Rektor UNIJI dan Eks Wamendes era Jokowi, Paiman Raharjo : Hidup Harus Berarti dan Bermanfaat Untuk Orang Banyak

- Reporter

Rabu, 1 April 2026 - 21:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan Foto : Eks Wakil Menteri Desa Paiman Raharjo, Dulu Tukang Sapu dan Diejek Teman tapi Buktikan Kesuksesan Karir dan Pendidikan.(Kanan).Bersama Gubernur DKI Jakarta.

 

JAKARTA – “Saya ini dulu orang bawah banget,” kenang Paiman Raharjo. Kalimat itu bukan sekadar kiasan. Jauh sebelum ia menjabat sebagai Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Wamendes PDTT) atau duduk di kursi Rektor, Paiman adalah seorang tukang sapu yang sering diejek teman-temannya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, sejarah hidup pria kelahiran Klaten, 15 Juni 1967 ini adalah bukti nyata bahwa garis tangan bisa diubah dengan kerja keras dan keteguhan hati. Kini, Paiman tidak hanya dikenal sebagai mantan birokrat, tetapi juga seorang Guru Besar, pengusaha properti, dan motivator yang menjadi sumber inspirasi bagi anak muda Indonesia.

Dalam sesi wawancara dengan Awak Media di Jakarta, Selasa, 31 Maret 2026. Beliau ungkap masa kecilnya jauh dari kemewahan. Ia mengakui masa itu sangat sulit hingga teman-temannya kerap meledek kondisinya yang hanya lulusan SMP saat itu.

Namun, bagi Paiman, ejekan bukanlah penghalang, melainkan motivasi untuk terus maju dan sukses.

 

“Saya punya keyakinan bahwa kesuksesan bukan hanya milik orang kaya, keturunan orang berada, atau mereka yang punya bakat besar saja. Kesuksesan bisa diperoleh siapa saja yang mampu kerja keras, pantang menyerah, berdoa, berusaha, dan gemar bersedekah,” tegasnya.

Keyakinan itu membawanya melompati berbagai anak tangga kehidupan. Dari seorang tukang sapu, ia memacu pendidikannya hingga meraih gelar akademik tertinggi sebagai Guru Besar dan menjabat sebagai Rektor Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) serta Universitas Jakarta International (UNIJI).

Pengalaman hidup sebagai “orang bawah” membentuk gaya kepemimpinan Paiman yang empatik. Baginya, menjadi pemimpin sukses berarti harus mampu merasakan kesulitan bawahannya.

Baca Juga :  Exploring Bandung's Natural Wonders: From Volcanic Landscapes to Majestic Waterfall

“Kita harus betul-betul melihat apa yang sebenarnya diinginkan dan dihadapi oleh bawahan. Problem itu tidak boleh ditunda-tunda. Jika ada masalah, segera selesaikan,” ujar sosok yang sejak sekolah sudah aktif berorganisasi sebagai Ketua Kelas hingga Ketua OSIS ini.

Kesuksesannya pun merambah ke dunia bisnis. Selain di bidang akademik, Paiman juga sukses sebagai komisaris di berbagai perusahaan dan membangun lini usaha properti, mulai dari kos-kosan hingga pembangunan perumahan.

Menariknya, di balik kesahajaannya, Paiman ternyata memiliki garis keturunan ningrat dari Kerajaan Mataram. Ia merupakan keturunan dari Pangeran Aryo Kusumo, seorang Senopati atau Panglima Perang. Ia sendiri menyandang gelar Kanjeng Pangeran Haryo Adipati (KPHA) Paiman Raharjo.

Meski begitu, Paiman memegang teguh nasihat orang tuanya bahwa gelar tidak ada artinya jika tidak membawa manfaat.

“Apa artinya gelar bangsawan kalau hidup kita tidak bermanfaat untuk orang lain? Orang tua saya selalu berpesan, hidupmu harus berarti untuk kemanfaatan kepentingan orang banyak,” ungkapnya.

 

Pesan itulah yang kini ia tularkan kepada generasi muda. Sebagai motivator, Paiman ingin anak muda Indonesia percaya bahwa tidak ada yang mustahil. Dengan semangat “pantang menyerah” dan keberkahan doa orang tua, seorang tukang sapu pun bisa bertransformasi menjadi pemimpin bangsa.(Red,)..

Tinggalkan Balasan

Follow WhatsApp Channel majalahceo.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dody Muhamad Zuhdi Wakil Ketua Umum DPP PASTI (Pengacara dan Aktivis Sejati) Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Helmy Halim Jadi Sekjen, Forum Pimred Gelar Restrukturisasi Pengurus Pusat
Unifying the World Through Soccer: The Global Impact of the World Cup
Exploring Bandung’s Natural Wonders: From Volcanic Landscapes to Majestic Waterfall
The Evolution of Jakarta: From Colonial Capital to Modern Metropolis
Yayasan UID Donasikan 5000 APD Membantu RS St Carolus
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 1 April 2026 - 21:39 WIB

Dody Muhamad Zuhdi Wakil Ketua Umum DPP PASTI (Pengacara dan Aktivis Sejati) Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H

Rabu, 1 April 2026 - 21:08 WIB

Rektor UNIJI dan Eks Wamendes era Jokowi, Paiman Raharjo : Hidup Harus Berarti dan Bermanfaat Untuk Orang Banyak

Rabu, 10 September 2025 - 14:35 WIB

Helmy Halim Jadi Sekjen, Forum Pimred Gelar Restrukturisasi Pengurus Pusat

Kamis, 30 Maret 2023 - 20:15 WIB

Unifying the World Through Soccer: The Global Impact of the World Cup

Selasa, 28 Maret 2023 - 16:24 WIB

Exploring Bandung’s Natural Wonders: From Volcanic Landscapes to Majestic Waterfall

Berita Terbaru