Majalahceo.id l Medan – Surat Terbuka Bursok Anthoni Marlon terkait adanya dugaan penyalah gunaan wewenang yang di lakukan Dirjen Pajak berbuntut panjang.
Hal itu memicu Aksi Demo Dewan Peduli Negeri (DPN) menggeruduk Kantor Menara BRI di Medan karena Bursok melayangkan surat terbuka kepada Dirjen Pajak yang baru, Bimo Wijayanto, pada Senin (4/5/2026).
Dalam suratnya, ia menuding pencopotan dirinya dilakukan secara sewenang-wenang tanpa adanya Berita Acara Pemeriksaan (BAP) maupun Surat Peringatan (SP) terlebih dahulu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Bursok menduga kuat bahwa sanksi ini adalah bentuk pembungkaman atas pengaduannya mengenai skandal perusahaan fiktif (Metode Pembayaran PT Antares dan PT Beta Akses Voucher) serta keterlibatan delapan bank nasional yang ia kawal selama lima tahun terakhir.
Ia menuding Dirjen Pajak justru membela pihak-pihak yang tidak membayar pajak dan merugikan negara dalam jumlah yang fantastis
BRI menjadi salah satu sasaran Aksi Demo DPN.
Setelah satu jam orasi berorasi akhirnya massa membakar Ban bekas di depan pintu masuk yang di hadang oleh puluhan satpam.
Akhirnya massa aksi di terima oleh perwakilan BRI namun perwakilan tidak bisa memberikan jawaban terkait surat terbuka Bursok
Saat awak media mempertanyakan terkait isu perselingkuhan Pegawai Bank BRI yang lagi viral, perwakilan BRI tersebut menyatakan bahwa sudah di non aktifkan
“Sudah kita non aktifkan kedua pegawai tersebut,” ungkap perwakilan BRI tersebut.
Kecewa mendengar jawaban perwakilan tersebut, massa aksi kemudian membubarkan diri.
“Kecewa kita dengan jawaban perwakilan BRI dan akan membawa massa lebih besar lagi,” kata Reza bersama Acil, Rabu 6/5/2026).
.















