Netizen Patah Hati, Puluhan Tahun Merdeka, Tapi Masih Ada Viral Wanita Hamil Ditandu 7 Jam ke Rumah Sakit Di Tapsel – Sumut

- Jurnalis

Kamis, 14 Mei 2026 - 21:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wanita hamil di Dusun Aek Nabara, Desa Dalihan Na Tolu, Kecamatan Arse, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), terpaksa ditandu selama 7 jam perjalanan menuju rumah sakit (Dok-Foto)

Wanita hamil di Dusun Aek Nabara, Desa Dalihan Na Tolu, Kecamatan Arse, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), terpaksa ditandu selama 7 jam perjalanan menuju rumah sakit (Dok-Foto)

Majalahceo.id l Tapanuli Selatan – Satu video bernarasi wanita hamil di Dusun Aek Nabara, Desa Dalihan Na Tolu, Kecamatan Arse, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), terpaksa ditandu selama 7 jam perjalanan menuju rumah sakit viral di media sosial.

Wanita itu dibawa untuk menjalani operasi karena bayi diduga meninggal dunia dalam kandungan.
Dalam video yang dilihat, Senin (11/5/2026), warga meletakkan wanita itu di dalam kain kemudian ditandu menggunakan sebatang bambu.

Belasan warga secara bergantian menggotong wanita itu melewati jalan di pegunungan.

Mantri Desa, Samsul Bahri Sihombing, yang sempat mengecek kondisi wanita hamil itu pun menceritakan peristiwa itu. Warga membawa wanita hamil itu ke rumah sakit di ibukota Kabupaten Tapsel, Sipirok.

Samsul awalnya diminta warga untuk mengecek kondisi wanita hamil itu. Dia pun berangkat pada Jumat (8/5) sore dan tiba pukul 20.00 WIB dengan berjalan kaki.

“Kan saya dapat telepon itu, makanya Jumat itu, sore berangkat ke sana tiba saya sampai di sana habis salat Isya, kira-kira jam 8 malam. Ternyata saya cek, menurut amat saya tadi, bayi yang di dalam perut itu di kandungan ibu itu telah meninggal,” kata Samsul Bahri Sihombing saat dihubungi, Senin (11/5/2026).

Ia pun menyarankan agar dibawa ke rumah sakit di Sipirok untuk dilakukan operasi. Warga kemudian berangkat pada Sabtu (9/5) pagi dengan menggotong wanita hamil itu jalan kaki sejauh sekitar 30 kilometer menuju Hasahatan, Kecamatan dipotong untuk mendapatkan mobil menuju rumah sakit.

“Makanya saya anjurkan pada hari Sabtu tanggal 9, dibawa ke rumah sakit. Makanya dibawa, digotong lah, ditandu, rame-rame. Sekitar perjalanan 7 jam menempuh 30 kilometerlah biar sampai ke Dusun Hasahatan, Kecamatan Sipirok, biar dapat mobil,” jelasnya.

BACA SELENGKAPNYA:  Bupati Tapanuli Tengah Hadiri Peresmian 1.061 Koperasi Merah Putih oleh Presiden Prabowo secara Virtual

Rombongan itu kemudian tiba di rumah sakit pada Sabtu (9/5) sore sehingga operasi dilaksanakan keesokan harinya. Setelah operasi, wanita hamil selamat, sedangkan bayi dalam kandungan meninggal dunia.

“Sampai di rumah sakit karena berhubungan sudah sore, operasinya berlangsung hari Minggu, tanggal 10. Operasinya berjalan, ternyata ibu itu sehat, ternyata bayinya itu sudah meninggal,” ucapnya.

Lebih lanjut, Samsul menjelaskan jika kondisi akses ke sejumlah dusun di wilayah itu tidak terakses pembangunan. Peristiwa seperti yang dialami wanita hamil bernama Tuti Daulay ini bukan kali pertama.

“Dari dusun yang lain, Dusun itu kan orang itu satu desa tiga dusun. Pambongol itu, sudah dua kali kejadian kayak gitu juga, digotong menuju Kecamatan Arse. Itu pun sekitar 7 jam lah diperjalanan itu,” ujarnya.

Samsul merupakan mantri desa kerap membantu warga ketika sakit dan dia dihubungi warga sehingga langsung mendatangi lokasi. Ia mengungkapkan jika sebelumnya ada bidan ditugaskan di sana, namun memilih pindah.

“Bidan pun sudah pernah ditugaskan di sana, nggak tahan orang itu, ngurus pindah dia,” ungkapnya.

Jaringan listrik PLN juga disebut belum menyentuh permukiman warga di sana. Penerangan tenaga surya yang ada pun disebut sudah banyak rusak, sehingga perlu perhatian pemerintah setempat.

“Ada penerangan di situ tenaga surya, karena usianya sudah lama, sudah banyak yang rusaklah, nggak layak dipakai lagi. itulah butuh perhatian pemerintah, apa tenaga surya lagi dipasang yang baru, atau kincir,” tuturnya.

Komentar Netizen : Patah Hati, Kekmana sih Negara Puluhan Tahun Merdeka Tapi Fasilitas Umum yang layak belum Merata

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel majalahceo.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Juga

Pemkab Tapanuli Tengah Raih Peringkat 1 Capaian Realisasi Investasi Sebesar Rp. 289.899.990.000 Tahun 2025
Wakili Bupati, Sekdakab Tapteng Lantik Bernardo Sondang Lumban Gaol sebagai Direktur Perumda Air Minum Mual Nauli
Aniaya Warga, Aliansi Masyarakat Tolak Pejabat Bermental Preman Dukung BK DPRD Medan Periksa AT Dan Minta Nasdem PAW
Klarifikasi Dan Hak Jawab Atas Impormasi Tidak Benar Di Media Sosial 
Dugaan Korupsi Atribut Sekolah, Demo DPN di Dinas Pendidikan Medan Sempat Ricuh Dihadang ‘Preman’ Dan Pegawai Menunjukkan Pantatnya
Implementasi Visi-Misi Bupati dan Wakil Bupati, Dinkes Tapteng Gelar Sosialisasi dan Pembekalan Administrasi bagi Calon Pegawai BLUD
Bupati Tapanuli Tengah Terima penghargaan dari Kementerian Hukum atas Dukungan Dan Komitmennya Dalam Memperluas Akses Keadilan Bagi Masyarakat
DPN Geruduk Dinas Pendidikan Kota Medan Soroti Nasib Guru dan Korupsi

Baca Juga

Jumat, 12 Juni 2026 - 12:54 WIB

Pemkab Tapanuli Tengah Raih Peringkat 1 Capaian Realisasi Investasi Sebesar Rp. 289.899.990.000 Tahun 2025

Jumat, 12 Juni 2026 - 00:28 WIB

Wakili Bupati, Sekdakab Tapteng Lantik Bernardo Sondang Lumban Gaol sebagai Direktur Perumda Air Minum Mual Nauli

Kamis, 11 Juni 2026 - 21:54 WIB

Aniaya Warga, Aliansi Masyarakat Tolak Pejabat Bermental Preman Dukung BK DPRD Medan Periksa AT Dan Minta Nasdem PAW

Kamis, 11 Juni 2026 - 19:17 WIB

Klarifikasi Dan Hak Jawab Atas Impormasi Tidak Benar Di Media Sosial 

Kamis, 11 Juni 2026 - 15:06 WIB

Dugaan Korupsi Atribut Sekolah, Demo DPN di Dinas Pendidikan Medan Sempat Ricuh Dihadang ‘Preman’ Dan Pegawai Menunjukkan Pantatnya

Tajuk Populer