Kabut Asap Lintas Batas: Kualitas Udara Wilayah Tengah Singapura Masuk Kategori Tidak Sehat

- Jurnalis

Sabtu, 5 September 2026 - 06:46 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🤝 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
+ Dukung

Kabut asap ini dipastikan berasal dari kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di kawasan tetangga. (Dok-Foto)

Kabut asap ini dipastikan berasal dari kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di kawasan tetangga. (Dok-Foto)

Majalah CEO – Singapura – Kabut asap lintas batas menyelimuti sebagian wilayah Singapura pada Jumat hingga Sabtu ini, mendorong penurunan kualitas udara yang cukup signifikan. Badan Lingkungan Nasional Singapura (NEA) mencatat Indeks Standar Pencemar (PSI) 24 jam di wilayah tengah mencapai 101 poin pada pukul 07.00 pagi — resmi masuk kategori tidak sehat. Angka tersebut naik tipis menjadi 105 poin pada pukul 10.00 pagi, sementara wilayah lain masih berada dalam batas sedang. (5/9/2026)

Kabut asap ini dipastikan berasal dari kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di kawasan tetangga, dengan titik panas terdeteksi menyebar di Kalimantan serta Sumatra bagian tengah dan selatan. Asap berintensitas sedang hingga pekat melayang melintasi perbatasan, didorong kondisi cuaca kering yang masih berlangsung di sebagian besar wilayah ASEAN selatan. Pusat Meteorologi Khusus ASEAN pun telah menaikkan status peringatan ke Level 2 karena risiko kabut asap yang masih tinggi.

NEA kini menerbitkan imbauan kesehatan harian lengkap dengan prakiraan pergerakan kualitas udara. Warga, khususnya kelompok rentan, diimbau membatasi aktivitas luar ruangan dan memantau perkembangan angka PSI lewat saluran resmi NEA. Sebanyak 28 lembaga pemerintah dalam satuan tugas kabut asap juga telah bersiap mengaktifkan langkah penanganan secara bertahap jika kondisi terus memburuk.***

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

BACA SELENGKAPNYA:  Barack Obama: A Legacy of Progress and Change
Follow WhatsApp Channel majalahceo.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Lini Masa

Konflik Rusia–Ukraina Memanas: Serangan Infrastruktur dan Ketegangan Meningkat
Ketegangan Meningkat di Timur Tengah: AS dan Iran Saling Serang, Dunia Pantau Risiko Perang Meluas
VTC Panglima TNI-CDF ADF Menjadi Momentum Perkuat Kerja Sama Bilateral Indonesia-Australia
Donald Trump: Negara Yang Bantu Iran Akan Diberikan Konsekuensi Ekonomi Berat
Unifying the World Through Soccer: The Global Impact of the World Cup
The Latest News in R&B Music: A Look at Super Bowl Performances, New Albums, Rising Stars, and Tribute to Aaliyah
Barack Obama: A Legacy of Progress and Change
Barack Obama: Warisan Kemajuan dan Perubahan

Komentar

Lini Masa

Sabtu, 5 September 2026 - 06:46 WIB

Kabut Asap Lintas Batas: Kualitas Udara Wilayah Tengah Singapura Masuk Kategori Tidak Sehat

Rabu, 2 September 2026 - 07:26 WIB

Konflik Rusia–Ukraina Memanas: Serangan Infrastruktur dan Ketegangan Meningkat

Selasa, 1 September 2026 - 08:56 WIB

Ketegangan Meningkat di Timur Tengah: AS dan Iran Saling Serang, Dunia Pantau Risiko Perang Meluas

Jumat, 21 Agustus 2026 - 21:13 WIB

VTC Panglima TNI-CDF ADF Menjadi Momentum Perkuat Kerja Sama Bilateral Indonesia-Australia

Jumat, 21 Agustus 2026 - 07:27 WIB

Donald Trump: Negara Yang Bantu Iran Akan Diberikan Konsekuensi Ekonomi Berat

Tajuk Hari Ini