Majalahceo id l Medan – Aliansi Masyarakat Peduli Buruh Indonesia (AMPIBI) memprotes keras skema pembiayaan pelatihan calon manajer Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih yang memakan biaya hingga Rp45 juta per peserta. Dari total anggaran tersebut, sekitar Rp30 juta dihabiskan untuk pelatihan dasar militer, sementara anggaran untuk pembelajaran koperasi hanya Rp15 juta.
AMPIBI menyoroti pemborosan dana negara dan minta di hentikan.
Dari total 35.476 peserta yang mengikuti pelatihan, negara diperkirakan dapat menghemat lebih dari Rp1 triliun apabila komponen latihan militer (latsarmil) dihapus dan anggarannya dialihkan penuh ke materi manajerial bisnis.Kritik Urgensi Pelatihan: DPR menilai ketangkasan fisik dan latihan ala militer tidak relevan dengan kebutuhan manajer koperasi yang bertugas mengelola tata kelola bisnis, keuangan, pemasaran, dan pemberdayaan masyarakat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
AMPIBI juga mendesak untuk menghentikan program pelatihan KDMP (Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih) muncul setelah adanya korban jiwa di kalangan peserta selama mengikuti Latihan Dasar Militer (Latsarmil) yang diselenggarakan oleh Kementerian Pertahanan dan TNI.
“Nyawa Putra putri bangsa, jangan di jadikan tumbal proyek negara, kita minta Stop Koperasi Desa Merah Putih,” ungkap Izhar Daulay, didampingi Johan Merdeka, Awaluddin Panez Rahmadsyah, Pingki, Rabu (1/7/2025)
Penyebab Utama Korban Jiwa: Beberapa peserta dilaporkan meninggal dunia akibat kondisi medis seperti heat stroke (sengatan panas) dan henti jantung (cardiac arrest) saat menjalani latihan fisik militer.
Rekomendasi Komnas HAM: Komnas HAM secara resmi meminta pemerintah menyetop program pembekalan dalam bentuk Latsarmil untuk calon manajer koperasi ini. Mereka menilai pelatihan militer tidak relevan dengan tugas pokok pengelolaan koperasi dan menuntut pemulihan hak bagi keluarga korban.











