Aktifis Johan Merdeka Tak Punya Desil, BPS Anggaran Besar, Sensus Berantakan Dan Kacau Balau

- Jurnalis

Kamis, 17 September 2026 - 12:03 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🤝 Ayo Dukung Jurnalis Kritis dan Obyektif
+ Dukung

Johan Merdeka Aktifis Sumatera Utara (Dok-Foto)

Johan Merdeka Aktifis Sumatera Utara (Dok-Foto)

Majalahceo.id l Medan – “sensus berantakan” atau “desil kacau balau” merujuk pada fenomena kegagalan akurasi data kemiskinan dan kesejahteraan sosial yang dikeluarkan oleh pemerintah.

Kondisi ini menjadi sorotan tajam publik menyusul banyaknya warga miskin atau berpenghasilan rendah yang secara tiba-tiba diklasifikasikan ke dalam kelompok ekonomi atas (desil tinggi) pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Johan Merdeka Aktifis Sumatera Utara yang pernah menjadi Caleg PSI mengaku dirinya tak punya Desil.

“Awak gak punya Desil, gak pernah dapat bantuan sama sekali dari pemerintah, mungkin mau di buat pemerintah Desil 10 bang,” ungkapnya (17/9/2026)

Akibat kekacauan data ini, jutaan masyarakat rentan terancam atau telah kehilangan hak bantuan sosial (bansos), seperti Program Keluarga Harapan (PKH), BPJS Kesehatan gratis, hingga penolakan subsidi pendidikan seperti KIP Kuliah.

Mengapa Disebut “Kacau Balau”?Istilah ini mencuat karena adanya jurang pemisah yang besar antara data statistik di atas kertas dengan realita di lapangan.

Contoh kasus yang memicu protes meliputi:Salah Sasaran Ekstrem (Exclusion & Inclusion Error): Pekerja sektor informal, buruh harian, guru honorer bergaji rendah, bahkan tukang becak tercatat masuk ke dalam Desil 8, 9, atau 10 (yang artinya mereka dianggap sebagai 20–30% kelompok masyarakat paling sejahtera/kaya).

Dampak Kebijakan yang Keliru: Karena data desil ini juga digunakan untuk membatasi subsidi (seperti pembatasan BBM bersubsidi), warga yang sebenarnya tidak mampu terancam terjerat beban ekonomi yang lebih berat.

Penyebab Utama Masalah Desil Menurut Pengamat & PemerintahMetodologi yang Dipaksakan: Ekonom dan lembaga riset menilai formula atau metodologi yang digunakan BPS untuk mengukur tingkat kesejahteraan kurang akurat dan cenderung dipaksakan untuk mencetak statistik “angka kemiskinan turun”.

Data Belum Mutakhir (Outdated): Banyak indikator keluarga yang belum diperbarui secara berkala, sehingga perubahan status ekonomi riil tidak tercatat dengan baik.

Variabel Peringkat Relatif: Sistem desil mengukur kesejahteraan secara komparatif. Jika ada wilayah lain yang mengalami penurunan ekonomi drastis (misal akibat bencana), maka desil warga di wilayah lain otomatis akan naik di sistem, meskipun pendapatan mereka tidak bertambah.

Apa yang Sedang Dilakukan Pemerintah?Menanggapi protes massal ini, pemerintah mengambil beberapa langkah darurat:

Kucuran Anggaran Tambahan: Kementerian Keuangan telah menggelontorkan anggaran hingga Rp7 triliun kepada BPS untuk membenahi DTSEN dan menyinkronkannya dengan Sensus Ekonomi.

Penyediaan Kanal Sanggahan: Masyarakat yang data desilnya tidak sesuai diimbau untuk melakukan sanggahan secara mandiri melalui aplikasi Cek Bansos milik Kemensos, situs resmi DTSEN BPS, atau melaporkannya ke kelurahan melalui operator SIKS-NG.

Follow WhatsApp Channel majalahceo.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

LINI MASA

7 Bulan Beroperasi Menyalahi Jukhnis, Perda Dan Perwal, Satpol PP Di Minta Segel dan Bongkar Bangunan SPPG Sunggal 2 Kota Medan
DPN Dan AMTOL MBG SPPG Sunggal 2 Geruduk KPPG Kota Medan Minta Copot Donal Simanjuntak Di Nilai Gagal
Demo Copot Kepsek SMAN 1 Medan Di Kantor Disdik Sumut Berujung Ricuh, Pendemo Perempuan Tak Sadarkan Diri
Di Duga Langgar SPPL, Di Temukan Sampah Berserak, DLH Di Minta Sidak Dan Periksa Garpoo Cafe Jalan Sutomo Kota Medan
Kades Helvetia Akhirnya Mengeluarkan Surat Pembatalan Atas Surat Pernyataan Pemasangan Tanda Batas Dan Persetujuan Pemilik Yang Sebelumnya Telah Ditandatangani
Bantuan Beras Bulog Diberikan kepada 379 Penerima Manfaat di Desa Buayan, Kades Soroti Ketepatan Data
Satu Tahun Di Robohkannya Masjid AL Iqra’ Eks ITM Jalan Gedung Arca Kota Medan, Polisi Di Minta Tangkap Dan Penjarakan Pelaku
Harga Ayam Meroket, Satgas Pangan, TPID Dan UPTD Perlindungan Konsumen Mati Suri, Mafia Kartel Pangan Menari – Nari Diatas Penderitaan Rakyat

Komentar

LINI MASA

Kamis, 17 September 2026 - 12:03 WIB

Aktifis Johan Merdeka Tak Punya Desil, BPS Anggaran Besar, Sensus Berantakan Dan Kacau Balau

Kamis, 17 September 2026 - 08:24 WIB

7 Bulan Beroperasi Menyalahi Jukhnis, Perda Dan Perwal, Satpol PP Di Minta Segel dan Bongkar Bangunan SPPG Sunggal 2 Kota Medan

Rabu, 16 September 2026 - 22:37 WIB

DPN Dan AMTOL MBG SPPG Sunggal 2 Geruduk KPPG Kota Medan Minta Copot Donal Simanjuntak Di Nilai Gagal

Rabu, 16 September 2026 - 21:00 WIB

Demo Copot Kepsek SMAN 1 Medan Di Kantor Disdik Sumut Berujung Ricuh, Pendemo Perempuan Tak Sadarkan Diri

Rabu, 16 September 2026 - 06:40 WIB

Di Duga Langgar SPPL, Di Temukan Sampah Berserak, DLH Di Minta Sidak Dan Periksa Garpoo Cafe Jalan Sutomo Kota Medan

TAJUK HARI INI