Ratusan Massa Gerakan Pemuda dan Masyarakat Demo ke DPRD : Jangan Menghambat Pembangunan Tapteng Ini

- Jurnalis

Rabu, 3 September 2025 - 02:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

MajalahCeo.id I Tapteng (Sumut) -Pandan – Ratusan massa mengatasnamakan Gerakan Pemuda dan Masyarakat Tapanuli Tengah Bersatu menggelar aksi unjuk rasa ke kantor DPRD Tapanuli Tengah (Tapteng), Selasa (2/9/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Awalnya massa berangkat dari lapangan GM Panggabean Jalan FL Tobing sambil membawa spanduk bertuliskan “Jangan Hambat Pembangunan Tapteng Ini” mereka menuju kantor DPRD Tapteng.

Selain itu, massa juga menegaskan menolak penambahan atau pemberian tunjangan anggota DPR di tengah kondisi negara yang sedang mengalami efisiensi anggaran.

Para demonstran juga menuntut agar anggota DPRD segera mengevaluasi diri atau rakyat akan terus menyuarakan perlawanan di jalanan hingga suara rakyat benar-benar didengar.

Terlihat Kapolres Tapteng, AKBP Wahyu Endrajaya langsung memimpin pengawalan aksi tersebut bersama ratusan personil Polres Tapteng.

Orator aksi, Doni Dwi Prabowo didampingi orator lainnya menyampaikan secara khusus untuk Anggota DPRD Tapteng yang dinilai kerap mempersoalkan hal kecil dan tidak substansial ketimbang hal yang lebih besar.

“Anggota DPRD kita bahkan terkesan lambat menetapkan RAPBD Tapteng tahun 2025,” ujar Doni.

Ia menilai, anggota DPRD Tapteng, bahkan mementingkan penambahan tunjangan di tengah kondisi daerah yang masih banyak persoalan ekonomi dan pembangunan.

“DPRD Tapteng kita nilai kerap mempersoalkan hal kecil dan tidak substansial ketimbang hal yang lebih besar. Bahkan terkesan lambat menetapkan RAPBD Tapteng 2025,” katanya.

Menurutnya, DPRD Tapteng tidak fokus pada kepentingan rakyat, melainkan hanya memperbesar masalah yang seharusnya dapat diselesaikan dengan cepat dan bijaksana.

Rizky Enda Chaniago orator aksi lainnya juga mempertanyakan dana pemulihan ekonomi nasional (PEN) yang diutang dari PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) sebesar Rp70 miliar yang dinilai tidak jelas peruntukannya hingga saat ini.

Baca Juga :  Masyarakat Desa Simanosor Huta Padang Tapteng Mengeluh Sudah Tiga Tahun Irigasi Rusak, 60 Hektar Lahan Tak Bisa Ditanami Padi

“Patus kami pertanyakan, hingga kini, masyarakat tidak pernah mendapatkan kejelasan tentang realisasi dana PEN senilai Rp 70 miliar itu,” ucapnya.

Justru, sambung Rizky Enda, DPRD Tapteng sebagai lembaga pengawasan tidak pernah membahas secara terbuka terkait soal dana PEN ini.

“Dana pinjaman itu itu seharusnya digunakan secara transparan dan dimanfaatkan sepenuhnya untuk pemulihan ekonomi daerah,” ungkapnya.

Orator lainnya, Irsan Sinaga, juga mempertanyakan sikap DPRD Tapteng terkait kasus dugaan penggelapan aset daerah yang menyeret oknum anggota DPRD yang hingga kini, persoalan serius terkait dugaan penggelapan mobil dinas itu tidak pernah dibahas dalam forum DPRD.

“Maka itu, kami menilai DPRD Tapteng justru terkesan menutup mata atas kasus yang merugikan daerah dan uang rakyat itu,” ucapnya.

Dedi Manullang orator aksi lainnya menambahkan, DPRD Tapteng telah gagal menjalankan 3 fungsinya sebagai wakil rakyat yaitu, fungsi legislasi, fungsi anggaran dan fungsi pengawasan.

“DPRD Tapteng tidak lagi berpihak kepada rakyat dan lebih sibuk mengurus kepentingan pribadi, mempermasalahkan hal kecil dan menghambat jalannya pemerintahan,” katanya.

Ia juga menegaskan, transparansi dan akuntabilitas tidak dijalankan DPRD Tapteng, hal itu dibuktikan dari tidak jelasnya dana PEN Rp 70 miliar dan diamnya DPRD terkait kasus penggelapan aset daerah.

“Kondisi ini, DPRD Tapteng telah kehilangan kepercayaan publik dan berpotensi merusak stabilitas pemerintahan daerah,” ujarnya.

Akhirnya, tuntutan aksi diterima Wakil Ketua DPRD, Joneri Sihite dari Fraksi Golkar, Joshua Habeahan dan Antonius Hutabarat dari Fraksi Nasdem, dan Herman Hulu dari Fraksi Gerindra dan berjanji akan membahas seluruh tuntutan aksi.

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel majalahceo.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wakil Wali Kota Muhammad Fadly Terima Audiensi Pengurus Ikatan Pelajar Al Washliyah Kota Tanjungbalai.
Minim Perbaikan Sarpras, Pedagang Pusat Pasar Ancam Menunda Pembayaran Kontribusi Ke PUD Pasar Kota Medan
Anrizal Ramaputra Laporkan Akun Facebook Sofya Moureen Terkait Dugaan Hoaks
17 Tahun Tanah Milik Korban Jadi Jalan Perusahaan, Minta Perlindungan Kapolda Sumut Dan Bupati Labuhan Batu
Jelang Hari Buruh May Day 2026, AMPIBI Akan Gelar Aksi Demo Di Kantor Walikota Medan
Patroli Humanis Polres Tapteng Dukung Kenyamanan Jamaah Sholat Jumat
Batal Di Aceh, Konser Dewa 19 Di Gelar Di Medan, Di Duga Abai K3 Rawan Crowd Crush, Dewan K3 Sumut Di Minta Sidak
DPRD Medan Komisi IV Merasa Di Lecehkan Dan Di Lawan, Kendati Sudah Disegel Satpol PP Warkop Wakita Tetap Beroperasi
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 06:03 WIB

Wakil Wali Kota Muhammad Fadly Terima Audiensi Pengurus Ikatan Pelajar Al Washliyah Kota Tanjungbalai.

Selasa, 14 April 2026 - 14:15 WIB

Minim Perbaikan Sarpras, Pedagang Pusat Pasar Ancam Menunda Pembayaran Kontribusi Ke PUD Pasar Kota Medan

Selasa, 14 April 2026 - 13:30 WIB

Anrizal Ramaputra Laporkan Akun Facebook Sofya Moureen Terkait Dugaan Hoaks

Selasa, 14 April 2026 - 05:29 WIB

17 Tahun Tanah Milik Korban Jadi Jalan Perusahaan, Minta Perlindungan Kapolda Sumut Dan Bupati Labuhan Batu

Senin, 13 April 2026 - 23:32 WIB

Jelang Hari Buruh May Day 2026, AMPIBI Akan Gelar Aksi Demo Di Kantor Walikota Medan

Berita Terbaru