Rico Waas Tak Peduli Lingkungan, Maintenance IPAL Nihil, Bahkan Di Temukan Puskesmas Tak Ada IPAL di Kota Medan

- Jurnalis

Selasa, 16 Juni 2026 - 12:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Majalahceo.id l Medan – Kurangnya Ruang Terbuka Hijau dan Penebangan 2700 Pohon Secara Ugal – ugalan di Kota Medan membuktikan Rico Waas Tak Peduli Lingkungan, belum lagi Rico Waas mencueki Rekomendasi DPRD Medan agar Membongkar Ribuan Meter Tembok City yang merusak ekosistem sungai sehingga sungai mengalami penyempitan dan pendangkalan sehingga berdampak kepada rumah warga yang mengalami erosi dan banjir.

Berdasarkan Informasi yang di himpun awak media Puskesmas di Kota Medan ada yang tak miliki IPAL bahkan kalaupun ada tak pernah ada maintenance bahkan di biarkan rusak begitu saja

Salah contoh UPT Puskesmas Kota Matsum di duga Tanpa IPAL padahal sudah beroperasi 3 (Tiga) Tahun.

Regulasi pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di puskesmas daerah diatur secara ketat oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Fasilitas layanan kesehatan wajib memiliki IPAL sendiri sebelum membuang limbah cair medis maupun non-medis ke lingkungan.

Instruksi dan standar teknis dari pemerintah pusat terkait pembangunan IPAL di daerah meliputi beberapa ketentuan berikut:

1. Dasar Hukum UtamaPermenkes Nomor 8 Tahun 2021 tentang Petunjuk Teknis DAK Bidang Kesehatan: Mengatur ketentuan teknis pengadaan prasarana Puskesmas, termasuk persyaratan kapasitas dan analisis biaya pembangunan IPAL.

Permenkes Nomor 7 Tahun 2019 tentang Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit dan Permenkes Nomor 43 Tahun 2019 tentang Pusat Kesehatan Masyarakat: Mengamanatkan standar wajib instalasi pengolahan limbah.UU Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup: Mengatur kewajiban pengolahan limbah dan perizinannya.

2. Persyaratan Teknis PembangunanPembangunan IPAL harus memenuhi pedoman teknis agar limbah layak dibuang ke saluran umum:

Kapasitas Olah: Minimal harus mampu mengolah limbah cair sebesar 80% dari total jumlah pemakaian air bersih di Puskesmas per harinya.

Pre-treatment: Air limbah dari ruang laboratorium, laundry, dan instalasi gizi (dapur) wajib melalui pengolahan pendahuluan sebelum dialirkan ke bak IPAL utama.

Baku Mutu: Kualitas air limbah yang keluar (efluen) harus memenuhi standar baku mutu yang berlaku.

3. Kewajiban Pemerintah Daerah dan PuskesmasPerizinan Operasional: Pihak Puskesmas wajib mengurus Izin Pembuangan Limbah Cair (IPLC) dan Surat Kelayakan Operasional (SLO) dari instansi Lingkungan Hidup daerah setempat.

Dokumen Lingkungan: Pembangunan harus dilengkapi dengan dokumen Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup – Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UKL-UPL) atau Surat Pernyataan Kesanggupan Pengelolaan Lingkungan Hidup (SPPL).

Jika puskesmas di wilayah Anda sedang merencanakan pembangunan IPAL, apakah Anda memerlukan informasi terkait:Rincian komponen biaya pembangunan bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK)?

Standar baku mutu parameter air limbah fasilitas pelayanan kesehatan daerah setempat?Alur dan syarat pengurusan SLO (Surat Laik Operasi) IPAL?

Surya Kadis Kesehatan Kota saat di konfirmasi mengatakan bahwa dirinya sedang cuti

“saya msh cuti pak.
terkait hal diatas nnti ada petugas teknis yg menyampaikan,” katanya melalui chat WA, Senin (15/6/2026).

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel majalahceo.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Juga

Ketua DPD PKN Sumut Serahkan SK Mandataris Kepada Tokoh Pemuda Karo Ahmad Muslim Sembiring Untuk Pimpin DPD PKN Kota Medan
THM Cube Hotel Danau Toba Kota Medan Diduga Sarang Narkoba dan Terjadi Pelanggaran Perda, Ada Apa Salomo Pardede Bungkam?
Lurah SPT II, Kecamatan Medan Petisah Jangan Tutup Mata, Kos Kosan Meresahkan Warga, KOLEGA Minta Pendataan Penghuni Kos
KOLEGA Ucapkan Selamat Atas Pelantikan IPDN Angkatan ke 33 Anak Kandung Camat Medan Petisah
TPS Jalan Iskandar Muda Baru Kecamatan Medan Petisah Diduga Langgar UU, Di Minta di Geser Di Tanah Kosong Samping Carrefour
Pekerjaan Proyek Drainase Di Jalan Gaperta Ujung Kecamatan Medan Helvetia Lengkap APD Utamakan Keselamatan Kesehatan Kerja
Tariq Nabi Mengalami Pemblokiran KTP Tanpa Putusan Pengadilan, Rico Waas Di Duga Lakukan Pelanggaran HAM Dan Mal Administrasi
Proyek Pemko Medan Di Jalan S.Parman di Kecamatan Medan Petisah Tak Ada Plang Proyek Dan Abai K3

Baca Juga

Jumat, 31 Juli 2026 - 22:04 WIB

Ketua DPD PKN Sumut Serahkan SK Mandataris Kepada Tokoh Pemuda Karo Ahmad Muslim Sembiring Untuk Pimpin DPD PKN Kota Medan

Jumat, 31 Juli 2026 - 16:13 WIB

THM Cube Hotel Danau Toba Kota Medan Diduga Sarang Narkoba dan Terjadi Pelanggaran Perda, Ada Apa Salomo Pardede Bungkam?

Jumat, 31 Juli 2026 - 16:05 WIB

Lurah SPT II, Kecamatan Medan Petisah Jangan Tutup Mata, Kos Kosan Meresahkan Warga, KOLEGA Minta Pendataan Penghuni Kos

Kamis, 30 Juli 2026 - 20:57 WIB

KOLEGA Ucapkan Selamat Atas Pelantikan IPDN Angkatan ke 33 Anak Kandung Camat Medan Petisah

Kamis, 30 Juli 2026 - 19:35 WIB

TPS Jalan Iskandar Muda Baru Kecamatan Medan Petisah Diduga Langgar UU, Di Minta di Geser Di Tanah Kosong Samping Carrefour

Tajuk Populer