Majalahceo.id l Medan – Pedagang Pusat Pasar Medan diminta menunda pembayaran kontribusi kepada PUD Pasar Medan sebelum adanya perbaikan sarana- prasarana (sarpras) di Pasar Pusat Pasar Medan.
Ketua Forum Pedagang Pasar tradisional Kota Medan Dedi Harvei Sahari menegaskan hal itu saat acara Mimbar Bebas jilid 2 di Pasar Pusat Pasar Medan, Senin (3/8/2026).
Aksi Mimbar bebas itu mendapat perhatian dari pedagang dan pengunjung serta mendapat pengawalan ketat dari belasan petugas kepolisian.
Dedi didampingi Sekjen Forum Pedagang Pasar tradisional M. Rasid Ridho Nasution dan Kordinator Lapangan Ibnu Khaldun menjelaskan, sampai saat ini belum ada kinerja Dirut PUD Pasar Medan memperbaiki Sarpras Pasar Pusat Pasar Medan yang saat ini rusak Seperti Lantai III yang bocor, AC yang rusak dan kabel listrik yang kondisinya sudah memprihatinkan dan rawan picu kebakaran.
Anehnya, bukan Pasar Pusat Pasar yang menyumbang PAD terbesar yang diperhatikan, malah Pasar Petisah yang diberikan perhatian khusus.
“Kita terus melakukan aksi dan kontrol sosial sampai perbaikan Sarpras di Pasar Pusat Pasar Medan ini benar-benar disahuti,” tegas Dedi yang juga Presidium Garuda Merah Putih Sumut.
Menurutnya, Dirut PUD Pasar Medan AR, tidak ada inovasi dalam bekerja dan perlu mendapat teguran keras dari Wali Kota Medan kalau perlu menggantinya dengan lebih baik dan mampu untuk mengembangkan pasar tradisional di Kota Medan.
Kalau AR ini, untuk berkoordinasi dengan pedagang saja enggan, apalagi memikirkan nasib pedagang yang saat ini kekurangan daya beli dan menurunnya omzet pedagang.
Jadi, kita sebagai penyumbang kontribusi terbesar di Pasar Pasar Pusat Pasar Medan, harus menyatakan sikap menunda pembayaran kontribusi agar lebih diperhatikan lagi.
Dia juga menyebutkan, pesan Wali Kota Medan Rico Waas yang dalam saat acara pelantikan para Direksi PUD Pasar mengembangkan pasar tradisional ni nyatanya tidak dijalankan dan berjalan di tempat.
Saat aksi Mimbar bebas berakhir, tidak terlihat utusan atau Direksi yang datang memberikan penjelasan sampai aksi itu membubarkan diri dengan tertib.
Sementara informasi yang diperoleh, aksi Mimbar bebas ini akan dilanjutkan dengan aksi ke kantor walikota Medan Senin depan dan pedagang akan menutup kiosk nya selama 1 hari.
Di harapkan agar pedagang pedagang yang ada di pasar tradisional milik pemko Medan bergabung di hari senin yang akan datang guna meminta walikota Medan mencopot Dirut PUD Pasar Kota Medan.











