MajalahCeo.id | Asahan – Perum BULOG bersama pemerintah meluncurkan program bantuan pangan beras periode Oktober–Desember 2026 di Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, Sabtu (24/10).

Peluncuran tersebut ditandai dengan penyerahan bantuan secara simbolis oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, Zulkifli Hasan sebagai bagian dari upaya pemerintah menjaga akses pangan dan daya beli masyarakat hingga akhir tahun.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Berdasarkan informasi, program bantuan pangan beras periode Oktober–Desember 2026 menyasar 33,2 juta Penerima Bantuan Pangan (PBP) di seluruh Indonesia, dengan total alokasi sekitar 1 juta ton beras.
Setiap penerima tersebut memperoleh 10 kilogram beras per bulan selama tiga bulan, sehingga total alokasi mencapai 30 kilogram per penerima untuk periode Oktober hingga Desember 2026.
Selain bantuan pangan, pemerintah juga telah menambah alokasi beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sebanyak 1 juta ton.
Penambahan ini ditujukan untuk menjaga akses masyarakat terhadap beras, terutama pada musim paceklik, sekaligus mendukung stabilitas harga agar masyarakat dapat memperoleh pangan dengan lebih mudah dan terjangkau.
Kegiatan ini dihadiri Menko Pangan Zulkifli Hasan, Wakil Gubernur Sumatera Utara H. Surya, B.Sc., Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin Siregar, S.Sos., M.Si., beserta jajaran, Anggota DPR-RI, Nasril Bahar, Anggota DPRD Sumut, Yahdi Khoir, serta Pemimpin Wilayah Perum BULOG Kanwil Sumatera Utara, R. Darma Wijaya.
Kehadiran para pemangku kepentingan memperkuat sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan BULOG dalam mendukung pelaksanaan kebijakan pangan nasional.
Menko Pangan Republik Indonesia, Zulkifli Hasan mengapresiasi kinerja Perum BULOG dan menegaskan bahwa pemerintah menjalankan dua langkah strategis untuk menjaga akses pangan masyarakat.
“Kita sangat apresiasi kinerja Perum BULOG. Sinergi yang kuat antara Kemenko Pangan dan Bulog berhasil mendorong pencapaian target swasembada pangan yang menjadi agenda strategis pemerintah,” jelasnya.
Untuk Program Bantuan Pangan periode Oktober sampai Desember 2026, lanjut Zulkifli Hasan, bantuan pangan beras dialokasikan bagi 33,2 juta penerima dengan total sekitar 1 juta ton beras.
“Selain itu, pemerintah juga menambah alokasi beras SPHP sebanyak 1 juta ton untuk menjaga akses pangan kepada masyarakat pada musim paceklik dan memastikan harga beras tetap terjaga, sehingga masyarakat dapat memperoleh beras dengan lebih mudah dan terjangkau,” ujarnya.
Pemimpin Wilayah Perum BULOG Kanwil Sumatera Utara, R. Darma Wijaya, menyampaikan BULOG siap mendukung pelaksanaan program Bantuan Pangan Beras dan tambahan alokasi SPHP melalui penguatan kesiapan stok serta jaringan distribusi.
“BULOG berkomitmen menjalankan penugasan pemerintah dengan memastikan kesiapan stok beras dan memperkuat koordinasi bersama pemerintah daerah serta seluruh pihak terkait,” jelasnya.
Perum BULOG, lanjut R Darma Wijaya, akan terus mengoptimalkan distribusi, hal tersebut agar bantuan pangan beras dapat tersalurkan tepat sasaran setelah data penerima terverifikasi.
“Serta beras SPHP tersebut dapat diakses masyarakat dengan mudah untuk membantu menjaga stabilitas pasokan dan harga beras,” ujarnya.
Masih menurut R Darma Wijaya, Perum BULOG terus mempersiapkan stok dan jaringan distribusi untuk mendukung kedua program tersebut.
“Penyaluran bantuan pangan beras kepada penerima manfaat akan dilaksanakan setelah data PBP tersedia dan terverifikasi, sementara penyaluran beras SPHP dioptimalkan melalui saluran distribusi yang tersedia guna membantu menjaga pasokan dan stabilitas harga di masyarakat,” ucapnya.
Dirinya mengatakan melalui bantuan pangan beras dan penambahan alokasi SPHP, Perum BULOG bersama dengan pemerintah berkomitmen menjaga ketersediaan beras sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap pangan yang terjangkau.
“Sinergi ini diharapkan dapat mendukung stabilitas pangan nasional dan membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok, khususnya menjelang akhir tahun 2026,” ucapnya sambil mengakhiri pembicaraan. ***

















Komentar