Majalahceo.id l Medan – DPN (Dewan Peduli Negeri) melakukan Aksi unjuk rasa atau “geruduk” kantor Dishub Kota Medan terkait dugaan Korupsi.
DPN mendesak pengusutan temuan kasus dugaan korupsi, menuntut transparansi hukum
Pendemo Meminta aparat penegak hukum memeriksa pejabat publik yang diduga terlibat dalam dugaan Korupsi di tubuh Dishub Kota Medan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Reza Nasution meminta Kadis Perhubungan Kota Medan untuk menerima aksi demo mereka, namun yang menerima aksi demo mereka ada Sekretaris hingga Kabid
“Kami mau Kadis yang menerima kami, oleh karena itu besok kami akan membawa massa lebih besar lagi,” ungkapnya, Selasa (11/8/2026)
Dalam tuntutannya, DPN menyoroti persoalan dugaan korupsi Lampu Jalan, Retribusi Parkir yang tidak pernah mencapai PAD, serta rekomendasi tutup Ekspedisi pukat II yang tidak dilaksanakan Walikota Medan karena banyak kontainer dan truk bongkar muat di kawasan tersebut.
DPN juga menyoroti kemacetan dan parkir berlapis yang marak terjadi di Kota Medan.
Bahkan seorang pendemo perempuan menangis karena di duga mendapat dugaan kekerasan verbal menyakiti hatinya dengan kata kata karena kesmedi Kabid Parkir Dishub Kota Medan mengeluarkan kalimat yang menurutnya menyakiti hatinya sebagai perempuan saat menyampaikan aspirasi.
Pendemo sempat membakar ban karena Kadis juga tidak menemui mereka dan aspirasi mereka mendapat jalan buntu karena ulah kesmedi yang di duga arogan saat menerima aksi pendemo.
Karena Kadishub Kota Medan tak juga menemui peserta aksi, akhirnya pendemo pun membubarkan diri.










