Universitas Brawijaya Dalami Lima Aspek Strategis Penanganan DAS Citarum

- Jurnalis

Rabu, 15 Juli 2026 - 19:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dansatgas bersama Tim Fakultas Bio-Industri Pertanian dan Kehutanan Universitas Brawijaya, ( Dok - Foto )

Dansatgas bersama Tim Fakultas Bio-Industri Pertanian dan Kehutanan Universitas Brawijaya, ( Dok - Foto )

Majalah CEO | KABUPATEN BANDUNG, 15 Juli 2026 — Tim Fakultas Bio-Industri Pertanian dan Kehutanan Universitas Brawijaya melakukan kunjungan studi komparatif ke Taman Air Sektor 3 dan kawasan Situ Cisanti, Sektor 1 Satgas Citarum Harum, Kabupaten Bandung, Rabu (15/7/2026).

Kegiatan tersebut dilaksanakan untuk mendalami lima aspek utama penanganan DAS Citarum, yaitu manajemen DAS terintegrasi, pengendalian pencemaran dan kerusakan DAS, koordinasi multipihak, rehabilitasi lingkungan, serta partisipasi masyarakat. Rangkaian kunjungan meliputi peninjauan lapangan dan diskusi bersama Satgas Citarum Harum, perangkat daerah, pemerintah wilayah, kelompok tani, peternak, dan masyarakat.

Komandan Satgas Citarum Harum, Kolonel Inf Yanto Kusno Hendarto, S.H., menjelaskan bahwa DAS Citarum memiliki luas sekitar 11.323 kilometer persegi dan melintasi 13 kabupaten/kota di Jawa Barat. Sungai Citarum berperan penting sebagai sumber air baku bagi masyarakat dan industri, pendukung kegiatan pertanian, serta penggerak pembangkit listrik tenaga air.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di tengah besarnya manfaat tersebut, DAS Citarum masih menghadapi sejumlah persoalan, di antaranya lahan kritis, alih fungsi lahan, limbah domestik, limbah industri, limbah pertanian dan peternakan, sampah, serta sedimentasi. Kondisi itu menuntut penanganan yang terhubung dari wilayah hulu, tengah, hingga hilir.

“Penanganan Citarum tidak cukup dilakukan melalui perencanaan. Setiap rencana harus diterjemahkan menjadi kegiatan nyata di lapangan dengan melibatkan seluruh pihak sesuai peran dan kewenangannya,” kata Yanto.

Ia menambahkan bahwa kegiatan yang telah dijalankan mencakup pembersihan badan sungai, patroli sungai, pendataan saluran pembuangan atau outfall, penanganan lokasi rawan sampah, rehabilitasi lahan, serta komunikasi langsung dengan masyarakat dan pelaku usaha.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Jawa Barat menyampaikan bahwa peningkatan produksi susu segar dan pengembangan sapi perah harus diikuti dengan pengelolaan limbah ternak yang memadai.

BACA SELENGKAPNYA:  Kehadiran Empat ASN Aktif Pemkab Batubara Ikut Mendaftar Pada Pilkades Desa Pulau Rakyat Tua Tuai Sorotan Tajam

Menurutnya, kotoran sapi tidak boleh dibuang langsung ke saluran air maupun badan sungai. Limbah tersebut perlu diolah menjadi biogas, kompos, vermicomposting, pupuk organik padat, atau pupuk organik cair sehingga tidak menambah beban pencemaran sekaligus dapat memberikan nilai ekonomi bagi peternak.

Berdasarkan data yang disampaikan dalam kegiatan, sekitar 30 persen limbah kotoran sapi telah diolah, sedangkan sekitar 70 persen lainnya masih memerlukan penanganan. Karena itu, penguatan sarana pengolahan, pendampingan peternak, dan pengembangan pasar bagi produk hasil olahan menjadi bagian penting dalam penanganan limbah peternakan di wilayah hulu Citarum.

Camat Kertasari menambahkan bahwa pertanian dan peternakan merupakan mata pencaharian utama masyarakat di wilayahnya. Oleh sebab itu, upaya rehabilitasi lingkungan dan pengendalian pencemaran perlu dilakukan dengan tetap mempertimbangkan kondisi sosial ekonomi masyarakat.

Selama kunjungan, Tim Universitas Brawijaya memperoleh gambaran langsung mengenai pembagian wilayah kerja Satgas, pengendalian sumber pencemar, penanganan lahan kritis, pengelolaan limbah peternakan, serta pelibatan masyarakat dalam menjaga kawasan sungai.

Kegiatan ini juga menjadi ruang pertukaran pengalaman mengenai penerapan koordinasi multipihak yang melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, media, dan masyarakat. Pendekatan tersebut dinilai penting untuk memastikan setiap permasalahan memiliki penanggung jawab, sasaran, dan tindak lanjut yang jelas.

Melalui kunjungan ini, diharapkan terbangun pemahaman bersama mengenai pentingnya pengelolaan DAS secara terpadu, penguatan rehabilitasi kawasan hulu, pengendalian sumber pencemar, serta peningkatan peran masyarakat dalam menjaga keberlanjutan Sungai Citarum. Materi tersebut sejalan dengan fokus paparan kegiatan yang menempatkan integrasi pengelolaan DAS, kolaborasi multipihak, rehabilitasi lingkungan, dan partisipasi masyarakat sebagai dasar keberlanjutan penanganan Citarum.***

Sumber Berita: Satgas Citarum

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel majalahceo.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Juga

Pemkab Tapanuli Tengah Bersama BPJS Kesehatan Gelar Sosialisasi “PASTI JKN” Untuk Permudah Pemantauan Kepesertaan
Monumen Perjuangan Jadi Saksi, Polda Jabar Bersama Forkopimda Jabar Deklarasikan Komitmen Kebangsaan
Pangdam III Siliwangi Tinjau Situ Cisanti, Ajak Masyarakat Bersama Jaga Kelestarian Sungai Citarum
Sambut HUT Kemerdekaan RI ke 81, Polres Kebumen Bersihkan Asrama dan Jalan Sarbini
Ketua Satria NKRI Suprapto Acil Gama: Dirgahayu ke-81 Republik Indonesia
Diduga Atas Perintah Sekretaris DPRD Asahan, Sejumlah Oknum Sat Pol PP Larang Wartawan Meliput Paripurna DPRD Asahan
Bupati Tapteng Ikuti Pidato Presiden RI pada Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR dan DPD
Pemilik CV.Napogos Berkarya Jaya Taati Admistrasi

Baca Juga

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 09:33 WIB

Pemkab Tapanuli Tengah Bersama BPJS Kesehatan Gelar Sosialisasi “PASTI JKN” Untuk Permudah Pemantauan Kepesertaan

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 07:12 WIB

Monumen Perjuangan Jadi Saksi, Polda Jabar Bersama Forkopimda Jabar Deklarasikan Komitmen Kebangsaan

Jumat, 14 Agustus 2026 - 19:55 WIB

Pangdam III Siliwangi Tinjau Situ Cisanti, Ajak Masyarakat Bersama Jaga Kelestarian Sungai Citarum

Jumat, 14 Agustus 2026 - 18:02 WIB

Sambut HUT Kemerdekaan RI ke 81, Polres Kebumen Bersihkan Asrama dan Jalan Sarbini

Jumat, 14 Agustus 2026 - 17:55 WIB

Ketua Satria NKRI Suprapto Acil Gama: Dirgahayu ke-81 Republik Indonesia

Tajuk Populer