Di Duga Kuat PAD ‘Bocor” Dari Mafia Proyek, GM – PAM Akan Aksi Demo ke PDAM Tirtanadi – Gubsu – Kejatisu

- Jurnalis

Jumat, 24 Oktober 2025 - 04:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MajalahCeo.Id | Medan – Gerakan Masyarakat Peduli Air Minum (GM-PAM) akan menggelar Aksi Demo dari selasa hingga Jum’at 28 – 31 OktoberDi Duga Kuat PAD ‘Bocor” Dan Mafia Proyek, GM – PAM Akan Aksi Demo ke PDAM Tirtanadi – Gubsu – Kejatisu

Medan – Gerakan Masyarakat Peduli Air Minum (GM-PAM) akan menggelar Aksi Demo dari selasa hingga Jum’at 28 – 31 Oktober ke PDAM – Kejatisu – Gubsu

Adapun tuntutan Aksi GM – PAM yang di tanda tangani Johan Merdeka sebagai kordinator Aksi antara lain :

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Periksa dan usut tuntas selisih uang masuk dari pelanggan air minum rumah tangga dan industri ke kas negara yang hanya Rp 45 Miliar.

Usut Tuntas Ada yang selisih uang masuk dari pelanggan air minum rumah tangga yang di duga kuat diselewengkan/dimanipulasi Serra dinikmati oleh Pejabat PDAM Tirtanadi

Usut keberadaan DVD yang di duga kuat mengatur proyek yang ada di Tirtanadi

Masih banyaknya pelanggan yang mengeluh terkait air yang tidak layak dan mati

Sebelumnya Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Sumut Fraksi PKS Assoc. Prof. Dr. H. Usman Jakfar, Lc., MA. menantang jajaram direksi dan menejemen Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirtanadi untuk terus memaksimalkan Pendapatan Daerah (PAD) melalui berbagai langkah, termasuk mengatasi hilangnya produksi air.

Sebab, berdasarkan informasi yang di himpun awak media, hasil analisis kelayakan bisnis, perusahaan BUMD itu menunjukkan kelayakan yang kuat secara teknis, ekonomi, dan sosial, dengan potensi pendapatan kotor mencapai Rp 2 triliun per tahun.

Menurut Prof. Usman bahwa potensi finansial perusahaan masih terhambat secara signifikan oleh tingginya tingkat kehilangan air, atau Non-Revenue Water (NRW), yang saat ini berada di angka 38%.

“Perumda Tirtanadi memiliki aset dan basis pelanggan yang besar, melayani 544.000 pelanggan aktif dengan produksi air mencapai 7.300 liter per detik. Potensi pendapatan Rp 2 triliun per tahun adalah angka yang fantastis,” ujar Assoc. Prof. Dr. Usman Jakfar.

Baca Juga :  Ormas Islam PISN Kota Medan Minta Bongkar Dan Segel Bangunan Noble Di Medan Perjuangan Di Duga Tanpa PBG Dan Izin Lingkungan

“Namun, fakta bahwa 38% dari air yang diproduksi hilang, jauh di atas standar nasional 25%, berarti ada potensi kerugian pendapatan sekitar Rp 750 miliar per tahun yang menguap. Ini adalah tantangan serius yang harus segera diatasi oleh jajaran direksi,” tambahnya.

Karenanya, Prof Usman mengharapkan agar jajaran direksi PDAM Tirtanadi serius untuk mengurus ini, bahkan dengan tegas mengatakan agar mundur saja kalau tidak mampu memperbaiki kinerja perusahaan.

Potensi Pendapatan Besar

Berdasarkan analis kelayakan bisnis tersebut, ditemukan potensi pendapatan besar, yakni potensi pendapatan dari air yang terjual (62% dari produksi) mencapai sekitar Rp 2 triliun per tahun.

Selanjutnya, kerugian finansial akibat NRW, yakni tingkat kehilangan air sebesar 38%, sehingga menyebabkan potensi kerugian pendapatan yang diperkirakan mencapai Rp 750 miliar per tahun.

Berikutnya, ketergantungan pelanggan rumah tangga, diketahui bahwa struktur pelanggan didominasi oleh rumah tangga (97%).

Untuk itu, Komisi A mendorong manajemen untuk memperluas segmen industri (saat ini 3%) guna meningkatkan margin keuntungan. Karena, secara keseluruhan, bisnis Tirtanadi dinilai layak bersyarat dari sisi finansial, sehingga menuntut peningkatan efisiensi operasional secara drastis.

Prof. Dr. Usman Jakfar merekomendasikan manajemen Perumda Tirtanadi untuk segera fokus upaya mempercepat digitalisasi meter air dan sistem billing untuk meminimalkan pencurian air dan meningkatkan akurasi tagihan.

Selain itu, perlu melakukan peninjauan tarif progresif yang berkeadilan, sambil tetap mempertahankan subsidi silang bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Prof. Dr. Usman Jakfar t menyimpulkan, secara umum, Perumda Tirtanadi layak secara bisnis dan sosial. “Dengan perbaikan efisiensi distribusi, penyesuaian tarif, dan ekspansi pelanggan produktif, Tirtanadi berpotensi menjadi BUMD air bersih, dengan kinerja keuangan yang sehat dan mandiri, serta memberikan pelayanan air bersih yang optimal bagi masyarakat Sumatera Utara,” pungkasnya ke PDAM – Kejatisu – Gubsu

Baca Juga :  Temukan Maladministrasi, Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Sumatera Utara Meminta BPJS Ketenagaakerjaan Mencairkan JHT PPPK Paruh Waktu Kota Medan

Adapun tuntutan Aksi GM – PAM yang di tanda tangani Johan Merdeka sebagai kordinator Aksi antara lain :

Periksa dan usut tuntas selisih uang masuk dari pelanggan air minum rumah tangga dan industri ke kas negara yang hanya Rp 45 Miliar.

Usut Tuntas Ada yang selisih uang masuk dari pelanggan air minum rumah tangga yang di duga kuat diselewengkan/dimanipulasi Serra dinikmati oleh Pejabat PDAM Tirtanadi

Usut keberadaan Oknum Inisial D yang di duga kuat mengatur proyek yang ada di Tirtanadi dan diduga kuat yang mengatur jabatan di Perumda Tirtanadi.

Johan juga meminta Bapak Kejatisu untuk periksa Kadiv SDM. Diduga kuat juga ada permainan jual beli tenaga honor, atau yang punya backing untuk bisa kerja tenaga honor kontrak.
Buktinya ada pelamar lebih kurang 8 bulan memasukan lamaran nya, jangan kan masuk kerja, interview aja tidak dipanggil panggil.

Masih banyaknya pelanggan yang mengeluh terkait air yang tidak layak dan mati

Sebelumnya Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Sumut Fraksi PKS Assoc. Prof. Dr. H. Usman Jakfar, Lc., MA. menantang jajaram direksi dan menejemen Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirtanadi untuk terus memaksimalkan Pendapatan Daerah (PAD) melalui berbagai langkah, termasuk mengatasi hilangnya produksi air.

Sebab, berdasarkan informasi yang di himpun awak media, hasil analisis kelayakan bisnis, perusahaan BUMD itu menunjukkan kelayakan yang kuat secara teknis, ekonomi, dan sosial, dengan potensi pendapatan kotor mencapai Rp 2 triliun per tahun.

Menurut Prof. Usman bahwa potensi finansial perusahaan masih terhambat secara signifikan oleh tingginya tingkat kehilangan air, atau Non-Revenue Water (NRW), yang saat ini berada di angka 38%.

“Perumda Tirtanadi memiliki aset dan basis pelanggan yang besar, melayani 544.000 pelanggan aktif dengan produksi air mencapai 7.300 liter per detik. Potensi pendapatan Rp 2 triliun per tahun adalah angka yang fantastis,” ujar Assoc. Prof. Dr. Usman Jakfar.

Baca Juga :  Puncak Hari Jadi Ke-80 Kabupaten Tapanuli Tengah, Osen Dan Pungxoaran Band Guncang Malam Hiburan Rakyat

“Namun, fakta bahwa 38% dari air yang diproduksi hilang, jauh di atas standar nasional 25%, berarti ada potensi kerugian pendapatan sekitar Rp 750 miliar per tahun yang menguap. Ini adalah tantangan serius yang harus segera diatasi oleh jajaran direksi,” tambahnya.

Karenanya, Prof Usman mengharapkan agar jajaran direksi PDAM Tirtanadi serius untuk mengurus ini, bahkan dengan tegas mengatakan agar mundur saja kalau tidak mampu memperbaiki kinerja perusahaan.

Potensi Pendapatan Besar

Berdasarkan analis kelayakan bisnis tersebut, ditemukan potensi pendapatan besar, yakni potensi pendapatan dari air yang terjual (62% dari produksi) mencapai sekitar Rp 2 triliun per tahun.

Selanjutnya, kerugian finansial akibat NRW, yakni tingkat kehilangan air sebesar 38%, sehingga menyebabkan potensi kerugian pendapatan yang diperkirakan mencapai Rp 750 miliar per tahun.

Berikutnya, ketergantungan pelanggan rumah tangga, diketahui bahwa struktur pelanggan didominasi oleh rumah tangga (97%).

Untuk itu, Komisi A mendorong manajemen untuk memperluas segmen industri (saat ini 3%) guna meningkatkan margin keuntungan. Karena, secara keseluruhan, bisnis Tirtanadi dinilai layak bersyarat dari sisi finansial, sehingga menuntut peningkatan efisiensi operasional secara drastis.

Prof. Dr. Usman Jakfar merekomendasikan manajemen Perumda Tirtanadi untuk segera fokus upaya mempercepat digitalisasi meter air dan sistem billing untuk meminimalkan pencurian air dan meningkatkan akurasi tagihan.

Selain itu, perlu melakukan peninjauan tarif progresif yang berkeadilan, sambil tetap mempertahankan subsidi silang bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Prof. Dr. Usman Jakfar menyimpulkan, secara umum, Perumda Tirtanadi layak secara bisnis dan sosial. “Dengan perbaikan efisiensi distribusi, penyesuaian tarif, dan ekspansi pelanggan produktif, Tirtanadi berpotensi menjadi BUMD air bersih, dengan kinerja keuangan yang sehat dan mandiri, serta memberikan pelayanan air bersih yang optimal bagi masyarakat Sumatera Utara,” pungkasnya

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel majalahceo.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sinergitas Pengelolaan Pajak, Wali Kota Tanjungbalai Terima Audiensi Kepala KPP Pratama Kisaran.
Refleksi May Day 2026, Di Kota Medan, Buruh Sudah Kerja Keras Tapi Masih Tetap Miskin
Gebrakan Nyata Camat Tebo Ilir Bangun WC Umum di TPU Sayang Tebuang Kelurahan Sungai Bengkal
Lemahnya Pengawasan Dan Penindakan, THM di Kota Medan Banyak Tak Punya Izin Menjual Minol
Pemko Tanjungbalai Launching Bantuan Pangan Februari-Maret 2026 di Kelurahan Sijambi. 
Wali Kota Mahyaruddin Salim Terima Audiensi BPJS Ketenagakerjaan Cabang Kisaran, Perkuat Sinergitas Jaminan Sosial Tenaga Kerja dan Peningkatan UCJ
Jelang May Day 2026, AMPIBI Datangi Kadisnaker Medan Minta Bentuk Satgas Perlindungan Buruh, Dewan K3 Dan Call Centre
Wakil Wali Kota Tanjungbalai Hadiri Silaturahmi Syawal 1447 H dan Rembug Pembangunan Daerah Bersama Tokoh ASLAB 
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 12:46 WIB

Sinergitas Pengelolaan Pajak, Wali Kota Tanjungbalai Terima Audiensi Kepala KPP Pratama Kisaran.

Kamis, 16 April 2026 - 09:43 WIB

Refleksi May Day 2026, Di Kota Medan, Buruh Sudah Kerja Keras Tapi Masih Tetap Miskin

Kamis, 16 April 2026 - 09:30 WIB

Gebrakan Nyata Camat Tebo Ilir Bangun WC Umum di TPU Sayang Tebuang Kelurahan Sungai Bengkal

Rabu, 15 April 2026 - 10:42 WIB

Pemko Tanjungbalai Launching Bantuan Pangan Februari-Maret 2026 di Kelurahan Sijambi. 

Rabu, 15 April 2026 - 10:25 WIB

Wali Kota Mahyaruddin Salim Terima Audiensi BPJS Ketenagakerjaan Cabang Kisaran, Perkuat Sinergitas Jaminan Sosial Tenaga Kerja dan Peningkatan UCJ

Berita Terbaru