KASAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak Resmikan Jembatan Modular Tipe 21 di Desa Lubuk Ampolu

- Jurnalis

Senin, 8 Juni 2026 - 22:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

MajalahCeo.id I Tapteng (Sumut) – Badiri – Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KASAD), Jenderal TNI Maruli Simanjuntak bersama Pangdam I BB Mayjen TNI Hendy Antariksa dan Bupati Tapteng Masinton Pasaribu meresmikan jembatan modular tipe 21 di Desa Lubuk Ampolu, Kecamatan Badiri, Senin (8/6/2026).

Jembatan di Desa Lubuk Ampolu ini menjadi salah satu lokasi terdampak parah akibat bencana banjir bandang dan tanah longsong pada November 2025 lalu dan kembali dibangun TNI Angkatan Darat (AD) untuk warga menggantikan akses yang terputus pascabencana.

Kehadiran KASAD bersama rombongan dalam peresmian jembatan disambut gembira warga setempat dan menyampaikan terimakasih kepada TNI AD.

Di kesempatan itu, Dandim 0211/ TT Letkol Inf Bayu Hanuranto Wicaksono didampingi Danrem 023/KS Kolonel Inf Iwan Budiarso turut menjelaskan proses pembangunan jembatan modular tipe 21 dan kejadian bencana di Desa Lubuk Ampolu kepada KASAD.

Usai peresmian, Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menyampaikan, bahwa kedatangannya ke Tapteng adalah untuk meninjau sejumlah pembangunan dan jembatan modular di Desa Lubuk Ampolu yang sudah dibangun TNI AD Angkatan Darat.

“Sejauh ini, TNI AD telah membangun 24 jembatan penghubung di Tapteng sebagai langkah pemulihan bencana,” ujarnya.

Menurut jenderal bintang empat ini, ia melihat tentara sudah melaksanakan pemulihan pasca bencana dengan baik dengan bekerja sama dengan masyarakat dan pemerintah daerah.

Ia menjelaskan, jembatan modular dipilih karena dinilai solusi paling tepat dan efektif untuk mengembalikan akses vital warga dalam waktu singkat, tanpa mengorbankan aspek keamanan dan kekuatan bangunan yang kokoh.

Secara penggunaan jembatan moduler, sambungnya, secara umum sebetulnya sudah sangat cukup kuat untuk bisa dilewati 20 ton, mobil bisa lewat bersamaan.

“Sebenarnya lebih baik jembatan permanen, tapi prosesnya akan butuh biaya lebih besar dan waktu yang lama. Jadi ini juga nanti mungkin kalau sudah diubah ke permanen juga tidak masalah,” ucapnya.

Ia berharap jembatan ini akan sangat berguna untuk membangkitkan laju perekonomian masyarakat. Sebab Kalau tidak ada jembatan, masyarakat yang membawa hasil bumi akan sulit dan anak-anak ke sekolah dan komunikasi antar desa akan lebih mudah.

Menurutnya kendala dalam pembangunan jembatan hanya dalam distribusi saja. Besi-besi panel bahan jembatan untuk sampai ke lokasi pembangunan itu mulai dari Belawan membutuhkan proses panjang.

“Dari Belawan didorong ke sampai ke sini, ya itu cukup memerlukan waktu yang lama,” tutupnya.

Sementara itu, Bupati Tapteng, Masinton Pasaribu menyampaikan terimakasih kepada Presiden Prabowo Subianto atas perhatian pemerintah dalam pemulihan bencana di Tapteng.

Menurutnya, berkat perhatian Presiden kemudian memerintahkan KASAD untuk membantu daerah-daerah Tapteng yang banyak akses terputus termasuk beberapa jembatan pasacabencana.

“Ada belasan jembatan yang sudah dikerjakan oleh teman-teman dari TNI AD melalui perintah Kasat, Pangdam, Danren dan Kodim serta batalion bekerjasama dengan masyarakat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, jembatannya yang baru diresmikan tadinya 10 meter sekarang bentangnya sudah 30 meter karena berkali-kali mengalami bencana.

Menurut Masinton, dengan keberadaan jembatan itu tentunya akan membantu mobilitas warga khususnya di wilayah Badiri, Desa Lubuk Ampolu dan sekarang ada belasan jembatan yang sudah dikerjakan dan itu menghubungkan antar desa.

“Tentu kami berterima kasih kepada Presiden, kemudian KASAD, dalam hal ini
TNI AD yang sudah memberikan perhatian dan dukungan untuk membantu akses masyarakat,” tuturnya.

Acara kunjungan KASAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak diakhiri dengan penyerahan bantuan sembako kepada warga terdampak bencana dan anak-anak sekolah.

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel majalahceo.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Juga

Operasi Pekat Candi II 2026, Polres Kebumen Ungkap Tujuh Kasus Narkoba Selama 20 Hari
Polisi Ungkap Rangkaian Pengeroyokan di Karangsambung, Empat Tersangka Ditahan
Universitas Brawijaya Dalami Lima Aspek Strategis Penanganan DAS Citarum
Diduga Ada Penerimaan Tanpa Regulasi Dan Transparansi Panitia Pilkades, ALARM Bersama Ratusan Warga Unjuk Rasa di Kantor Desa Pulau Rakyat Tua
Pangdam IV/Diponegoro Bersama Jajaran TNI AD Bahas Percepatan Pembangunan KDKMP
PMI Deli Serdang Terus Berinovasi dan Berkarya
Kapendam IV/Diponegoro Perkuat Sinergi dengan Media Melalui “Collab Asik, Sinergi Apik” di Ungaran
Pangdam III/Siliwangi Tatap Muka dengan Pengusaha Industri Kabupaten Bandung, Perkuat Komitmen Jaga Sungai Citarum dari Pencemaran Limbah

Baca Juga

Kamis, 16 Juli 2026 - 11:47 WIB

Operasi Pekat Candi II 2026, Polres Kebumen Ungkap Tujuh Kasus Narkoba Selama 20 Hari

Kamis, 16 Juli 2026 - 05:54 WIB

Polisi Ungkap Rangkaian Pengeroyokan di Karangsambung, Empat Tersangka Ditahan

Rabu, 15 Juli 2026 - 19:48 WIB

Universitas Brawijaya Dalami Lima Aspek Strategis Penanganan DAS Citarum

Rabu, 15 Juli 2026 - 10:19 WIB

Diduga Ada Penerimaan Tanpa Regulasi Dan Transparansi Panitia Pilkades, ALARM Bersama Ratusan Warga Unjuk Rasa di Kantor Desa Pulau Rakyat Tua

Selasa, 14 Juli 2026 - 21:10 WIB

Pangdam IV/Diponegoro Bersama Jajaran TNI AD Bahas Percepatan Pembangunan KDKMP

Tajuk Populer