Kegagalan Mitigasi Bencana, Gak Pernah Kerja, Tiba Tiba Jadi Pejabat Yang Ada Hanya Pencitraan Dan Retorika

- Jurnalis

Minggu, 7 Desember 2025 - 11:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Majalahceo.id | Medan – Fenomena Pejabat yang tiba-tiba muncul dan terlihat tidak mampu mitigasi bencana adalah masalah serius yang mencerminkan kegagalan struktural dalam manajemen risiko, di mana pejabat lebih fokus pada pencitraan di media sosial (cari panggung) daripada kerja nyata (pemetaan, peringatan dini, membangun infrastruktur), menyebabkan penanganan pasca-bencana berantakan dan menunjukkan kurangnya empati dan kompetensi teknis dalam menghadapi krisis, bahkan ada yang secara terang-terangan mengakui ketidakmampuan, yang berujung pada pengambilalihan penanganan oleh pusat.

Penyebab Munculnya Fenomena Ini:

Fokus Pencitraan: Pejabat lebih sibuk membangun citra diri (self-branding) dengan berfoto di lokasi bencana atau membagikan bantuan, mengabaikan kerja mitigasi sebenarnya.

Kegagalan Mitigasi: Kurangnya keseriusan dalam merespons peringatan dini (misalnya dari BMKG) mengakibatkan penanganan bencana terasa mendadak dan berantakan saat terjadi.

Kurangnya Empati dan Kompetensi: Beberapa pejabat menunjukkan sikap kurang peduli atau tidak memiliki pengetahuan teknis memadai untuk menangani bencana, seperti pernyataan yang tidak relevan atau tidak menunjukkan pemahaman kondisi lapangan.

Kegagalan Struktural: Institusi publik gagal menerjemahkan data risiko menjadi kebijakan mitigasi yang tegas, sehingga selalu memulai dari titik nol setiap bencana terjadi.

Manfaat Politik: Bencana dijadikan panggung untuk mendongkrak popularitas pribadi atau kelompok, bukan untuk menyelesaikan masalah masyarakat.

Dampak dan Contoh Kasus:
Reaksi Publik: Warga mengkritik perilaku tersebut sebagai pencitraan belaka.
Pengakuan Ketidakmampuan:

Lambannya mendirikan posko menyamping (unit kecil) untuk distribusi logistik dan layanan kesehatan dasar di titik titik banjir dan lokasi terpencil.

Lemahnya sistem mitigasi berbasis data dan meningkatkan kesiapan teknis, bukan hanya retorika.

Fenomena “tiba-tiba jadi pejabat” tanpa latar belakang kerja yang jelas memang bikin banyak orang gak puas.

BACA SELENGKAPNYA:  Medan Masih Banjir, Tolak Pembangunan Halte Di Kota Medan Bersumber Dari Hutang

“Tiba-tiba jadi pejabat, gagal dalam penanganan dan pengendalian banjir” membuat sangat frustrasi.

Tiba – tiba jadi pejabat gak punya pengalaman/pengetahuan soal tata air, lingkungan, atau penanganan bencana.

Tiba tiba jadi pejabat, jabatan diisi orang “dekat” partai, bukan profesional, Gak paham sistem drainase, konservasi, atau mitigasi.

Tiba Tiba jadi Pejabat Kurangnya Koordinasi:
– Silo antar-instansi (PU, BMKG, BPBD) gak jalan.

Akibat tiba tiba pejabat membuat warga makin menderita karena gagal dalam penanganan dan pengendalian banjir :
– Banjir Lebih Parah: Infrastruktur gak siap, warga terpapar risiko.
– Korban Jiwa & Kerusakan: Rumah, sawah, infrastruktur rusak.
– Hilangnya Kepercayaan: Masyarakat gak percaya pemerintah, protes.

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel majalahceo.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Juga

Proyek BRT Dari Hutang, Lela Badri: Bebani APBD Pemko Medan Di Tengah Efisiensi Anggaran
Komisi 4 DPRD Medan Kecewa, Kadishub Medan Tak Hadir Rapat, Nasib 2700 Pohon Terdampak Proyek BRT Tak Jelas
KASAD dan Bupati Tapteng Resmikan Jembatan Modular Tipe-21 di Lubuk Ampolu
Buruknya Pelayanan Publik Di Kota Medan, Warga: Rekomendasi DPRD Medan Di Cuekin Rico Waas, Apalagi Suara Rakyat Jelata
Anak Buah Rico Waas Plesiran Ke Bali, Di Saat PAD “Bocor” Dan Upah Pungut Kepling Belum Di Bayarkan
Bupati Tapanuli Tengah Dampingi KSAD Resmikan Pipanisasi Air Bersih Hingga Aksi Sosial Untuk Masyarakat
Miris, Jalan “Sejuta Lubang” Di Marelan Di Keluhkan Warga Pengguna Jalan Kota Medan
Buruknya Pelayanan Publik Di Dinas Perkim Kota Medan, Disposisi Sekda Terkait Rekomendasi DPRD Medan Di Abaikan

Baca Juga

Selasa, 9 Juni 2026 - 23:41 WIB

Proyek BRT Dari Hutang, Lela Badri: Bebani APBD Pemko Medan Di Tengah Efisiensi Anggaran

Selasa, 9 Juni 2026 - 20:41 WIB

Komisi 4 DPRD Medan Kecewa, Kadishub Medan Tak Hadir Rapat, Nasib 2700 Pohon Terdampak Proyek BRT Tak Jelas

Selasa, 9 Juni 2026 - 16:38 WIB

KASAD dan Bupati Tapteng Resmikan Jembatan Modular Tipe-21 di Lubuk Ampolu

Selasa, 9 Juni 2026 - 12:27 WIB

Buruknya Pelayanan Publik Di Kota Medan, Warga: Rekomendasi DPRD Medan Di Cuekin Rico Waas, Apalagi Suara Rakyat Jelata

Selasa, 9 Juni 2026 - 09:00 WIB

Anak Buah Rico Waas Plesiran Ke Bali, Di Saat PAD “Bocor” Dan Upah Pungut Kepling Belum Di Bayarkan

Tajuk Populer