Masyarakat Desa Simanosor Huta Padang Tapteng Mengeluh Sudah Tiga Tahun Irigasi Rusak, 60 Hektar Lahan Tak Bisa Ditanami Padi

- Jurnalis

Kamis, 28 Agustus 2025 - 00:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

MajalahCeo.id I Tapteng (Sumut) – Petani padi di Desa Huta Padang Simanosor, Kecamatan Sibabangun, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) mengeluh, irigasi yang mengairi ke sawah mereka rusak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ternyata kondisi kerusakan ini sudah tiga tahun berlangsung. Warga sudah melaporkan keluhan ini ke pemerintahan desa namun tidak pernah terealisasi perbaikannya, sehingga kurang lebih 60 hektar lahan pertanian di Desa itu kekeringan dan tak bisa lagi dimanfaatkan untuk menanam padi.

Tidak adanya tanggapan dari pemerintah desa, warga meminta kepada Bupati Tapteng Masinton Pasaribu agar datang ke desa mereka untuk melihat langsung penderitaan dan mendengar keluhan petani.

Lesmina Siringoringo salah seorang petani desa itu menyampaikan, dulunya saluran irigasi dialiri dari salah satu anak sungai di desa itu, namun saat ini kondisinya sudah rusak sehingga ia dan petani lainnya tidak bisa lagi mengelola lahan persawahan mereka.

“Kami sekarang bermohon kepada Bupati. Kami mau bertani padi untuk dapat makan, namun bagaimana kami bisa makan sementara saat ini sawah kami tak ada air lagi,” ujar Lesmina Siringoringo bersama petani lainnya, Rabu (27/8/2025).

Ia menjelaskan, perbaikan irigasi itu sudah pernah di sampaikan langsung kepada Kepala Desa (Kades), namun oleh Kades menjawab belum ada dana kesitu. Petani juga sempat melakukan pengumpulan dana untuk perbaikan, namun dana yang terkumpul tidak sesuai dengan yang diharapkan.

“Memang saat itu Kades ada memberikan bantuan dana sebesar Rp 4 juta. Namun dana yang dikumpulkan tidak cukup untuk memperbaiki irigasi, lantaran pemilik lahan (lokasi sungai) menginginkan lokasinya harus di bronjong semua,” katanya

Sehingga, harapan masyarakat, irigasi untuk mengalir ke lahan pertanian hingga saat ini tidak dapat tercapai dan harapan petani untuk mengolah lahan padi mereka sirna.

Baca Juga :  Ormas Islam Minta Komnas HAM Usut Gas Air Mata Hingga Ke Masjid Jamik Dan Pemukiman Warga Di Jalan Kejaksaan Medan Petisah

Para petani mengaku, apabila tidak ada solusi dari pemerintah untuk perbaikan irigasi itu, maka mereka berencana akan mengalihkan lahan sawah mereka menjadi lahan sawit dari pada menjadi hutan yang tak terurus.

Lesmina menjelaskan, luas lahan yang dikelola petani padi ada mencapai 60 hektar, dan seluruhnya ditanami padi yang dapat menghasilkan sekali panen mencapai 50 sampai 60 ton.

“Kalau pemerintah ada rasa kasihan kepada kami, maunya dibangunlah irigasi kami, itu saja permohonan kami. Saya sudah tua, namun selalu berulang-ulang datang ke lokasi ini untuk gotong royong dan survey bersama PPL,” katanya seraya menegaskan PPL sudah ada empat kali datang melakukan survey, namun tetap tidak ada pembangunannya.

Petani lainnya, Rohani Sihombing yang menunjukkan lahan pertanian padi milik warga yang sudah mengering menyebutkan bahwa lahan sawah itu dulunya seluruhnya ditanami padi sekitar 60 hektar. Kalau panen dan menjual ada mencapai 50 ton. Lain lagi yang disisakan untuk keluarga.

Sambil menangis, Rohani bermohon kepada Bupati Masinton untuk memperbaiki irigasi mereka yang rusak.

“Mohon Pak Bupati, biar bisa makan petani di desa ini. Kasihani kami masyarakatmu ini, sudah lebih dua tahun kami tidak bisa bersawah,” tuturnya memohon.

Ia menyebut, sebelum mereka berencana mengalih fungsikan lahan mereka menjadi tanaman sawit, sebaiknya Bupati turun langsung meninjau lahan pertanian mereka.

“Dengar keluhan kami Pak Bupati, agar kami rakyat mu ini bisa menanam padi, berikan kami tali air agar sawah ini bisa berfungsi lagi,” keluhnya.

Menurutnya, para petani di desa itu kini semakin menjerit ditengah kondisi adanya kenaikan harga beras. Rohani mencontohkan, kalaulah petani memiliki anak lima orang, maka wajib membeli beras satu setengah kaleng.

Baca Juga :  Ada Apa? Pemko Medan dan BWSS II Lakukan Pembiaran Terhadap Bangunan Tembok City View Tanpa Izin, Akibatnya Tejadi Penyempitan Aliran Sungai Dan Sedimentasi Parah

“Bagaimana caranya kami membeli beras ini, beli ikan asin saja sudah kesulitan. Bagaimana kami menghidupi anak-anak kami, sedangkan suami masing-masing menderes. Bisa dibayangkan, penghasilan karet hanya 30 Kg per minggu dan itu pun dibagi tiga sama pemilik kebun, lantas apalagi yang bisa dimakan petani seperti kami,” ungkapnya seraya melap tetesan air matanya.

Ia berharap, agar hati Bupati terbuka melihat penderitaan petani di desanya dengan memperbaiki segera irigasi yang rusak, sehingga petani tidak membeli beras lagi.

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel majalahceo.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wakil Wali Kota Muhammad Fadly Terima Audiensi Pengurus Ikatan Pelajar Al Washliyah Kota Tanjungbalai.
Minim Perbaikan Sarpras, Pedagang Pusat Pasar Ancam Menunda Pembayaran Kontribusi Ke PUD Pasar Kota Medan
Anrizal Ramaputra Laporkan Akun Facebook Sofya Moureen Terkait Dugaan Hoaks
17 Tahun Tanah Milik Korban Jadi Jalan Perusahaan, Minta Perlindungan Kapolda Sumut Dan Bupati Labuhan Batu
Jelang Hari Buruh May Day 2026, AMPIBI Akan Gelar Aksi Demo Di Kantor Walikota Medan
Patroli Humanis Polres Tapteng Dukung Kenyamanan Jamaah Sholat Jumat
Batal Di Aceh, Konser Dewa 19 Di Gelar Di Medan, Di Duga Abai K3 Rawan Crowd Crush, Dewan K3 Sumut Di Minta Sidak
DPRD Medan Komisi IV Merasa Di Lecehkan Dan Di Lawan, Kendati Sudah Disegel Satpol PP Warkop Wakita Tetap Beroperasi
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 06:03 WIB

Wakil Wali Kota Muhammad Fadly Terima Audiensi Pengurus Ikatan Pelajar Al Washliyah Kota Tanjungbalai.

Selasa, 14 April 2026 - 14:15 WIB

Minim Perbaikan Sarpras, Pedagang Pusat Pasar Ancam Menunda Pembayaran Kontribusi Ke PUD Pasar Kota Medan

Selasa, 14 April 2026 - 13:30 WIB

Anrizal Ramaputra Laporkan Akun Facebook Sofya Moureen Terkait Dugaan Hoaks

Selasa, 14 April 2026 - 05:29 WIB

17 Tahun Tanah Milik Korban Jadi Jalan Perusahaan, Minta Perlindungan Kapolda Sumut Dan Bupati Labuhan Batu

Senin, 13 April 2026 - 23:32 WIB

Jelang Hari Buruh May Day 2026, AMPIBI Akan Gelar Aksi Demo Di Kantor Walikota Medan

Berita Terbaru