Di Duga Mafia Bermain, Emak emak Menjerit Harga Ayam Tembus Rp 60 Ribu, DPN Gelar Aksi Demo

- Jurnalis

Selasa, 1 September 2026 - 23:45 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🤝 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
+ Donasi

Dewan Peduli Negeri (DPN) menggelar Aksi Demo di Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Sumatera Utara (Dok-Foto)

Dewan Peduli Negeri (DPN) menggelar Aksi Demo di Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Sumatera Utara (Dok-Foto)

Majalahceo.id l Medan – Kenaikan harga daging ayam potong yang disebut telah menembus Rp60 ribu per kilogram kembali memantik kemarahan masyarakat. Persoalan harga yang semakin sulit dijangkau itu membuat Dewan Peduli Negeri (DPN) mendatangi Kantor Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) Sumatera Utara, Selasa (1/9/2026).

Rahmadsyah Ketua Aliansi Wartawan Sumatera Utara mengatakan bahwa kekecewaan publik terhadap fluktuasi harga daging ayam yang tidak wajar mencerminkan adanya hambatan besar dalam koordinasi penegakan hukum dan pengawasan tata niaga pangan.

Fenomena harga ayam yang mendadak melonjak tinggi atau justru anjlok di bawah modal peternak sering kali dicurigai akibat adanya spekulasi, manipulasi pasokan, atau praktik kartel.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Meskipun masyarakat kerap menyoroti peran Kepolisian (khususnya melalui Satgas Pangan), penanganan masalah ini di lapangan sebenarnya melibatkan pembagian wewenang yang kompleks antar-lembaga ekonomi dan hukum.

Mafia pangan adalah istilah untuk sekelompok spekulan, kartel, atau oknum pelaku usaha yang secara ilegal memanipulasi pasokan barang pokok demi meraup keuntungan pribadi.

Aktivitas mereka menyebabkan harga di tingkat konsumen melambung tinggi secara tidak wajar.

“Mafia Pangan Ayam sebabkan harga di tingkat konsumen melambung tinggi secara tidak wajar,” ungkapnya, Selasa (1/9/2016).

Mafia pangan atau kartel dalam industri ayam yang kerap dituding membuat harga daging ayam melonjak tinggi mengacu pada persekongkolan sekelompok pelaku usaha besar (integrator) yang mengendalikan pasokan dan mempermainkan harga dari hulu hingga hilir.

Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) dan Kementerian Pertanian berulang kali menyoroti beberapa modus utama yang dilakukan oleh para pemain besar ini:

Modus yang Dilakukan Mafia/Kartel Ayam

Pengaturan Stok Indukan (Parent Stock):
Perusahaan-perusahaan besar melakukan kesepakatan ilegal untuk melakukan afkir dini (pemusnahan) indukan ayam secara massal.

BACA SELENGKAPNYA:  Pemkab Tapanuli Tengah Berikan Bantuan Sosial untuk 4 KK Korban Kebakaran di Kecamatan Sirandorung

Tujuannya adalah membatasi pasokan bibit anak ayam atau Day Old Chicken (DOC) di pasar.

Saat DOC langka, harganya melonjak, sehingga biaya beternak ikut meroket dan berujung pada mahalnya daging ayam di tingkat konsumen.

Permainan Rantai Distribusi (Middleman/Tengkulak):

Terjadi disparitas atau perbedaan harga yang sangat tinggi antara harga di tingkat peternak (hulu) dan harga di pasar tradisional (hilir).

Oknum distributor besar kerap menahan pasokan atau mengambil margin keuntungan yang tidak wajar memanfaatkan momen tingginya permintaan.

Monopoli Pasar dari Hulu ke Hilir:

Perusahaan integrator besar menguasai pasokan pakan, obat-obatan, pembibitan, hingga jaringan pemotongan ayam.

Hal ini membuat peternak mandiri/kecil terhimpit karena tidak memiliki kekuatan untuk menentukan harga.

Faktor Pendukung Lain di Luar Mafia

Selain faktor permainan kartel, melambungnya harga ayam di pasar juga dipicu oleh beberapa kondisi nyata di lapangan:

Lonjakan Permintaan: Peningkatan permintaan masyarakat akibat beberapa momentum seperti perayaan hari besar nasional keagamaan, serta berjalannya program pemenuhan gizi berskala besar seperti Makan Bergizi Gratis (MBG).

Tingginya Biaya Pakan: Komponen pakan (terutama jagung dan bungkil kedelai impor) menyumbang hingga 70% biaya produksi.

Jika harga bahan baku pakan naik, peternak terpaksa menaikkan harga jual agar tidak bangkrut.

Pemerintah melalui Kementerian Dalam Negeri dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terus dikerahkan untuk melakukan sidak langsung ke gudang-gudang distributor guna memutus rantai distribusi yang tidak sehat ini.

Follow WhatsApp Channel majalahceo.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Juga

Sebagai bentuk komitmen nyata dalam memprioritaskan kepuasan pelanggan dan pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat
Polisi Tangkap 91 Pengedar Sabu-sabu hingga Ganja, Barang Bukti Capai Rp4 Miliar
Di Laporkan Ke Kejatisu, AWAS Minta Copot Kepsek SD Negeri Nomor 100908 Muara Ampolu 2, Kecamatan Muara Batang Toru, Tapsel
Penyidik Kejagung Cecar Tenaga Ahli Hingga PPK BGN
Sebut Data Desil Ngawur, Said Iqbal Protes Pekerja Gaji UMP Masuk Desil 6-10, AMPIBI Akan Gelar Aksi Demo Penentuan Desil Rugikan Pekerja
Teguh Purnomo Sampaikan Tiga Hal Penting Kepada Ketua Terpilih DPC Peradi Kebumen Anita Nosa
Pangdam IV/Diponegoro Pimpin Pemberangkatan Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Gempa NTT
Bupati Tapanuli Tengah Launching Penyaluran Bantuan Pangan 1.394,7 ton Beras Alokasi Juli–September 2026

Komentar

Baca Juga

Selasa, 1 September 2026 - 23:45 WIB

Di Duga Mafia Bermain, Emak emak Menjerit Harga Ayam Tembus Rp 60 Ribu, DPN Gelar Aksi Demo

Selasa, 1 September 2026 - 21:12 WIB

Sebagai bentuk komitmen nyata dalam memprioritaskan kepuasan pelanggan dan pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat

Selasa, 1 September 2026 - 10:11 WIB

Di Laporkan Ke Kejatisu, AWAS Minta Copot Kepsek SD Negeri Nomor 100908 Muara Ampolu 2, Kecamatan Muara Batang Toru, Tapsel

Selasa, 1 September 2026 - 06:14 WIB

Penyidik Kejagung Cecar Tenaga Ahli Hingga PPK BGN

Senin, 31 Agustus 2026 - 22:14 WIB

Sebut Data Desil Ngawur, Said Iqbal Protes Pekerja Gaji UMP Masuk Desil 6-10, AMPIBI Akan Gelar Aksi Demo Penentuan Desil Rugikan Pekerja

Tajuk Populer