Makan Korban Jiwa Dan Pemborosan Anggaran, AMPIBI: Stop Program KDMP

- Jurnalis

Rabu, 1 Juli 2026 - 09:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Makan Korban Jiwa Dan Pemborosan Anggaran, AMPIBI: Stop Program KDMP (Dok-Foto)

Makan Korban Jiwa Dan Pemborosan Anggaran, AMPIBI: Stop Program KDMP (Dok-Foto)

Majalahceo id l Medan – Aliansi Masyarakat Peduli Buruh Indonesia (AMPIBI) memprotes keras skema pembiayaan pelatihan calon manajer Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih yang memakan biaya hingga Rp45 juta per peserta. Dari total anggaran tersebut, sekitar Rp30 juta dihabiskan untuk pelatihan dasar militer, sementara anggaran untuk pembelajaran koperasi hanya Rp15 juta.

AMPIBI menyoroti pemborosan dana negara dan minta di hentikan.

Dari total 35.476 peserta yang mengikuti pelatihan, negara diperkirakan dapat menghemat lebih dari Rp1 triliun apabila komponen latihan militer (latsarmil) dihapus dan anggarannya dialihkan penuh ke materi manajerial bisnis.Kritik Urgensi Pelatihan: DPR menilai ketangkasan fisik dan latihan ala militer tidak relevan dengan kebutuhan manajer koperasi yang bertugas mengelola tata kelola bisnis, keuangan, pemasaran, dan pemberdayaan masyarakat.

AMPIBI juga mendesak untuk menghentikan program pelatihan KDMP (Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih) muncul setelah adanya korban jiwa di kalangan peserta selama mengikuti Latihan Dasar Militer (Latsarmil) yang diselenggarakan oleh Kementerian Pertahanan dan TNI.

“Nyawa Putra putri bangsa, jangan di jadikan tumbal proyek negara, kita minta Stop Koperasi Desa Merah Putih,” ungkap Izhar Daulay, didampingi Johan Merdeka, Awaluddin Panez Rahmadsyah, Pingki, Rabu (1/7/2025)

Penyebab Utama Korban Jiwa: Beberapa peserta dilaporkan meninggal dunia akibat kondisi medis seperti heat stroke (sengatan panas) dan henti jantung (cardiac arrest) saat menjalani latihan fisik militer.

Rekomendasi Komnas HAM: Komnas HAM secara resmi meminta pemerintah menyetop program pembekalan dalam bentuk Latsarmil untuk calon manajer koperasi ini. Mereka menilai pelatihan militer tidak relevan dengan tugas pokok pengelolaan koperasi dan menuntut pemulihan hak bagi keluarga korban.

Tinggalkan Balasan

Follow WhatsApp Channel majalahceo.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Juga

Banjir Di Saat 436 Tahun Kota Medan Dan Rakernas APEKSI, Apa yang Sebenarnya Harus Dibanggakan?
Peringati Hari Jadi Kota Medan ke-436, Massa DPN Gelar Renungan Suci di TMP
Selamat Datang Peserta Rakernas APEKSI di Kota Medan, Semoga Warganya Bisa “Lepas” Dari Kemiskinan
Peringati Harganas ke-33, Wakil Bupati Tapanuli Tengah Tekankan Peran Keluarga sebagai Fondasi Menuju Indonesia Emas 2045
Bendahara Partai Buruh Sumut Sri Astuti Dan Kader Lainnya “Gantung Baju” Resmi Mundur, Ini Alasannya
Acara GEMES Di Duga Di Korupsi, Acaranya Cuma 3 Jam Habiskan Anggaran Rp 2,5 Miliar, Lukai Hati Warga Miskin Kota
AMPIBI: Ancaman PHK Terhadap 55 ribu Buruh Bentuk Kegagalan Pemerintah Dalam Mengatasi KRISIS EKONOMI
Miris, Euforia APEKSI Di Kota Medan, Sementara Guru Honorer Belum digaji Dan Tufu Serta Serti Tak Cair

Baca Juga

Rabu, 1 Juli 2026 - 09:52 WIB

Makan Korban Jiwa Dan Pemborosan Anggaran, AMPIBI: Stop Program KDMP

Rabu, 1 Juli 2026 - 01:11 WIB

Banjir Di Saat 436 Tahun Kota Medan Dan Rakernas APEKSI, Apa yang Sebenarnya Harus Dibanggakan?

Selasa, 30 Juni 2026 - 22:59 WIB

Peringati Hari Jadi Kota Medan ke-436, Massa DPN Gelar Renungan Suci di TMP

Selasa, 30 Juni 2026 - 00:43 WIB

Selamat Datang Peserta Rakernas APEKSI di Kota Medan, Semoga Warganya Bisa “Lepas” Dari Kemiskinan

Senin, 29 Juni 2026 - 17:40 WIB

Peringati Harganas ke-33, Wakil Bupati Tapanuli Tengah Tekankan Peran Keluarga sebagai Fondasi Menuju Indonesia Emas 2045

Tajuk Populer