MajalahCeo.id I Tapteng (Sumut) – Pandan – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapanuli Tengah (Tapteng) melalui Dinas Koperasi dan UKM menegaskan komitmennya untuk mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat pasca bencana. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Koperasi dan UKM Tapteng, Erman Syahrin Lubis, S.Sos, MAP, dalam acara Peningkatan Kapasitas Wirausaha Terdampak Bencana Regional II Sumatera Utara yang diselenggarakan oleh Kementerian UMKM di PIA Hotel Pandan, Kamis 29 Oktober 2026.
Kegiatan ini diikuti sebanyak 468 pelaku UMKM dari lima kabupaten/kota, yakni Kabupaten Tapanuli Tengah, Kabupaten Tapanuli Utara, Kota Sibolga, Kabupaten Humbang Hasundutan, dan Kabupaten Pakpak Bharat. Pelatihan dibagi ke dalam tiga lokasi khusus untuk mengoptimalkan materi, yaitu Kelas Pembiayaan di PIA Hotel Pandan, Kelas Akses Pasar di Hotel Hasian, dan Kelas Produksi di STPK Matauli Pandan.
Dalam sambutannya, Erman Syahrin Lubis menyampaikan bahwa bencana membawa dampak signifikan bagi keberlangsungan usaha warga, mulai dari kerusakan fisik hingga penurunan modal.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Ketika bencana terjadi, tidak sedikit pelaku usaha yang menghadapi kerusakan tempat usaha, kehilangan peralatan produksi, penurunan ekonomi, serta terhambatnya kegiatan produksi dan pemasaran,” kata Erman.
Ia menegaskan bahwa pemulihan UMKM merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan pendekatan holistik, tidak sekadar bantuan darurat.
“Pemulihan tidak cukup hanya dengan memberikan bantuan, tetapi juga harus diikuti dengan pendampingan dan pelatihan permodalan dan akses pasar, serta dukungan agar para pelaku UMKM dapat kembali menjalankan usahanya secara berkelanjutan,” ujarnya.
Sebagai langkah konkret, Pemkab Tapteng terus mendorong pembinaan dan pendampingan yang disesuaikan dengan kebutuhan para pelaku usaha di lapangan, termasuk menghadirkan layanan pendampingan khusus.
“Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah melalui Dinas Koperasi dan UKM terus berupaya mendorong kebangkitan para pelaku UMKM melalui pembinaan, pendampingan, serta fasilitasi pemulihan usaha sesuai dengan kebutuhan program yang tersedia. Salah satu upayanya adalah melalui penguatan layanan pendampingan, termasuk Klinik UMKM Bangkit, sebagai wadah informasi, konsultasi, dan pendampingan,” tambahnya.
Erman juga memberi motivasi kepada seluruh peserta agar tetap optimistis dan beradaptasi dengan tantangan pasca bencana.
“Kepada seluruh Pelaku UMKM yang terdampak bencana, kami menyampaikan bahwa pemerintah hadir untuk terus berupaya mendukung proses pemulihan sesuai dengan kewenangan dan program yang tersedia. Kami mengajak Bapak dan Ibu untuk tetap semangat, terus berinovasi, meningkatkan kualitas produk, serta memperkuat jejaring usaha,” tutupnya.
Rangkaian acara ini turut menghadirkan sejumlah narasumber ahli di bidang keuangan dan perbankan, antara lain :
Amri Anafi (Asisten Manajer Divisi Pengawasan Perilaku PUJK, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK Provinsi Sumatera Utara) – Materi : Penguatan Literasi dan Kesiapan Keuangan Usaha Melalui Pencatatan Keuangan Digital dan Pemahaman SLIK.
Sindy Br Tarigan (Konsultan Pengembangan UMKM KPw Bank Indonesia Sibolga) – Materi : Pengelolaan Keuangan Usaha dan Pengenalan Fitur Pencatatan SIAPIK.
Josua Sloane (Senior Vice President of MSME) – Materi : Akses Pembiayaan untuk Mendukung Pemulihan UMKM Terdampak Bencana.
Josua Viktor Parasian Hutapea (Pemimpin Seksi Konsumer dan Dana Bank Sumut KC Pandan) – Materi : Perluasan Wawasan Akses Pembiayaan dan Solusi Perbankan untuk Mendukung Pemulihan UMKM Terdampak Bencana.
Turut hadir perwakilan dari Dinas Koperasi Provinsi Sumatera Utara, Dinas Koperasi Kota Sibolga, Dinas Koperasi Kabupaten Tapanuli Utara, Dinas Koperasi Kabupaten Pakpak Bharat, Dinas Koperasi Kabupaten Humbang Hasundutan, para Pelaku UMKM, serta jajaran tamu undangan lainnya.

















Komentar