MajalahCeo.id I Tapteng (Sumut) – Tapanuli Tengah – Petani di Desa Sihapas, Kecamatan Suka Bangun, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) mengeluhkan akses infrastruktur jalan yang rusak parah.
Pasalnya, jalan tersebut merupakan satu-satunya akses untuk mobilitas penjualan hasil pertanian dan perkebunan di wilayah tersebut.
Salah seorang petani, D Waruwu mengatakan, para petani merasa kesulitan dalam mengeluarkan hasil pertanian dan perkebunan, terlebih dalam kondisi hujan atau setelah hujan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kondisi jalan sebagian tanah dan berbatuan, sehingga dinilai membahayakan bagi petani dan masyarakat yang melintas di jalan tersebut,” kata D Waruwu kepada awak media, Selasa (27/10/2026).
Adapun kondisi jalan yang rusak itu sekitar 1-2 kilometer (km).
Akses jalan ini perlu mendapat perhatian pemerintah desa maupun daerah.
Pasalnya, sangat tidak mungkin warga memperbaiki jalan sepanjang itu secara swadaya.
“Kalau warga yang memperbaiki membutuhkan biaya besar, sehingga perlu perhatian dari pemerintah. Kami pernah memperbaiki jalan ini dengan memperkeras menggunakan bebatuan,” ucapnya.
Dia berharap jalan ini bisa segera diperbaiki, sehingga memudahkan warga dan petani dalam memasarkan hasil pertanian mereka.
Sementara itu warga desa sihapas, D Waruwu menuturkan, di wilayah ini ada beberapa titik jalan yang dinilai membahayakan.
Jalan tersebut merupakan akses alternatif dan urat nadi perekonomian warga untuk mengeluarkan hasil pertanian demi menyambung hidup warga.
Warga harus mati-matian untuk mengangkut hasil tani mereka, walaupun jalan berlumpur yang selalu di penuhi air.
Melalui pemberitaan ini, Semoga Pemerintah desa juga pemerintah kabupaten dan Provinsi Sumatra Utara dapat memperhatikan keluhan warga khususnya petani yang tinggal di. Didesak Sihapas Kecamatan Suka Bangun.***

















Komentar