MajalahCeo.id I Tapteng (Sumut) – Tapanuli Tengah – Peliputan kunjungan Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) dipersulit petugas Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres).
Sejumlah wartawan terpaksa melakukan adu strategi untuk mendapatkan informasi dan gambar ketika sulitnya akses masuk meliput kunjungan Gibran di Kelurahan Hutanabolon, Kecamatan Tukka, Jumat (4/9/2026).
Walau para wartawan sudah menunjukkan kartu bad yang dikeluarkan Satuan Tugas Pengaman Wilayah Republik Indonesia-2 (Satgas Pamwil RI-2) Korem 023/KS khusus Pers dan dilengkapi kartu Pers tetap dipersulit.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Bukan itu saja, awak media pun tidak dibenarkan memakai atribut media (pakaian media) dan kamera profesional untuk melakukan peliputan.
Awalnya, sebelum Wakil Presiden Gibran tiba di Hutanabolon, salah seorang Paspampres menyarankan awak media terlebih menemui salah seorang perempuan yang merupakan staf Sekretariat Kepresidenan untuk meminta izin peliputan.
Namun, oknum staf Sekretariat Kepresidenan yang ditemui tersebut juga tidak dapat memastikan kehadiran wartawan bisa melakukan peliputan.
“Saya coba dulu koordinasi dengan Paspampres ya bagaimana teknisnya. Soalnya kami juga sudah membawa media dari Jakarta dan kemarin soal peliputan wartawan di daerah tidak ada dibicarakan dalam rapat bersama Korem 023/KS,” ujarnya.
Sejumlah awak media sempat dipertemukan dengan pimpinan Paspampres, namun oknum Paspampres itu tetap bersikukuh tidak memberikan ruang kepada wartawan untuk melakukan peliputan.
“Kawan-kawan media cukup berdiri disini (ditepi jalan), mohon kita saling menghargai tugas masing-masing, jangan mempersulit tugas kami,” ucap pria berbadan tegap itu.
Mendapat perlakukan itu, sejumlah awak media sempat emosi dan memprotes perlakuan kedua oknum itu.
“Bapak dan ibu melaksanakan tugas memiliki aturan. Kami menjalankan tugas sesuai dengan Undang-Undang. Lantas buat apa kartu bed yang diberikan ini,” protes Rossi Hutabarat, salah satu wartawan yang bertugas di Tapteng
Protes senada juga disampaikan salah satu Kontributor TV Nasional, Syaren Situmorang yang merasa dirugikan atas perlakuan kedua oknum tersebut yang mempersulit awak media melakukan peliputan kunjungan Wakil Presiden Gibran.
“Jangan kami dipersulit Pak. Apa bedanya kami dengan media yang ada disana. Wartawan yang disana bebas melakukan liputan, kami juga bebas Pak. Jangan dibeda-bedakan. Kami memiliki tanggungjawab terhadap publik, apalagi tempat ini adalah lokasi umum,” ucapnya.
Kendati peliputan dipersulit, wartawan pun akhirnya tidak mengindahkan aksi pelarangan kedua oknum itu. Sejumlah jurnalis tetap melakukan adu strategi untuk mendapatkan informasi dan gambar, walau tetap berdesak-desakan dengan Paspampres. (feliks)
Ket. Foto: Salah seorang jurnalis yang protes saat dipersulit melakukan liputan olehvoknum Paspampres dan Staf Sekretariat Kepresidenan saat kunjung Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Hutanabolon. (foto: Feliks/mistar)
















Komentar
Silakan login untuk berkomentar.