Pemko dan DPRD Medan Kompak Hamburkan Uang Rakyat Di The Hill Sibolangit Di Saat Warga Miskin Lansia Petisah Tengah Tak Dapat Bantuan

- Jurnalis

Selasa, 4 Agustus 2026 - 22:56 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🤝 Ayo Dukung Jurnalis Kritis dan Obyektif
+ Dukung

Pemko dan DPRD Medan Kompak Hamburkan Uang Rakyat Di The Hill Sibolangit Di Saat Warga Miskin Lansia Petisah Tengah Tak Dapat Bantuan (Dok-Foto)

Pemko dan DPRD Medan Kompak Hamburkan Uang Rakyat Di The Hill Sibolangit Di Saat Warga Miskin Lansia Petisah Tengah Tak Dapat Bantuan (Dok-Foto)

Majalahceo.id l Medan – Ketua DPRD Medan Wong Cun Sen secara resmi menutup Rapat Kerja (Raker) DPRD Medan dalam rangka penyusunan program kerja 2027 di The Hill Hotel Resort Sibolangit pada Selasa (4/8/2026) sore.

Koloborasi Lembaga Investigasi Aktifis dan Media Sumatera Utara (Kolega Sumut) megatakan bahwa Kolega memberikan Kritik tajam terhadap kegiatan rapat pejabat Pemko Medan di hotel mewah (seperti di kawasan Sibolangit) di tengah keluhan warga miskin dan lansia yang belum mendapatkan bantuan sosial.

Kolega Sumut menyoroti penyerapan anggaran untuk kegiatan luar kota atau fasilitas hotel mewah oleh birokrasi saat sebagian warga kurang mampu di daerah seperti Ibu Halimah yang sudah berumur 77 Tahun yang merasa terabaikan dari daftar bansos dan tidak pernah mendapat bantuan Lansia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Persoalan Data Bansos: Kendala penyaluran seringkali dikaitkan dengan perubahan data atau kategori sistem pendataan (seperti indikator Regsosek/desil) yang membuat sebagian warga atau lansia rentan tidak tercatat sebagai penerima hak.

Bukan malah menghindari pemborosan anggaran, Pemko Medan dan DPRD Medan malah kompak menghamburkan uang rakyat menggelar perjalanan dinas, rapat yang berulang, serta belanja makan dan minum yang dinilai terlalu besar dan tidak produktif di Hotel Mewah di The Hill Sibolangit padahal Menteri Dalam Negeri meminta seluruh gubernur, bupati, dan wali kota untuk memperketat efisiensi belanja, menghindari pemborosan anggaran, serta menyisir program yang tidak perlu dalam penyusunan APBD.

Langkah ini dilakukan di tengah masalah defisit anggaran di sejumlah daerah serta instruksi penghematan dari pemerintah pusat.

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mendorong para kepala daerah untuk melakukan efisiensi anggaran pada 2027.

“Jadi kalau untuk tahun 2027, ya, saya tetap mendorong kepala daerah-daerah untuk melakukan efisiensi,” kata Tito Karnavian di Menara Bidakara, Senin (3/7/2026).

Tito mengatakan, berdasarkan temuannya di lapangan, masih terdapat sejumlah pemborosan anggaran di tingkat pemerintah daerah.

Pemborosan itu antara lain terjadi pada belanja operasional pegawai, anggaran pemeliharaan dan perawatan, serta belanja makanan dan minuman yang dinilai berlebihan.

“Perjalanan dinas yang banyak, rapat yang enggak perlu, yang cukup disederhanakan bahkan yang cukup dengan Zoom meeting misalnya. Nah ini yang harus perawat, perawatan dibuat tinggi, pemeliharaan itu. Padahal enggak segitu,” jelas Tito.

Oleh karena itu, Tito meminta kepala daerah lebih teliti dalam menyusun dan membedah anggaran.

Ia juga mengimbau kepala daerah mempelajari pengelolaan keuangan daerah agar tidak sepenuhnya bergantung pada jajaran birokrat di bawahnya.

“Nah ini, saya minta kepada kepala daerah lakukan dulu. Jangan mau dibohongin sama Sekda, Bappeda, bagian keuangan, kepala bagian umum, macam-macam. Dan juga OPD yang bikin macam program-program yang enggak perlu,” kata Tito.

Tito melanjutkan, pemerintah pusat juga tidak akan serta merta mengabulkan permintaan kepala daerah untuk menaikkan Dana Alokasi Umum (DAU).

“Saya enggak mau dibohongin sama kepala daerah. Kalau kita bilang wah DAU dibuka berarti kita tinggal minta itu saja. No way. Kita enggak akan bodoh-bodoh. Staf saya itu pernah rata-rata jadi Pj Gubernur, Pj Walikota, Bupati,” kata Tito.

Tito mengatakan, Kemendagri akan menurunkan tim untuk mengaudit daerah yang mengajukan penambahan DAU. Audit tersebut dilakukan untuk memastikan pemerintah daerah benar-benar telah melakukan efisiensi anggaran sebelum meminta tambahan dana. “Kalau ada yang menyatakan ‘Pak kami top up DAU, kami enggak punya uang’, fine, kita akan turun. Efisiensi sudah lakukan enggak, kita bedah. Jangan sampai nanti dipermalukan,” kata dia.

Follow WhatsApp Channel majalahceo.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

LINI MASA

AMARA Sumut Geruduk Kejatisu, Minta Periksa Bupati Karo Terkait Dugaan Konflik Kepentingan Di Balik CSR Rp 4,4 miliar Dalam 92 Program
Di Duga Langgar HAM Dan Langgar SOP Dalam Pengamanan Unras, Tindakan Represif Satpam Disdikbud Sumut Hingga Buat Pendemo Perempuan Tak Sadarkan Diri
Transaksi dan Ekosistem Digital Terus Tumbuh, Bank Mandiri Region I Jaga Kinerja Solid
Aktifis Johan Merdeka Tak Punya Desil, BPS Anggaran Besar, Sensus Berantakan Dan Kacau Balau
7 Bulan Beroperasi Menyalahi Jukhnis, Perda Dan Perwal, Satpol PP Di Minta Segel dan Bongkar Bangunan SPPG Sunggal 2 Kota Medan
DPN Dan AMTOL MBG SPPG Sunggal 2 Geruduk KPPG Kota Medan Minta Copot Donal Simanjuntak Di Nilai Gagal
Demo Copot Kepsek SMAN 1 Medan Di Kantor Disdik Sumut Berujung Ricuh, Pendemo Perempuan Tak Sadarkan Diri
Di Duga Langgar SPPL, Di Temukan Sampah Berserak, DLH Di Minta Sidak Dan Periksa Garpoo Cafe Jalan Sutomo Kota Medan

LINI MASA

Jumat, 18 September 2026 - 15:39 WIB

AMARA Sumut Geruduk Kejatisu, Minta Periksa Bupati Karo Terkait Dugaan Konflik Kepentingan Di Balik CSR Rp 4,4 miliar Dalam 92 Program

Jumat, 18 September 2026 - 12:46 WIB

Di Duga Langgar HAM Dan Langgar SOP Dalam Pengamanan Unras, Tindakan Represif Satpam Disdikbud Sumut Hingga Buat Pendemo Perempuan Tak Sadarkan Diri

Kamis, 17 September 2026 - 17:32 WIB

Transaksi dan Ekosistem Digital Terus Tumbuh, Bank Mandiri Region I Jaga Kinerja Solid

Kamis, 17 September 2026 - 12:03 WIB

Aktifis Johan Merdeka Tak Punya Desil, BPS Anggaran Besar, Sensus Berantakan Dan Kacau Balau

Kamis, 17 September 2026 - 08:24 WIB

7 Bulan Beroperasi Menyalahi Jukhnis, Perda Dan Perwal, Satpol PP Di Minta Segel dan Bongkar Bangunan SPPG Sunggal 2 Kota Medan

TAJUK HARI INI