Papua, Ironi Kemiskinan di Tengah Gunung Emas, Ibu Hamil Di Tolak 4 Rumah Sakit, Akhirnya Meninggal

- Jurnalis

Selasa, 25 November 2025 - 16:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MajalahCeo.Id | Medan – Eksotisme Indonesia memang sempurna. Betapa tidak kaya Indonesia bangsa yang dibentuk dengan keragaman yang bervariasi menjadikan Indonesia berbeda di mata dunia. Mulai dari kekayaan alam, sebagai negara kepulauan, tumpukan gunung yang menjulang memberikan nuansa pemandangan yang luar biasa.

Kebudayaan pun melahirkan kekayaan yang tidak ternilai, apalagi ditambah dengan kekayaan alamnya yang terkandung menjadikan Indonesia semakin eksotis.

Kiranya inilah yang tepat dijadikan alasan mengapa para penjajah datang ke nusantara. Tak terkecuali Papua. Dalam sejarah kemerdekaan, Papua mengalami pasang surut konflik yang alot, karena sesungguhnya saat itu Belanda berat melepas Papua karena kekayaannya yang menjanjikan, Belanda berharap bahwa wilayah paling ujung timur di Indonesia berada dalam kekuasaannya. Namun setelah proses yang panjang akhirnya Papua kembali kepangkuan ibu pertiwi.

Ironi Gunung Emas, Rakyat Tertindas Miskin

Papua menyimpan kekayaan yang luar biasa, Papua merupakan wilayah kaya akan bahan tambang, seperti tembaga, emas, batu bara, besi, batu kapur, pasir kaolin, minyak bumi dan gas bumi.

Namun saat ini publik di hebohkan dengan pemberitaan meninggalnya Irene Sokoy, Ibu hamil yang meninggal dunia usai ditolak 4 rumah sakit di Papua. (Instagram @frans.tomoki)

Lalu Presiden Prabowo Subianto meminta Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian melakukan audit menyeluruh terhadap layanan kesehatan di Papua.

Instruksi itu muncul setelah adanya kasus seorang ibu hamil ditolak empat rumah sakit hingga akhirnya meninggal dunia.

Pernyataan itu disampaikan Tito seusai rapat terbatas di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (23/11) malam. Tito pun mengaku telah menugaskan Gubernur Papua Mathius Derek Fakhiri untuk menemui keluarga korban dan memberikan dukungan langsung.

BACA SELENGKAPNYA:  Buruh Indonesia Berduka, May Day "Berdarah" Tahun 2026, Kecelakaan Di Stasiun Bekasi Timur, AMPIBI Sebut Kelalaian PT KAI

“Beliau memerintahkan agar segera dilakukan perbaikan melalui audit. Audit internal harus dilakukan untuk mengetahui masalahnya di mana. Rumah sakit-rumah sakit dikumpulkan, termasuk pejabat di Dinas Kesehatan baik tingkat provinsi, kabupaten, maupun pihak rumah sakit swasta,” kata Tito.

Seiring langkah Kemendagri, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin juga mengirimkan tim khusus ke Jayapura.

Tim tersebut ditugaskan untuk melakukan audit teknis yang mencakup kelayakan fasilitas, tata kelola pelayanan, sumber daya manusia, hingga regulasi yang berlaku dalam sistem perawatan pasien.

Tito menambahkan, audit dilakukan guna menelusuri aturan pada tingkat daerah yang dinilai berkaitan dengan penanganan kasus pasien tersebut.

“Ada aturan dari bupati yang berkaitan dengan Rumah Sakit Kabupaten Jayapura, dan aturan dari gubernur, karena rumah sakit terakhir yang menangani adalah RSUD provinsi,” pungkasnya.

Perlu diketahui Kementerian dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat, Indonesia memiliki tambang seluas 1.181.071,52 hektar (ha). Tambang tersebut tersebar di 25 provinsi.

Papua memiliki tambang terbesar di Indonesia mencapai 229.893,75 ha. Tambang emas tersebut tersebar di enam kabupaten, yakni Pegunungan Bintang, Keerom, Nabire, Dogiyai, Mimika dan Paniai. Dengan jumlah ini biji emas Indonesia tersebar di tanah Papua yakni sebesar 52%. CNBC Indonesia Senin, (16/01/2023).

Tapi fakta kekayaan di atas tidaklah memberikan dampak yang signifikan terhadap kesejahteraan rakyat. Papua menjadi salah satu wilayah Indonesia yang masih tertinggal oleh akses kesehatan, pendidikan, infrastruktur dan fasilitas lainnya. Kemiskinan di tanah emas masih menjadi PR bagi bangsa ini, apalagi selama bertahun-tahun kekayaan Papua hanya dinikmati oleh para investor asing yang mencuri emas. Bukan rahasia lagi kekayaan Papua hanya milik asing, yang selama ini pemerintah telah melegalkan penjajahannya atas nama kerjasama. Terbaru adalah temuan Gunung emas bernama Blok Wabu, bekas lahan tambang PT Freeport Indonesia yang telah diklaim dikembalikan kepada pemerintah. Gunung emas ini bisa menjadi salah satu sumber “harta Karun” tersendiri bagi Indonesia. Pasalnya Jumlah sumber daya emas yang ada di blok ini tidak main-main, yakni mencapai 8,1 juta ons. Hal tersebut diungkapkan oleh Senior Vice President for Exploration Divison MND ID Wahya Sunyoto pada Oktober 2020 lalu.

BACA SELENGKAPNYA:  Ada Apa? Pemko Medan Dan BWSS II "Tutup Mata" Terhadap Tindak Pidana Lingkungan Oleh City View Yang Menyebabkan Banjir

” Ada sekitar 117 juta ton dengan rata-rata 2,16 gram per ton emas dan 1,76 gram per ton perak, cuy off grade, sekitar 1 gram per ton. Total sumber daya ada sekitar 8,1 juta ons emas,” paparnya dalam acara workshop”Tambang untuk Peradaban” secara daring, CNBC Indonesia (22/10/2020).

Temuan harta karun di atas pun hanya akan menjadi ilusi bagi kesejahteraan rakyat Papua karena sejatinya rakyat Papua tidak menikmati kekayaan tersebut, karena menurut Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan jumlah penduduk miskin hampir terjadi di semua pulau pada September 2022. Namun kenaikan miskin tertinggi terjadi di Papua dan Maluku. kemiskinan di Papua naik 0,21 persen poin menjadi 20.10 juta jiwa per September 2022, dibandingkan Maret 2022.

Kepala BPS Margo Yuwono mengungkapkan penurunan hanya terjadi di Sumatera sebesar 0,02 persen poin dari total 25 provinsi. Sedangkan yang naik tingkat kemiskinannya adalah Papua dan Maluku. CNBS Indonesia, Senin (26/01/2023).

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel majalahceo.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Juga

AMPIBI Kecam Rico Waas Perjalanan Dinas Keluar Negeri Di Saat Buruh Perempuan Menjerit, MinyaKita Tembus Rp 22 ribu Dan Upah Murah
Aspirasi Bukan Provokatif, Satpol PP Kota Medan Bersikap Represif Terhadap Masyarakat Yang Bersikap Kritis Terkait Bocornya PAD
Syam Purba Fungsionaris DPD Asosiasi Pedagang Pasar Indonesia/APPSI Sumut Apresiasi Ketua DPRD Medan Yang Hadir Dan Tinjau Lokasi Pedagang Pasar Aksara Baru
Apresiasi Bang Bhoy Ketua DPC LSM Penjara Indonesia Kota Medan Terhadap Ketua DPRD Medan Yang Peduli Terhadap Pedagang Saat Tinjau Lokasi Pasar Aksara Baru
Sun Plaza Biang Kemacetan Kota Medan, AMPIBI Akan Demo Sun PLaza Soroti Dua Arah Dan Andal Lalin
AMPIBI Akan Gelari Aksi Rutin Mimbar Orasi, “Medan Sedang Tidak Baik Baik Saja, Upah Murah Dan Zona Merah K3,” Ini Tuntutannya!
Netizen Patah Hati, Puluhan Tahun Merdeka, Tapi Masih Ada Viral Wanita Hamil Ditandu 7 Jam ke Rumah Sakit Di Tapsel – Sumut
Pansus Aset DPRD Medan Sidak Ke Cambridge Dan Sun Plaza, AMPIBI Sebut Ada Dugaan Kebocoran PAD
Berita ini 8 kali dibaca

Baca Juga

Sabtu, 16 Mei 2026 - 19:16 WIB

AMPIBI Kecam Rico Waas Perjalanan Dinas Keluar Negeri Di Saat Buruh Perempuan Menjerit, MinyaKita Tembus Rp 22 ribu Dan Upah Murah

Sabtu, 16 Mei 2026 - 10:08 WIB

Aspirasi Bukan Provokatif, Satpol PP Kota Medan Bersikap Represif Terhadap Masyarakat Yang Bersikap Kritis Terkait Bocornya PAD

Jumat, 15 Mei 2026 - 19:28 WIB

Syam Purba Fungsionaris DPD Asosiasi Pedagang Pasar Indonesia/APPSI Sumut Apresiasi Ketua DPRD Medan Yang Hadir Dan Tinjau Lokasi Pedagang Pasar Aksara Baru

Jumat, 15 Mei 2026 - 18:57 WIB

Apresiasi Bang Bhoy Ketua DPC LSM Penjara Indonesia Kota Medan Terhadap Ketua DPRD Medan Yang Peduli Terhadap Pedagang Saat Tinjau Lokasi Pasar Aksara Baru

Jumat, 15 Mei 2026 - 18:47 WIB

Sun Plaza Biang Kemacetan Kota Medan, AMPIBI Akan Demo Sun PLaza Soroti Dua Arah Dan Andal Lalin

Tajuk Populer