Sebut Data Desil Ngawur, Said Iqbal Protes Pekerja Gaji UMP Masuk Desil 6-10, AMPIBI Akan Gelar Aksi Demo Penentuan Desil Rugikan Pekerja

- Jurnalis

Senin, 31 Agustus 2026 - 22:14 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🤝 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
+ Donasi

Sebut Data Desil Ngawur, Said Iqbal, Protes Pekerja Gaji UMP Masuk Desil 6-10, AMPIBI Akan Gelar Aksi Demo Penentuan Desil Rugikan Pekerja (Dok-Foto)

Sebut Data Desil Ngawur, Said Iqbal, Protes Pekerja Gaji UMP Masuk Desil 6-10, AMPIBI Akan Gelar Aksi Demo Penentuan Desil Rugikan Pekerja (Dok-Foto)

Majalahceo.id l Medan – Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal yang juga Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh mengaku mendengar banyak protes dari buruh yang masuk desil 6-10 padahal gajinya setara Upah Minimum Provinsi (UMP) atau Kabupaten/Kota (UMK).

Said mendesak supaya metode penentuan desil segera dievaluasi. Bahkan, Said menyarankan supaya data desil jangan dipakai karena ngawur.

Dimana pemerintah menggelontorkan sekitar Rp 7 triliun di tahun 2027 untuk anggaran keseluruhan program di Badan Pusat Statistik (BPS).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Said mengkritik keras BPS dan mendesak pejabat di sana untuk berbenah, soalnya anggaran negara yang dipakai untuk BPS cukup besar, tapi hasilnya kurang optimal.

Selain itu, dia juga menyoroti metode penentuan desil yang digunakan BPS dengan mempertimbangkan kondisi rumah, hingga pengeluaran per kapita. Kata Said, pendekatan itu lebih bisa mengklasifikasikan yang tak menggambarkan kondisi ekonomi sebenarnya.

Terkait pernyataan Ketua Umum KSPI Said Iqbal, Johan Merdeka yang merupakan salah satu aktifis yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Buruh Indonesia (AMPIBI), yang didampingi Awaluddin Pane, Rahmadsyah, Izahar Daulay dan Pingki berpendapat bahwa Desil yang sudah ditentukan dan ditetapkan oleh Pemerintah terhadap Buruh yang masuk dalam Desil 6 sampai 9 sangat meresahkan pekerja maupun buruh yang masih mendapatkan upah minim. Johan juga menduga bahwa BPS sepertinya tidak menggunakan standarisasi dalam melakukan pendataan dan penetapan desil kepada pekerja.

Senada dengan hal tersebut, Awaluddin Pane, yang cukup dikenal dikalangan serikat buruh, sering mendengar keluhan Pekerja Buruh dan Masyarakat bahwa Pekerja Gojek yang rumahnya numpang sama orang tua dan punya anak dua orang serta Kendaraan yg dipakai sehari hari untuk Gojek bisa masuk kedalam Desil 5 hingga Desil 9, kehidupan yang pas pasan bahkan ada dua orang anak yang masih sekolah bisa di buat ke dalam Desil 5 (Lima), aneh sekali kata Awaluddin Pane.

BACA SELENGKAPNYA:  Fenomena "Lomba PKK Harus Wah" Terjadi di Pemko Medan, Lurah Kepling Di Buat Pusing Cari Dananya, Serta Diduga Dipaksa Menjamu Juri Biar Menang

AMPIBI berharap Pemerintah Kota Medan dan Anggota DPRD MEDAN bisa menyelesaikan permasalahan ini karena dampak nya merugikan kalangan Pekerja Buruh dan Masyarakat. Kami pastikan jika hal ini dibiarkan terus menerus, kami dari AMPIBI akan melaksanakan aksi turun kejalan bersama dengan seluruh pekerja dan masyarakat yang dirugikan karena Desil yang tidak sesuai.

Follow WhatsApp Channel majalahceo.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Juga

PA-ITM Gelar Munas IV dan Diskusi Publik, Bahas Peluang Kembalinya Institut Teknologi Medan
Iqbal Al Fansyuri PA 212 Akan Menggelar Sweeping Terhadap Tempat SPPG Yang Tidak Memiliki Label Halal
Satu Tahun Rekomendasi DPRD Medan Di Abaikan Rico Waas, Pembiaran Terhadap Pelanggaran Perda dan Perwal Serta UU Lalin Di Jalan Pukat II
Disnaker Sumut Di Minta Periksa APJATEL, Galiannya Abai K3 dan Ancam Keselamatan, Buat Warga Medan Resah
Ambisi Proyek BRT Kota Medan Abai K3, Anak – Anak Bermain di Genangan Air Di Lokasi Proyek, Disnaker Sumut Di Minta Periksa
Merasa Kebal Hukum, Surat Imbauan Lurah Sunggal diabaikan Pemilik Bangunan Tanpa PBG di Jalan Puskesmas 1 Gang Jambu
AMTOL MBG Dan PA 212 Akan Gelar Aksi Demo Minta Copot Ketua MUI Sumut dan Kakankemenag Sumut Yang Melakukan Pembiaran Terhadap SPPG Yang Tidak Miliki Label Halal
Beroperasi Selama 7 Bulan Tanpa Label Halal, Satpol PP Di Minta Segel SPPG 2 Sunggal Karena Langgar Perda Kota Medan Tentang Makanan Higienis Dan Halal

Komentar

Baca Juga

Senin, 31 Agustus 2026 - 22:14 WIB

Sebut Data Desil Ngawur, Said Iqbal Protes Pekerja Gaji UMP Masuk Desil 6-10, AMPIBI Akan Gelar Aksi Demo Penentuan Desil Rugikan Pekerja

Senin, 31 Agustus 2026 - 14:24 WIB

PA-ITM Gelar Munas IV dan Diskusi Publik, Bahas Peluang Kembalinya Institut Teknologi Medan

Minggu, 30 Agustus 2026 - 19:06 WIB

Iqbal Al Fansyuri PA 212 Akan Menggelar Sweeping Terhadap Tempat SPPG Yang Tidak Memiliki Label Halal

Minggu, 30 Agustus 2026 - 11:07 WIB

Satu Tahun Rekomendasi DPRD Medan Di Abaikan Rico Waas, Pembiaran Terhadap Pelanggaran Perda dan Perwal Serta UU Lalin Di Jalan Pukat II

Minggu, 30 Agustus 2026 - 09:41 WIB

Disnaker Sumut Di Minta Periksa APJATEL, Galiannya Abai K3 dan Ancam Keselamatan, Buat Warga Medan Resah

Tajuk Populer