MajalahCeo.id I Tapteng (Sumut) – Tapanuli Tengah – Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka memerintahkan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk segera mengebut penyelesaian proyek pengendali banjir dan Sabo Dam di Kelurahan Hutanabolon, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng).
Hal itu disampaikan Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera II Medan (wilayah Sumut) Kementerian PU, Feriyanto Pawenrusi menjawab wartawan terkait arahan Wakil Presiden, Gibran Rakabuming Raka kepada Kementrian PU.
“Pak Wapres itu suruh kita minta dipercepat
karena menghindari musim penghujan yang di bulan November. Kami sudah sampaikan setelah ini kami rapatkan
akan segera kita proses dan kita percepat untuk proses pembangunan,” ujar Feriyanto Pawenrusi usai kunjungan Wakil Presiden, Gibran di Hutanabolon, Jumat (4/9/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Feriyanto terkait dengan arahan Wakil Presiden tidak hanya untuk Tapteng saja, tetapi khusus wilayah Tapanuli yang berdampak bencana semua itu harus segera di tangani.
Khusus pembangunan Sabo Dam di Hutanabolon, lanjutnya, sekarang progresnya masih disekitaran lebih kurang 30 persen, tetapi dari sisi material sudah hampir semua tersedia, tinggal pelaksanaannya saja. Diharapkan akan selesaikan di November atau awal Desember 2025.
Saat ditanya penjelasannya terkait proyek selesai diawal Desember ini berbeda dengan penyampaian Menteri Menteri PU Dody Hanggodo yang mengatakan yang memastikan target penyelesaian proyek pengendali banjir dan Sabo Dam di Kelurahan Hutanabolon selesai di Oktober 2026 ini.
“Nggak, jadi tidak mundur. Jadi Pak Menteri itu, kita ini sudah optimum itu di Oktober, tetapi penyelesaian sampai entah semua itu Desember, tapi sudah berfungsi di Oktober nanti,” ucapnya.
Ia menjelaskan, pascabencana kegiatan Kementerian PU di Kecamatan Tukka ada dua. Pertama kegiatan tanggap darurat dan kedua kegiatan dilengkapkan dengan rekonstruksi.
“Nah, tanggap darurat itu sudah kita selesaikan, jadi memang tanggap darurat itu sifatnya sementara, hanya bagaimana kita secara sosial, manusiawi, itu kita perbaiki di sungai yang ada,” ujarnya.
Jadi, lanjut Feriyanto, dari sungai yang sedimentasi yang turun, yang pada saat bencana November 2025 dinaikkan jadi tanggul yakni tanggul sementara, terus palung sungai sudah terbuka.
“Itu pekerjaan tanggap darurat, itu sudah selesaikan walaupun memang pada kenyataannya itu hampir 4 sampai 5 kali terulang terjadi banjir lagi. Jadi kita harus membuka terus, tetapi sifatnya itu sementara,” katanya.
Usai kegiatan tanggap darurat, sambungnya, Kemudian dilanjutkan dengan rehabilitasi dan rekonstruksi, atau sifatnya rehab-rekonstruksi.
Khusus Sungai Tukka itu ada tiga kegiatan yang saat ini sedang berlangsung. Pertama pengerjaan pengendalian banjir Sungai Tukka yang sifatnya seperti parapet atau dinding penahan tanah.
“Itu kita akan membangun kurang lebih 1,6 Kilometer. Fungsinya apa? Jadi ketika terjadi banjir, air tidak akan melewati atau menuju ke pemukiman, tertahan di dinding penahan tanahnya,” ucapnya.
Pengerjaan kedua adalah dua unit pembangunan Sabo Dam. Sabo itu adalah sifatnya mengendalikan sedimen, jadi ketika sedimen turun dari atas itu dikendalikan, tertahan dulu kemudian nanti base plownya baru jalan pelan-pelan.
“Jadi tidak serta-merta langsung turun ke sungai sehingga menutup palung sungai semua,” katanya.
Feriyanto menambahkan, khusus pembangunan Sabo Dam Sungai Sigala-Gala akan dibangun unik karena selain bangunan Sabo, juga Sabonya bisa dilewati.
“Jadi istilah kita itu sabuk peritan, jadi nanti ini sekaligus memperbaiki jembatan yang sudah ada, karena itu kalau kita lihat kemarin kondisi existingnya itu sudah agak turun, itu akan kita perbaiki dan dinaikkan, itu jadi bangunan sabuk. Jadi ada tiga kegiatan yang ada,” tutupnya.
Ket. Foto:
1. Proyek pembangunan pengendali banjir di Kelurahan Hutanabolon, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapteng yang pengerjaannya terus dikebut. (foto: Feliks/mistar)
2. Kepala BBWS Sumatera II Medan (wilayah Sumut) Kementerian PU, Feriyanto Pawenrusi menjawab wartawan terkait arahan Wakil Presiden, Gibran Rakabuming Raka.
















Komentar
Silakan login untuk berkomentar.