Warga Miskin Menjerit, Aktifis Buruh Sumut Ini Akan Bawa Persoalan Warga Terdampak Tembok City View Ke Istana Melalui Said Iqbal Penasehat Presiden

- Jurnalis

Kamis, 13 Agustus 2026 - 00:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga Miskin Menjerit, Aktifis Buruh Sumut Ini Akan Bawa Persoalan Warga Terdampak Tembok City View Ke Istana Melalui Said Iqbal Penasehat Presiden (Dok-Foto)

Warga Miskin Menjerit, Aktifis Buruh Sumut Ini Akan Bawa Persoalan Warga Terdampak Tembok City View Ke Istana Melalui Said Iqbal Penasehat Presiden (Dok-Foto)

Majalahceo.id l Medan – Subagio Aktivis buruh yang juga Kader Partai Buruh Sumatera Utara dan elemen masyarakat akan terus menyuarakan tekanan ekonomi yang dihadapi rakyat kecil, terutama warga terdampak Tembok City View dan berencana membawa persoalan kesejahteraan, dan beban hidup warga miskin langsung kepada Presiden melalui Said Iqbal Penasehat Presiden di Istana Jakarta.

Dirinya akan menyampaikan aspirasi dan tuntutan kebijakan langsung ke istana guna mendorong langkah redistribusi kekayaan dan keadilan sosial.

“Kami akan menyuarakan kesulitan ekonomi rakyat kecil dan kelompok rentan di Lampu satu Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Medan Maimun Kota Medan, warga terdampak Bangunan Tembok City di tengah mahalnya biaya hidup, serta embawa isu ketimpangan sosial, perlindungan buruh, serta desakan kebijakan pro-rakyat ke tingkat kepresidenan,” ungkapnya, Kamis (13/8/2026)

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dirinya juga meminta jangan ada Intimidasi terhadap Warga Lampu satu karena mereka hanya mencari keadilan dan menyurakan penderitaan yang mereka alami akibat dampak bangunan tembok City View yang sudah jelas bahwa rekomendasi DPRD Kota Medan meminta kepada Walikota Medan untuk membongkar bangunan tembok tersebut.

Sebelumnya, belasan emak-emak di Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Medan Maimun, Kota Medan, Sumatera Utara, mengibarkan bendera Merah Putih setengah tiang sebagai bentuk protes terhadap banjir menahun yang mereka alami.

Aksi tersebut dilakukan di depan rumah warga yang berada di bantaran Sungai Deli pada Senin (10/8/2026) sore.

Bendera Merah Putih dipasang pada sebatang bambu yang ditancapkan ke batang pohon. Setelah itu, belasan emak-emak tersebut berdiri membentuk gestur hormat kepada bendera, diikuti sejumlah anak-anak mereka. Warga yang ikut dalam aksi tersebut, Imah (39), mengatakan pengibaran bendera setengah tiang dilakukan karena warga merasa keluhan mereka terkait banjir belum mendapat perhatian pemerintah.

BACA SELENGKAPNYA:  Pemkab Tapteng Raih Opini WTP, Wabup Mahmud Efendi Serahkan Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD TA 2025 ke DPRD

“Pengibaran bendera setengah tiang ini dilakukan karena kami merasa hak-hak kami itu belum dipenuhi. Kami sudah berapa kali ke kantor DPR, ikut RDP, tapi keluh kesah kami di situ tidak didengar,” kata Imah kepada Kompas.com, Selasa (11/8/2026).

Menurut Imah, banjir menjadi persoalan yang terus berulang bagi warga yang tinggal di bantaran Sungai Deli. Ketinggian air bahkan disebut bisa mencapai atap rumah. Rumah milik Imah juga terdampak banjir setiap tahun. Sebagian bangunan rumahnya rusak akibat tergerus arus sungai.

Ia menduga kondisi tersebut semakin parah sejak pembangunan tembok di dekat bantaran Sungai Deli.

“Dengan dibangunnya tembok salah satu perumahan elit, pemukiman kami jadi sering banjir. Habis itu tanah di samping rumah kami mengalami abrasi atau longsor. Kami demo-demo ini sudah lama, tapi tidak pernah didengar,” ujarnya.

Imah mengatakan, sebelum tembok tersebut dibangun, banjir tidak terjadi sesering sekarang. Menurut dia, banjir sebelumnya hanya terjadi sekitar 10 tahun sekali. Namun kini, banjir disebut menjadi persoalan tahunan yang mengancam rumah warga.

“Waktu kami ke kantor DPR, katanya tembok itu mau dibongkar. Tapi ternyata sampai detik ini tembok itu belum juga dibongkar,” keluhnya.

Ia berharap pemerintah membongkar tembok tersebut atau membangun tanggul di sepanjang bantaran sungai dekat permukiman warga agar rumah mereka tidak kembali terendam. Bukan Bentuk Penghinaan.

Warga lainnya, Manalu, mengatakan aksi pengibaran bendera setengah tiang dilakukan secara spontan sebagai bentuk kekecewaan kepada pemerintah. Ia menegaskan aksi tersebut bukan bentuk penghinaan terhadap negara maupun bendera Merah Putih.

“Pengibaran bendera setengah tiang itu bukan maksud kami untuk menghina. Bukan menghina negara ini, bukan. Kami cuma menyampaikan keluhan kami sama pemerintah kenapa diabaikan masyarakat di sini,” ujar Manalu.

BACA SELENGKAPNYA:  PANDAWA LIMA Siap Kawal Pemerintahan Presiden RI Prabowo Subianto Sampak Akhir

Menurut Manalu, sedikitnya 15 emak-emak ikut dalam aksi tersebut. Ia mengatakan warga tetap menghormati bendera Merah Putih dan aksi itu semata-mata untuk menyampaikan keresahan mengenai banjir serta pembangunan tembok di sekitar permukiman.

“Itulah keluhan kami. Kami hormat tentunya dengan bendera merah putih. Kalau yang lain-lain (unsur kebencian) tidak ada. Murni dari hati kami untuk mengutarakan kekecewaan kami terhadap pemerintah masalah banjir dan pembangunan tembok perumahan di seberang sungai,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Follow WhatsApp Channel majalahceo.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Juga

DPN Geruduk Kantor PT Socfindo, Pertanyakan HGU yang Belum Diperpanjang Meski Sudah Berakhir Tiga Tahun
DPN Geruduk Dishub Kota Medan, Minta Kadishub Laksanakan Rekomendasi DPRD Medan Tertibkan Truk Dan Kontainer di jalan Pukat II Medan Tembung
Membara, DPN Geruduk Dishub Kota Medan, Pendemo Perempuan Menangis Di Duga Sakit Hati Melihat Kesmedi
Medan Kekurangan RTH, Penebangan Secara Brutal dan Ugal – Ugalan 2.788 Pohon Demi Ambisi Proyek BRT, DPRD Medan Di Minta Interpelasi Rico Waas
Rico Waas Abaikan Rekomendasi DPRD Medan Bongkar Tembok City View, Warga: Bendera Setengah Di Bulan Kemerdekaan RI ke – 81
Miris, TV Di Kantor Lurah Aur Kecamatan Medan Maimun Hilang, Ternyata Pelakunya Di Duga Lurah Non Aktif
Kado Pahit Di Hari Kemerdekaan RI ke – 81, LP Warga Miskin Kota Medan Anak Di Bawah Umur Korban Dugaan Perdagangan Manusia Mangkrak Di Polda Riau
Sumut Juara Satu Narkoba, Polrestabes Medan Diminta Gunakan TPPU Tangkap Bandar Narkoba Jermal 15 Bukan Hanya Bakar Barak Dan Pemakai

Baca Juga

Kamis, 13 Agustus 2026 - 00:40 WIB

Warga Miskin Menjerit, Aktifis Buruh Sumut Ini Akan Bawa Persoalan Warga Terdampak Tembok City View Ke Istana Melalui Said Iqbal Penasehat Presiden

Rabu, 12 Agustus 2026 - 20:45 WIB

DPN Geruduk Kantor PT Socfindo, Pertanyakan HGU yang Belum Diperpanjang Meski Sudah Berakhir Tiga Tahun

Rabu, 12 Agustus 2026 - 20:35 WIB

DPN Geruduk Dishub Kota Medan, Minta Kadishub Laksanakan Rekomendasi DPRD Medan Tertibkan Truk Dan Kontainer di jalan Pukat II Medan Tembung

Selasa, 11 Agustus 2026 - 19:42 WIB

Membara, DPN Geruduk Dishub Kota Medan, Pendemo Perempuan Menangis Di Duga Sakit Hati Melihat Kesmedi

Senin, 10 Agustus 2026 - 23:47 WIB

Medan Kekurangan RTH, Penebangan Secara Brutal dan Ugal – Ugalan 2.788 Pohon Demi Ambisi Proyek BRT, DPRD Medan Di Minta Interpelasi Rico Waas

Tajuk Populer