habitat: Setiap satu pohon besar yang tumbang merupakan kehancuran rumah bagi ratusan spesies, mulai dari burung, serangga, hingga mamalia.

BACA SELENGKAPNYA:  Mewakili Bupati, Plt. Kadispora Tapteng Hadiri Penutupan Jamdasu XI 2026: Tiga Anggota Pramuka Tapteng Raih Prestasi Gemilang

Dampak Langsung: Ada makhluk hidup seperti burung atau binatang yang kehilangan tempat tinggal dan sumber makanan.

4.Stabilisator Iklim (Penahan Global Warming)Pencurian Karbon:

Pohon menyimpan berton-ton karbon di dalam batangnya. Ketika ditebang dan dibiarkan membusuk atau dibakar, karbon tersebut terlepas kembali ke atmosfer.

Dampak Langsung: Akumulasi gas rumah kaca ini mempercepat terjadinya pemanasan global (global warming) dan perubahan iklim yang tidak menentu.

Mirisnya, pelaku pencurian ini hanya melihat nilai pohon dari harga kayu per kubik di pasar. Padahal, nilai ekologis yang mereka hancurkan jauh lebih mahal dan tidak bisa digantikan dengan uang dalam waktu singkat, karena menanam kembali pohon hingga berfungsi optimal membutuhkan waktu puluhan tahun.

Rahmad juga mengatakan bahwa selain nilai ekologi, Pohon juga memiliki Nilai Ekonomi.

Rahmad mengatakan bahwa Nilai ekonomi pohon adalah manfaat finansial atau nilai jual yang dihasilkan dari pemanfaatan langsung maupun tidak langsung bagian-bagian pohon untuk memenuhi kebutuhan manusia dan menggerakkan roda perekonomian.

“Pohon itukan Aset Pemko Medan, berapa nilai ekonomi satu batang pohon tersebut, apakah pohon pohon tersebut sudah di hapus bukukan dan bagaimana mekanisme nilai ganti rugi phon tersebut,” katanya.

Rahmad juga sangat menyayangkan penebangan 2700 pohon demi ambisi Proyek BRT tersebut di duga tidak memiliki Kajian AMDAL karena penebangan pohon tersebut berdampak kepada Nilai Ekologi dan Nilai Ekonomi yang merugikan warga Kota Medan.

“Kita Minta Aparat Penegak Hukum untuk mengusut Penebangan 2700 Pohon, karena kami yakin ada yang menikmati keuntungan dan memperkaya diri dari penebangan 2700 Pohon tersebut,” pungkasnya.

Follow WhatsApp Channel majalahceo.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Juga

Di Duga Abai K3, Disnaker Sumut Di Minta Periksa, Kebakaran Pabrik di KEK Sei Mangkei Tewaskan 3 Orang, Diduga Lompat dari Lantai 6
Sail Siliwangi 2022: Ketika Kapal Ferrocement Menantang Laut, Kapten Mudaim Belajar Arti Kepemimpinan
Wujud Kepedulian TNI AU, Lanud Husein Sastranegara Kirim Bantuan untuk Korban Bencana di NTT
Polres Cimahi Musnahkan 15 ribu Botol Miras, OKT dan Ratusan Knalpot Brong
20 Tahun Menanti, Jembatan Garuda Merah Putih Akhirnya Hubungkan Dua Desa di Kudus
Juniarso Ridwan Serap Aspirasi Warga Cicendo, Pendidikan hingga Infrastruktur Jadi Perhatian
Saurlin Komnas HAM Soroti Kematian Bambang, Konflik Agraria dan RUU Perampasan Aset: Jangan Jadi Bumerang Hukum
Pemkab Tapanuli Tengah Dorong Regulasi Pemulihan Pascabencana dan Optimalisasi PAD Sektor Kelautan

Komentar

Baca Juga

Kamis, 3 September 2026 - 18:37 WIB

Di Duga Abai K3, Disnaker Sumut Di Minta Periksa, Kebakaran Pabrik di KEK Sei Mangkei Tewaskan 3 Orang, Diduga Lompat dari Lantai 6

Kamis, 3 September 2026 - 17:52 WIB

Di Duga Alami Kerugian Negara Dan Kerusakan Ekologis, DPN Geruduk DLH Kota Medan, Penebangan 2700 Pohon Demi Ambisi BRT Di Duga Sarat Korupsi

Kamis, 3 September 2026 - 11:42 WIB

Sail Siliwangi 2022: Ketika Kapal Ferrocement Menantang Laut, Kapten Mudaim Belajar Arti Kepemimpinan

Kamis, 3 September 2026 - 11:10 WIB

Wujud Kepedulian TNI AU, Lanud Husein Sastranegara Kirim Bantuan untuk Korban Bencana di NTT

Kamis, 3 September 2026 - 07:30 WIB

Polres Cimahi Musnahkan 15 ribu Botol Miras, OKT dan Ratusan Knalpot Brong

Tajuk Hari Ini