Meski begitu, Paiman memegang teguh nasihat orang tuanya bahwa gelar tidak ada artinya jika tidak membawa manfaat.
“Apa artinya gelar bangsawan kalau hidup kita tidak bermanfaat untuk orang lain? Orang tua saya selalu berpesan, hidupmu harus berarti untuk kemanfaatan kepentingan orang banyak,” ungkapnya.
Pesan itulah yang kini ia tularkan kepada generasi muda. Sebagai motivator, Paiman ingin anak muda Indonesia percaya bahwa tidak ada yang mustahil. Dengan semangat “pantang menyerah” dan keberkahan doa orang tua, seorang tukang sapu pun bisa bertransformasi menjadi pemimpin bangsa.**
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
















