Perkuat Sistem Perlindungan Anak Hadapi Risiko Bencana, Dinas PPPA Tapteng Gandeng Yayasan Pusaka Indonesia dan Save the Children Sosialisasi Program PROTEKTA

- Jurnalis

Rabu, 5 Agustus 2026 - 15:53 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🤝 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
+ Dukung

Langkah strategis ini diambil sebagai respons atas kerentanan anak-anak di wilayah terdampak bencana (Dok-Poto)

Langkah strategis ini diambil sebagai respons atas kerentanan anak-anak di wilayah terdampak bencana (Dok-Poto)

MajalahCeo.id I Tapteng (Sumut) – Tapanuli Tengah — Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Kabupaten Tapanuli Tengah bersama Yayasan Pusaka Indonesia (YPI) dan Save the Children resmi meluncurkan Sosialisasi Program PROTEKTA (Perlindungan Anak di Tapanuli Tengah). Langkah strategis ini diambil sebagai respons atas kerentanan anak-anak di wilayah terdampak bencana.

Kegiatan sosialisasi ini telah sukses dilaksanakan di dua titik lokasi, yakni di Kelurahan Bona Lumban, Kecamatan Tukka pada 27 Juli 2026, serta di Desa Muara Sibuntuon, Kecamatan Sibabangun pada 1 Agustus 2026.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Tapanuli Tengah Rahmadiah Hanum, S.E,.M.M pada hari Rabu 5 Agustus 2026 mengatakan, dampak bencana alam yang kerap melahirkan situasi darurat di Kabupaten Tapanuli Tengah sangat dirasakan oleh kelompok rentan, khususnya anak-anak. “Mereka sering kali harus menghadapi kenyataan pahit, seperti kehilangan tempat tinggal, terputusnya akses pendidikan, hingga meningkatnya potensi risiko eksploitasi, kekerasan, dan pengabaian,” kata Rahmadiah Hanum.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Situasi darurat tersebut menegaskan urgensi perlunya sistem perlindungan anak yang jauh lebih kuat, responsif, dan terintegrasi agar hak-hak dasar anak tetap terpenuhi dalam kondisi apa pun.

Ia mengatakan, salah satu pendekatan utama yang dinilai paling relevan adalah penguatan Perlindungan Anak Berbasis Masyarakat (PATBM). Melalui pembentukan forum di tingkat desa atau kelurahan, masyarakat didorong untuk berperan aktif dalam pencegahan serta penanganan dini kasus kekerasan, sekaligus membangun ruang yang aman dan ramah anak. Keterlibatan aktif aparatur desa, tokoh masyarakat, dan para pemangku kepentingan lokal menjadi fondasi utama agar sistem perlindungan ini dapat berjalan efektif dan berkelanjutan.

Rahmadiah Hanum mengungkapkan, Program PROTEKTA di Kabupaten Tapanuli Tengah dirancang secara komprehensif untuk mengembangkan sistem perlindungan anak dari tingkat akar rumput komunitas hingga memperkuat mekanisme rujukan di tingkat kabupaten.

BACA SELENGKAPNYA:  Pemkab Tapanuli Tengah Dukung Penuh Kajian Yonif TP 905 dan Nommensen untuk Wujudkan Tapteng Lumbung Garam Pulau Sumatera

* Di Tingkat Komunitas (Desa/Kelurahan) : Program mencakup pembentukan Forum PATBM, peningkatan kapasitas layanan dasar penanganan kasus, serta inisiasi perencanaan pembangunan desa/kelurahan yang berorientasi penuh pada pemenuhan hak dan perlindungan anak.

* Di Tingkat Kabupaten : Program mendorong terbentuknya gugus tugas lintas sektoral, penguatan Standar Operasional Prosedur (SOP) penanganan kasus, serta pengembangan sistem pengaduan multi-kanal yang mudah diakses masyarakat.

Tujuan Jangka Panjang adalah membangun sistem perlindungan anak yang berkelanjutan, terintegrasi, dan adaptif terhadap risiko bencana. Dengan adanya fondasi yang kokoh di tingkat komunitas serta dukungan kelembagaan yang kuat di tingkat kabupaten, Kabupaten Tapanuli Tengah diharapkan dapat bergerak mantap menuju status Kabupaten Layak Anak (KLA).

Kegiatan sosialisasi di Kelurahan Bona Lumban dan Desa Muara Sibuntuon ini mendapat sambutan antusias dan dihadiri oleh Bapak Marjoko dan ibu Elfrida dari Yayasan Pusaka Indonesia, Witri Jani (Save the Children), Lurah Bona Lumban Henderson Sitompul, Kades Muara Sibuntuon Selina Simangunsong, Kepling/Kadus, pengurus PKK, kader Posyandu, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta tenaga kesehatan.

Follow WhatsApp Channel majalahceo.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Juga

Polres Cimahi Musnahkan 15 ribu Botol Miras, OKT dan Ratusan Knalpot Brong
20 Tahun Menanti, Jembatan Garuda Merah Putih Akhirnya Hubungkan Dua Desa di Kudus
Juniarso Ridwan Serap Aspirasi Warga Cicendo, Pendidikan hingga Infrastruktur Jadi Perhatian
Saurlin Komnas HAM Soroti Kematian Bambang, Konflik Agraria dan RUU Perampasan Aset: Jangan Jadi Bumerang Hukum
Pemkab Tapanuli Tengah Dorong Regulasi Pemulihan Pascabencana dan Optimalisasi PAD Sektor Kelautan
Medan Gotham City, Mohon Atensi Kapolsek Medan Kota, Kereta Pendemo Di Gasak Maling Saat Istirahat di Kantor SPSI AGN Sumut
Di Duga Mafia Bermain, Emak emak Menjerit Harga Ayam Tembus Rp 60 Ribu, DPN Gelar Aksi Demo
Sebagai Bentuk komitmen Nyata Dalam Memprioritaskan Kepuasan Pelanggan dan Pemenuhan Kebutuhan Pokok Masyarakat

Baca Juga

Kamis, 3 September 2026 - 07:30 WIB

Polres Cimahi Musnahkan 15 ribu Botol Miras, OKT dan Ratusan Knalpot Brong

Kamis, 3 September 2026 - 07:08 WIB

20 Tahun Menanti, Jembatan Garuda Merah Putih Akhirnya Hubungkan Dua Desa di Kudus

Rabu, 2 September 2026 - 23:09 WIB

Juniarso Ridwan Serap Aspirasi Warga Cicendo, Pendidikan hingga Infrastruktur Jadi Perhatian

Rabu, 2 September 2026 - 22:36 WIB

Saurlin Komnas HAM Soroti Kematian Bambang, Konflik Agraria dan RUU Perampasan Aset: Jangan Jadi Bumerang Hukum

Rabu, 2 September 2026 - 20:31 WIB

Medan Gotham City, Mohon Atensi Kapolsek Medan Kota, Kereta Pendemo Di Gasak Maling Saat Istirahat di Kantor SPSI AGN Sumut

Tajuk Hari Ini