Dansatgas Citarum Harum Dorong Percepatan Penanganan Limbah Kotoran Ternak di Kabupaten Bandung

- Jurnalis

Kamis, 18 Juni 2026 - 17:58 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🤝 Ayo Dukung Jurnalis Kritis dan Obyektif
+ Dukung

Majalah CEO | Kabupaten Bandung, 18 Juni 2026 – Satuan Tugas Citarum Harum bersama Pemerintah Kabupaten Bandung, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, serta para pemangku kepentingan sektor peternakan menggelar Rapat Koordinasi Penanganan Limbah Kotoran Hewan Ternak (Kohe) di Ruang Cascara, Kantor Dinas Pertanian Kabupaten Bandung, Kamis (18/6/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Komandan Satuan Tugas Citarum Harum, Komandan Sektor 1, Komandan Sektor 2, Komandan Sektor 3, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bandung, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung, Ketua Koperasi Peternakan Bandung Selatan (KPBS) Pangalengan, para Koordinator Penyuluh Pertanian Kecamatan Arjasari dan Kertasari, serta Sekretariat Satgas Citarum Harum.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Provinsi Jawa Barat menyampaikan bahwa penanganan limbah kotoran hewan menjadi salah satu fokus utama pemerintah provinsi dalam satu tahun terakhir. Menurutnya, tingkat penanganan limbah yang saat ini baru mencapai sekitar 30 persen masih perlu ditingkatkan melalui sinergi dan kolaborasi berbagai pihak.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga mendorong pemerintah daerah untuk menyusun langkah-langkah konkret dalam penanganan limbah ternak, termasuk melibatkan seluruh koperasi peternak agar turut berperan dalam pengelolaan kotoran ternak secara berkelanjutan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bandung menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung program penanganan limbah ternak. Dengan populasi ternak yang mencapai sekitar 25 ribu ekor, Kabupaten Bandung membutuhkan sistem pengelolaan limbah yang terintegrasi guna mencegah dampak pencemaran lingkungan.

Pada kesempatan tersebut, Komandan Satuan Tugas Citarum Harum Kolonel Infanteri Yanto Kusno Hendarto, S.H., menyampaikan bahwa rapat koordinasi ini merupakan tindak lanjut dari berbagai upaya yang telah dilakukan sebelumnya dalam rangka mendukung pemulihan dan pelestarian Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum.

Menurutnya, perhatian terhadap persoalan limbah kotoran ternak semakin meningkat setelah adanya kunjungan Menteri Pertanian ke kawasan Cisanti sebagai hulu Sungai Citarum. Dari hasil identifikasi yang dilakukan, terdapat dua wilayah sentra peternakan yang menjadi prioritas penanganan karena memiliki potensi pencemaran cukup tinggi, yakni Kecamatan Pangalengan dan Kecamatan Kertasari.

Kolonel Inf Yanto Kusno Hendarto menjelaskan bahwa Satgas Citarum Harum bersama para pemangku kepentingan telah menyiapkan langkah konkret berupa pembangunan fasilitas komposter di Kampung Citawa, Desa Tarumajaya, Kecamatan Kertasari. Fasilitas tersebut direncanakan mulai dibangun dalam waktu dekat dan ditargetkan dapat beroperasi pada Agustus 2026.

“Program ini diharapkan mampu menjadi solusi nyata dalam mengurangi pencemaran yang bersumber dari limbah kotoran ternak, khususnya di wilayah Tarumajaya. Kami optimistis dengan dukungan seluruh pihak, permasalahan limbah dapat ditangani secara bertahap dan berkelanjutan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Dansatgas Citarum Harum menilai bahwa pengelolaan limbah ternak tidak hanya berorientasi pada aspek lingkungan, tetapi juga harus mampu memberikan manfaat ekonomi bagi para peternak. Oleh karena itu, pihaknya menyambut baik masuknya investor yang tertarik mengembangkan produk turunan hasil pengolahan limbah ternak di wilayah Pangalengan.

Menurutnya, produk-produk seperti budidaya cacing dan pellet berbahan dasar kotoran ternak memiliki prospek ekonomi yang menjanjikan. Apabila pengelolaan limbah mampu memberikan nilai tambah dan keuntungan bagi peternak, maka kebiasaan membuang limbah secara langsung ke lingkungan dapat diminimalisasi.

“Ketika pengelolaan limbah memberikan manfaat ekonomi, maka para peternak akan terdorong untuk mengolah kotoran ternaknya dengan baik. Ini menjadi solusi yang tidak hanya menyelesaikan persoalan lingkungan, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.

Kolonel Inf Yanto Kusno Hendarto juga menekankan pentingnya membangun komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, koperasi peternak, masyarakat, dan dunia usaha dalam menyelesaikan persoalan limbah ternak yang selama ini menjadi salah satu sumber pencemaran lingkungan di kawasan hulu Citarum.

Pada forum tersebut, Ketua KPBS Pangalengan drh. H. Asep memaparkan berbagai potensi ekonomi yang dapat dihasilkan dari pengolahan limbah kotoran sapi. Ia menyebut bahwa selain menghasilkan susu dan anak sapi, sektor peternakan juga memiliki potensi besar dari pengolahan kotoran sapi yang disebutnya sebagai “emas hijau”.

Saat ini tercatat sebanyak 146 peternak telah memanfaatkan limbah melalui instalasi biogas, 219 peternak mengembangkan budidaya cacing, dan 167 peternak memproduksi pupuk organik. Namun demikian, masih terdapat sekitar 1.514 peternak yang belum melakukan pengolahan limbah sehingga memerlukan pembinaan dan pendampingan lebih lanjut.

KPBS juga terus mengembangkan berbagai inovasi pengolahan limbah, termasuk kerja sama dengan Persatuan Islam (Persis) dalam produksi pellet berbahan dasar kotoran sapi yang kini mulai memiliki pasar dan peminat dari berbagai sektor industri.

Sementara itu, perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung menyampaikan bahwa salah satu tantangan yang masih dihadapi adalah konsistensi kualitas dan kuantitas produk olahan limbah yang dihasilkan peternak. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kelembagaan serta kepastian pasar agar pengelolaan limbah dapat berjalan secara berkelanjutan.

Melalui rapat koordinasi ini, seluruh peserta sepakat untuk memperkuat sinergi dalam percepatan penanganan limbah kotoran ternak di Kabupaten Bandung. Selain bertujuan mengurangi pencemaran lingkungan dan mendukung keberhasilan Program Citarum Harum, langkah tersebut juga diharapkan mampu menciptakan nilai ekonomi baru bagi masyarakat peternak serta mewujudkan pengelolaan lingkungan yang lebih baik di kawasan hulu Sungai Citarum.***

Sumber Berita: Satgas Citarum

Follow WhatsApp Channel majalahceo.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

LINI MASA

Masih Diperjuangkan, Pencarian Delapan Orang Termasuk Lima Jurnalis Meluas ke Ribuan Mil Laut di Selat Sunda
DPD Pemuda Demokrasi Indonesia Sumut Kecam Tindakan Kekerasan Terhadal Massa Aksi GM-FKPPI Di Capital Building Medan
Pemkab Tapanuli Tengah Gelar Pasar Murah di Kecamatan Tukka Antusiasme Tinggi Masyarkat Untuk Tekan Inflasi
HUT GM FKPPI Yang Ke-48 “Loreng Bergerak Langkah Serempak Solid Kuat Militan”
Video Viral Warga Batam di Kamboja Minta Dipulangkan, Pemko Batam Gerak Cari Data untuk Penelusuran
Bupati Masinton Pasaribu Lantik 23 Pejabat Administrator dan Pengawas Tapteng Tekankan Kecepatan dan Tanggap Bencana
Tinjau Jebolnya Tanggul di Hutanabolon  Bupati Masinton  Pemkab Tapteng Berkomitmen Lakukan Mitigasi Maksimal Demi Melindungi Keselamatan Warga
Pemkab Tapteng Hidupkan Semangat Gotong Royong, Kecamatan Pandan Ajak Warga Jaga Kebersihan Lingkungan

LINI MASA

Minggu, 13 September 2026 - 03:13 WIB

Masih Diperjuangkan, Pencarian Delapan Orang Termasuk Lima Jurnalis Meluas ke Ribuan Mil Laut di Selat Sunda

Minggu, 13 September 2026 - 00:31 WIB

DPD Pemuda Demokrasi Indonesia Sumut Kecam Tindakan Kekerasan Terhadal Massa Aksi GM-FKPPI Di Capital Building Medan

Sabtu, 12 September 2026 - 21:36 WIB

Pemkab Tapanuli Tengah Gelar Pasar Murah di Kecamatan Tukka Antusiasme Tinggi Masyarkat Untuk Tekan Inflasi

Sabtu, 12 September 2026 - 14:25 WIB

HUT GM FKPPI Yang Ke-48 “Loreng Bergerak Langkah Serempak Solid Kuat Militan”

Sabtu, 12 September 2026 - 10:39 WIB

Video Viral Warga Batam di Kamboja Minta Dipulangkan, Pemko Batam Gerak Cari Data untuk Penelusuran

TAJUK HARI INI