165 Hektar Lahan Baku Sawah Ditanami Jagung Serentak oleh Petani Bersama Polda Jabar

- Jurnalis

Rabu, 16 September 2026 - 17:00 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🤝 Ayo Dukung Jurnalis Kritis dan Obyektif
+ Dukung

Polda Jawa Barat (Jabar) mengolah Lahan Baku Sawah (LBS) seluas 165,53 Ha menjadi pertanian jagung di musim kemarau. Salah satunya di Desa Mekarwaru, Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat,( Dok - Foto )

Polda Jawa Barat (Jabar) mengolah Lahan Baku Sawah (LBS) seluas 165,53 Ha menjadi pertanian jagung di musim kemarau. Salah satunya di Desa Mekarwaru, Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat,( Dok - Foto )

Majalah CEO | Indramayu (16/09) Polda Jawa Barat (Jabar) mengolah Lahan Baku Sawah (LBS) seluas 165,53 Ha menjadi pertanian jagung di musim kemarau. Salah satunya di Desa Mekarwaru, Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

Petani yang biasanya gigit jari saat musim kemarau tiba karena kesulitan air, kini tersenyum lebar karena bisa menanam jagung. Terlebih, mereka diberi bantuan pupuk, bibit hingga irigasi air untuk pertanian.

“Banyak bantuannya, ada mesin pompa, bibit, pupuk ya macem-macem, mesin pipil,” ujar Dede Istari, petani wanita di lokasi tersebut, Rabu, (16/09/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Senyum mereka semakin sumringah, karena mendapat bantuan 300kg pupuk NPK, 2 ton pupuk urea, 500kg pupuk nitrea, 500kg pupuk phonska, mesin pipil jagung hingga sembako. Kepala pun tak pusing lagi mencari bibit hingga pupuk, karena sudah disediakan oleh Polda Jabar.

Apalagi, seluruh keuntungan panen jagung, bisa dikelola sendiri oleh Gapoktan demi kesejahteraan mereka dan menambah luasan tanam.

Mereka berharap, Polri bisa terus membantu agar kesejahteraan petani Indramayu bisa meningkat, terutama kemudahan mendapatkan pupuk hingga bibit unggul.

“Bantuannya bibit, sama pupuk, sama alat penggiling jagung juga, bantuan sembako juga ada. Sistem kerjasamanya enak sebenernya, petani dikasih fasilitas air, bibit, petani tinggal nanem aja gitu,” ucap Sakimin, Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Jaya 6 Mekarwaru, dilokasi, Rabu, (16/09/2026).

Penanaman jagung serentak di LBS diseluruh wilayah hukum Polda Jabar itu tentu membuat banyak pertanyaan, seperti mengapa polisi sekarang sibuk menanam jagung hingga bawang, seperti kurang kerjaan. Polri memastikan apa yang dilakukannya, sebagai salah satu cara menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Karena salah satu faktor kejahatan muncul disebabkan oleh sulitnya mencari lapangan pekerjaan hingga ekonomi.

“Di polisi modern itu kita harus mampu mengelola Kamtibmas, terutama di ambang gangguan, agar tidak terjadi kejahatan faktual. Terutama agar masyarakat tidak lapar, ada pendapatan,” ujar Karo SDM Polda Jabar, Kombes Pol Fadly Samad, dilokasi yang sama, Rabu, (16/09/2026).

Kehadiran polisi bersama masyarakat maupun petani juga untuk memastikan ketersediaan pupuk hingga bibit, kemudian menghapus tengkulak. Karena panen jagung mereka sudah pasti diserap oleh Bulog dengan harga pasaran.

Polri juga hadir memberikan solusi ketika petani sawah tadah hujan ingin menanam jagung hingga membantu pencarian modal usaha.

“Ada kendala modal, solusi kita bekerjasama dengan Himbara, bank rakyat, KUR. Polisi hadir bukan meminjam uang, tapi memastikan uang yang dipinjam untuk menanam, buat bertani,” ujar Kabag Binkar Biro SDM Polda Jabar, AKBP Condro Sasongko, dilokasi yang sama, Rabu, (16/09/2026).

Polri, khususnya Polda Jabar, ingin terus memperluas lahan pertanian agar semakin banyak masyarakat yang belum memiliki pekerjaan bisa menjadi petani dan mendapatkan pekerjaan. Tentunya, nanti akan diberi pendampingan hingga bantuan pupuk maupun bibit.

“Kita gandeng penyuluh pertanian jagung untuk mendampingi. Nanti lahannya dipetakan, supaya masyarakat yang tidak bekerja bisa bekerja, agar mereka tidak rugi dan masyarakat sejahtera,” jelas kandidat doktor di Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA) Semarang.

Menurut mantan Kapolres Serang 2024-2026 itu, penanaman jagung di Indramayu sebagai salah satu langkah Polda Jabar mendukung program ketahanan pangan pemerintah, sekaligus mensejahterakan petani dan menjauhkan mereka dari para tengkulak.

Bagi buruh tani yang tidak memiliki lahan, nanti akan dicarikan tanahnya, bekerjasama dengan PTPN, perhutani maupun pihak swasta.

“Jadi polisi bukan menanam jagung, tapi memastikan program pemerintah jalan bekerjasama dengan gapoktan, kepastian petani menanam ini tidak rugi, kan itu ada tengkulak, petani tidak merugi,” terangnya.

Perwira menengah yang sebentar lagi akan menyandang doktor dari Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA) Semarang itu menjelaskan bahwa, ketahanan pangan tidak hanya berbicara tentang swasembada pangan saja, namun kesinambungan antara masyarakat dengan keamanan dan ketertiban.

Lahan baku sawah yang biasa ditanami padi saat musim hujan saja, kini bisa ditanami jagung yang menjadi sumber pendapatan masyarakat.

“Spektrum pemolisian modern salah satunya mampu mengelola dan mengantisipasi Potensi gangguan diantaranya Masalah perut yang bisa memicu timbulnya gangguan nyata berupa ancaman faktual berupa kejahatan, dan salah satunya adalah memfasilitasi petani untuk bertanam jagung,” jelasnya.

Sumber Berita: Redaksi

Follow WhatsApp Channel majalahceo.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

LINI MASA

Dinkes Tapanuli Tengah dan 25 UPT Puskesmas Rutin Bagikan Masker Gratis Selama Kabut Asap
Buka Kick-Off Meeting Kemendagri, Wabup Mahmud Efendi Tegaskan Penegasan Batas Desa Kunci Utama Pembangunan Tapteng
Dorong Ekonomi Kreatif, Dekranasda Tapteng dan Persit Kodim 0211/TT Kolaborasi Kembangkan Kerajinan Khas Daerah
Berikan Kepastian Hukum 247 Tenaga Kesehatan, Pemkab Tapteng Serahkan SK Pegawai BLUD Puskesmas
Pemerintah Desa Lumut Nauli Laksanakan Rembuk Stunting, Wujudkan Komitmen Bersama Cegah Stunting Melalui Dana Desa Tahun Anggaran 2026
Dinas Kesehatan Tapteng Gelar Inspeksi Kesehatan Produksi Tempe di Lapas Kelas IIA Sibolga
Antisipasi Asap Karhutla, Dinkes Tapanuli Tengah Bagikan Masker dan Siagakan Seluruh Puskesmas
Ketum PWDPI Kukuhkan Pengurus DPW dan DPC Se-Jawa Tengah, Tekankan Profesionalisme Wartawan

LINI MASA

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:49 WIB

Dinkes Tapanuli Tengah dan 25 UPT Puskesmas Rutin Bagikan Masker Gratis Selama Kabut Asap

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:43 WIB

Buka Kick-Off Meeting Kemendagri, Wabup Mahmud Efendi Tegaskan Penegasan Batas Desa Kunci Utama Pembangunan Tapteng

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:36 WIB

Dorong Ekonomi Kreatif, Dekranasda Tapteng dan Persit Kodim 0211/TT Kolaborasi Kembangkan Kerajinan Khas Daerah

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:31 WIB

Berikan Kepastian Hukum 247 Tenaga Kesehatan, Pemkab Tapteng Serahkan SK Pegawai BLUD Puskesmas

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:13 WIB

Pemerintah Desa Lumut Nauli Laksanakan Rembuk Stunting, Wujudkan Komitmen Bersama Cegah Stunting Melalui Dana Desa Tahun Anggaran 2026

TAJUK HARI INI