Bupati Tapteng Ingatkan Warga: Kayu Bawaan Banjir Harus Diolah Secara Terpadu untuk Kepentingan Korban

- Jurnalis

Senin, 8 Desember 2025 - 14:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MajalahCeo.id I Tapteng (Sumut) – TAPANULI TENGAH — Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu, SH, MH mengeluarkan imbauan tegas kepada masyarakat agar tidak mengolah secara pribadi kayu-kayu yang terbawa banjir bandang dan longsor di berbagai wilayah.

Hal itu disampaikan Bupati Tapteng Masinton Pasaribu SH, MH, Minggu (7/12/2025). Lebih lanjut Bupati Tapteng mengungkapkan, kayu-kayu tersebut, yang kini menumpuk di sejumlah titik seperti Badiri dan Tukka, menurut Bupati, merupakan aset bersama yang harus dikelola untuk membantu warga terdampak bencana.

Bupati Tapteng menegaskan, bahwa seluruh material kayu yang terbawa arus banjir akan diolah oleh pemerintah daerah untuk kemudian dibagikan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

“Kayu yang ada di Badiri nanti kita olah untuk dibagikan kepada masyarakat. Begitu juga yang ada di Tukka. Pokoknya semua kayu yang ada saat ini yang dibawa banjir itu akan kita kelola,” ujarnya.

Ia meminta warga menghentikan praktik pengambilan atau pengolahan secara perorangan, apalagi jika dilakukan untuk dijual kembali. Menurutnya, hal tersebut tidak hanya merugikan warga lain, tetapi juga dapat memicu ketidakadilan di tengah situasi darurat.

“Jangan lagi ada yang mengolah secara perorangan, apalagi diolah untuk dijual. Banyak masyarakat kita yang butuh. Jangan hanya untuk kepentingan dan keuntungan pribadi,” tegas Bupati.

Bupati Masinton juga menjelaskan bahwa pengolahan kayu secara terpusat akan memastikan distribusi yang lebih adil dan tepat sasaran. Pemerintah daerah berkomitmen mengolah setiap kayu yang tersedia agar dapat menjadi bahan bangunan atau kebutuhan lain bagi warga yang kehilangan rumah dan harta benda.

Imbauan ini sekaligus menjadi edukasi bagi masyarakat tentang pentingnya solidaritas, kebersamaan, dan transparansi dalam penanganan pascabencana. Di tengah duka dan kerusakan yang masih luas, Bupati mengajak warga untuk mengutamakan nilai gotong royong.

BACA SELENGKAPNYA:  Asisten Ekbang Setdakab Tapteng, Pemkab Tapteng Tegaskan Bantuan Logistik Dikelola secara Transparan

“Setiap kayu yang ada akan diolah dan dibagikan kepada masyarakat setempat yang terdampak.”

Dengan pengelolaan terpadu, pemerintah berharap bantuan material dapat tersalurkan secara merata dan mempercepat pemulihan warga yang kini masih berjuang memulai kembali kehidupan pasca bencana.

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel majalahceo.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Juga

Proyek BRT Dari Hutang, Lela Badri: Bebani APBD Pemko Medan Di Tengah Efisiensi Anggaran
Komisi 4 DPRD Medan Kecewa, Kadishub Medan Tak Hadir Rapat, Nasib 2700 Pohon Terdampak Proyek BRT Tak Jelas
KASAD dan Bupati Tapteng Resmikan Jembatan Modular Tipe-21 di Lubuk Ampolu
Buruknya Pelayanan Publik Di Kota Medan, Warga: Rekomendasi DPRD Medan Di Cuekin Rico Waas, Apalagi Suara Rakyat Jelata
Anak Buah Rico Waas Plesiran Ke Bali, Di Saat PAD “Bocor” Dan Upah Pungut Kepling Belum Di Bayarkan
Bupati Tapanuli Tengah Dampingi KSAD Resmikan Pipanisasi Air Bersih Hingga Aksi Sosial Untuk Masyarakat
Miris, Jalan “Sejuta Lubang” Di Marelan Di Keluhkan Warga Pengguna Jalan Kota Medan
Buruknya Pelayanan Publik Di Dinas Perkim Kota Medan, Disposisi Sekda Terkait Rekomendasi DPRD Medan Di Abaikan

Baca Juga

Selasa, 9 Juni 2026 - 23:41 WIB

Proyek BRT Dari Hutang, Lela Badri: Bebani APBD Pemko Medan Di Tengah Efisiensi Anggaran

Selasa, 9 Juni 2026 - 20:41 WIB

Komisi 4 DPRD Medan Kecewa, Kadishub Medan Tak Hadir Rapat, Nasib 2700 Pohon Terdampak Proyek BRT Tak Jelas

Selasa, 9 Juni 2026 - 12:27 WIB

Buruknya Pelayanan Publik Di Kota Medan, Warga: Rekomendasi DPRD Medan Di Cuekin Rico Waas, Apalagi Suara Rakyat Jelata

Selasa, 9 Juni 2026 - 09:00 WIB

Anak Buah Rico Waas Plesiran Ke Bali, Di Saat PAD “Bocor” Dan Upah Pungut Kepling Belum Di Bayarkan

Senin, 8 Juni 2026 - 23:10 WIB

Bupati Tapanuli Tengah Dampingi KSAD Resmikan Pipanisasi Air Bersih Hingga Aksi Sosial Untuk Masyarakat

Tajuk Populer