Pemkab Tapanuli Tengah Dorong Regulasi Pemulihan Pascabencana dan Optimalisasi PAD Sektor Kelautan

- Jurnalis

Rabu, 2 September 2026 - 22:20 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🤝 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
+ Dukung

Mahmud Efendi pada Rabu, 2 September 2026 menegaskan pentingnya kehadiran regulasi khusus untuk memperbaiki wilayah-wilayah di Tapanuli Tengah yang mengalami perubahan geografis dan tata ruang akibat bencana alam (Dok-Poto)

Mahmud Efendi pada Rabu, 2 September 2026 menegaskan pentingnya kehadiran regulasi khusus untuk memperbaiki wilayah-wilayah di Tapanuli Tengah yang mengalami perubahan geografis dan tata ruang akibat bencana alam (Dok-Poto)

MajalahCeo.id I Tapteng (Sumut) – Pandan — Wakil Bupati Tapanuli Tengah, Mahmud Efendi pada Rabu, 2 September 2026 menegaskan pentingnya kehadiran regulasi khusus untuk memperbaiki wilayah-wilayah di Tapanuli Tengah yang mengalami perubahan geografis dan tata ruang akibat bencana alam. Hal tersebut disampaikannya saat mengikuti Forum Rembuk dan Bincang-Bincang Otonomi Daerah (REBOAN) bersama Kementerian Dalam Negeri secara virtual dari Ruang Rapat Cendrawasih, Kantor Bupati Tapanuli Tengah.

Dalam forum yang mempertemukan para Kepala Daerah dengan Kementerian Dalam Negeri ini, Mahmud Efendi menjelaskan bahwa sejumlah wilayah di Tapanuli Tengah mengalami kerusakan dan pergeseran bentang alam akibat bencana yang terjadi beberapa waktu lalu. Menurutnya, payung hukum dan regulasi yang tepat sangat dibutuhkan agar pemerintah daerah dapat melakukan percepatan pemulihan sehingga kawasan tersebut dapat kembali produktif dan berkembang.

Selain isu pemulihan pascabencana, Wakil Bupati juga menyoroti potensi besar sektor kelautan dan perikanan Tapanuli Tengah yang belum berbanding lurus dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dengan garis pantai yang sangat panjang, Tapanuli Tengah justru dihadapkan pada rendahnya kontribusi sektor kelautan dan perikanan terhadap keuangan daerah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mahmud Efendi mengungkapkan bahwa salah satu kendala utama adalah aturan terkait Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) di sektor perikanan yang dinilai memberatkan aktivitas di daerah. Kondisi ini memicu penurunan aktivitas bongkar muat kapal nelayan di Tapanuli Tengah, yang pada akhirnya berdampak langsung pada pelemahan ekonomi masyarakat pesisir serta merosotnya perolehan PAD.

“Apa yang dihasilkan dari perikanan dan industri kelautan saat ini belum memberikan hasil yang berdampak optimal kepada pendapatan daerah kita. Kami berharap ada evaluasi dan perubahan regulasi agar perekonomian masyarakat nelayan di Tapanuli Tengah dapat meningkat serta memberikan kontribusi nyata bagi PAD,” kata Mahmud Efendi.

BACA SELENGKAPNYA: 

Melalui forum REBOAN ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapanuli Tengah berharap Kementerian Dalam Negeri dan instansi pusat terkait dapat menindaklanjuti masukan tersebut, guna mempercepat pemulihan wilayah terdampak bencana sekaligus mendongkrak kesejahteraan masyarakat pesisir melalui kebijakan fiskal daerah yang lebih berkeadilan.

Turut hadir Sekretaris Daerah Kabupaten Tapanuli Tengah Drs. Binsar TH Sitanggang, M.SP., Asisten Administrasi dan Umum Setdakab Tapanuli Tengah Dra. Nurjalilah, Kabag Tapem Setdakab Tapteng Despi Erwanto, AP., MM.

Follow WhatsApp Channel majalahceo.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Juga

Bupati Tapanuli Tengah Tinjau Kawasan Pembangunan Hunian Sementara di Bonalumban
Di Duga Alami Kerugian Negara Dan Kerusakan Ekologis, DPN Geruduk DLH Kota Medan, Penebangan 2700 Pohon Demi Ambisi BRT Di Duga Sarat Korupsi
Sail Siliwangi 2022: Ketika Kapal Ferrocement Menantang Laut, Kapten Mudaim Belajar Arti Kepemimpinan
Wujud Kepedulian TNI AU, Lanud Husein Sastranegara Kirim Bantuan untuk Korban Bencana di NTT
Polres Cimahi Musnahkan 15 ribu Botol Miras, OKT dan Ratusan Knalpot Brong
20 Tahun Menanti, Jembatan Garuda Merah Putih Akhirnya Hubungkan Dua Desa di Kudus
Juniarso Ridwan Serap Aspirasi Warga Cicendo, Pendidikan hingga Infrastruktur Jadi Perhatian
Saurlin Komnas HAM Soroti Kematian Bambang, Konflik Agraria dan RUU Perampasan Aset: Jangan Jadi Bumerang Hukum

Komentar

Baca Juga

Jumat, 4 September 2026 - 00:08 WIB

Bupati Tapanuli Tengah Tinjau Kawasan Pembangunan Hunian Sementara di Bonalumban

Kamis, 3 September 2026 - 17:52 WIB

Di Duga Alami Kerugian Negara Dan Kerusakan Ekologis, DPN Geruduk DLH Kota Medan, Penebangan 2700 Pohon Demi Ambisi BRT Di Duga Sarat Korupsi

Kamis, 3 September 2026 - 11:42 WIB

Sail Siliwangi 2022: Ketika Kapal Ferrocement Menantang Laut, Kapten Mudaim Belajar Arti Kepemimpinan

Kamis, 3 September 2026 - 11:10 WIB

Wujud Kepedulian TNI AU, Lanud Husein Sastranegara Kirim Bantuan untuk Korban Bencana di NTT

Kamis, 3 September 2026 - 07:08 WIB

20 Tahun Menanti, Jembatan Garuda Merah Putih Akhirnya Hubungkan Dua Desa di Kudus

Tajuk Hari Ini