M.Syawali,S.E.,M.M. Ketua Umum DPP ASPRUMNAS Mengucapkan Terimakasih Bapak Mentri Maruarar Sirait Atas Inisiasi yang Menghasilkan Kebijakan Bersejarah

- Jurnalis

Jumat, 17 April 2026 - 14:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Terima kasih juga kepada Menteri PKP bpak Maruarar Sirait atas inisiasi yang terus menerus yang tidak kenal lelah sehingga menghasilkan kebijakan bersejarah ini perjuangan untuk masyarakat MBR.

Masyarakat yang ingin membeli rumah tetapi terkendala catatan merah pada credit scoring kini bisa bernapas lega. Sebab, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memutuskan untuk tidak menampilkan catatan masyarakat yang punya tunggakan kredit sebesar Rp 1 juta ke bawah.

Untuk diketahui, persoalan credit scoring atau Sistem Layanan Informasi Keuangan Otoritas Jasa Keuangan sudah lama menjadi kendala masyarakat untuk bisa beli rumah.

Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi atau yang akrab disapa Kiki mengatakan dirinya sudah berdiskusi terkait hal tersebut dalam rapat dewan komisioner pada Rabu (8/4) bahwa catatan SLIK yang akan ditampilkan hanya yang nilainya di atas Rp 1 juta.

Hal itu disampaikan usai pertemuan dengan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara).

“Laporan SLIK yang ditampilkan hanya yang Rp 1 juta ke atas, baik itu merupakan akumulasi dari catatan kredit yang bersangkutan juga 1 juta ke atas untuk baki debitnya,” ujar Kiki kepada awak media di Gedung OJK, Jl. MH Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (13/4/2026).

Kemudian, ia juga menyebutkan pengembang mengeluhkan catatan pelunasan di SLIK yang memakan waktu lama sampai satu bulan. Pihaknya memutuskan untuk mempercepatan pemutakhiran data menjadi tiga hari setelah pelunasan atau H+3. Hal tersebut guna mempercepat proses pembelian rumah.

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel majalahceo.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Juga

Rektor UNIJI, Prof.Dr.H. Paiman Raharjo, M.Si. Berpandangan Program Strategis Nasional Semestinya diawali Kajian Akademis Melibatkan Perguruan Tinggi, Pakar, Pelaku Koperasi
Tutup Pendidikan 282 Capaja Polri, Wakapolri Sampaikan Pesan Kapolri
Pernyataan Sikap Relawan Sedulur Nusantara
Menteri Imipas Agus Andrianto Hadir di Sukabumi, Bedah Rumah untuk Warga Jadi Bukti Nyata Kepedulian Sosial
Pemerintah Harus Memperhatikan Nasib Perguruan Tinggi Swasta
Presiden Prabowo Terima Menhan Qatar Yang Bawa Pesan Emir, Di Istana Merdeka
Prabowo Tegaskan ASN: Anak Muda Diminta Berani Jadi Pengusaha dan Kuasai Dunia Usaha
WNA Jepang Gegerkan Publik Diduga Kasus Eksploitasi Seksual Anak, KemenPPPA Desak Interpol Ungkap Kasus Ini!

Baca Juga

Sabtu, 18 Juli 2026 - 07:05 WIB

Rektor UNIJI, Prof.Dr.H. Paiman Raharjo, M.Si. Berpandangan Program Strategis Nasional Semestinya diawali Kajian Akademis Melibatkan Perguruan Tinggi, Pakar, Pelaku Koperasi

Jumat, 10 Juli 2026 - 18:28 WIB

Tutup Pendidikan 282 Capaja Polri, Wakapolri Sampaikan Pesan Kapolri

Sabtu, 20 Juni 2026 - 01:14 WIB

Pernyataan Sikap Relawan Sedulur Nusantara

Kamis, 11 Juni 2026 - 09:33 WIB

Menteri Imipas Agus Andrianto Hadir di Sukabumi, Bedah Rumah untuk Warga Jadi Bukti Nyata Kepedulian Sosial

Selasa, 9 Juni 2026 - 07:16 WIB

Pemerintah Harus Memperhatikan Nasib Perguruan Tinggi Swasta

Tajuk Populer