Medan Sedang Tidak Baik Baik Saja, Emak – Emak Buruh Menjerit, MinyaKita Tembus Rp 22 Ribu, Rico Waas Ngapain Aja?

- Reporter

Kamis, 14 Mei 2026 - 10:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Illustrasi, Emak - emak Buruh Menjerit, MinyaKita Tembus Rp 22 Ribu di Kota Medan (Dok-Foto)

Illustrasi, Emak - emak Buruh Menjerit, MinyaKita Tembus Rp 22 Ribu di Kota Medan (Dok-Foto)

Majalahceo.id l Medan – Masyarakat kalangan menengah ke bawah yang sehari–hari menggunakan MinyaKita untuk memasak merasa resah dikarenakan lonjakan harga minyak subsidi tersebut.

Produk yang seharusnya terjangkau bagi warga dengan ekonomi sulit itu, kini dibanderol pada kisaran Rp20.000 hingga Rp22.000 per liter, jauh melampaui harga sebelumnya di angka Rp15.700.

Kondisi ini diperparah dengan naiknya sejumlah harga pangan utama lainnya di pasar-pasar tradisional Medan per Mei 2026.

Kenaikan harga dan kelangkaan ini membuat para emak-emak mengeluh karena Minyakita merupakan salah satu bahan pokok penting di dapur.

Emak – emak mempertanyakan Kinerja Rico Waas Walikota Medan terkait Harga Minyakita Tembus Rp 22 Ribu

“Rico Waas ngapain aja, kami susah lho, semua pada naik, sedangkan pendapatan tak naik, bahkan gaji suami kami di bawah UMK,” ungkap emak di Pasar Petisah, Kamis (14/5/2026)

Menyikapi kondisi ini, anggota Komisi III DPRD Kota Medan, Hj. Sri Rezeki AMd, mendesak Pemerintah Kota (Pemko) Medan melalui Organisasi Peringkat Daerah (OPD) terkait agar segera turun ke lapangan. Ia mengingatkan jika disparitas harga yang terlalu mencolok berpotensi dimanfaatkan oleh oknum spekulan.

“Saran saya, Pemko Medan segeraturun dan meninjau ke pasar-pasar. Jika selisih harganya sudah terlalu jauh, ini sangat berisiko disusupi spekulan,” ujar Sri Rezeki, Senin (11/5/2026).

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini juga mengingatkan pemerintah agar lebih proaktif dan tidak menunggu sebuah isu menjadi viral di media sosial sebelum bertindak. Menurutnya, penyebab kenaikan harga komoditas pokok harus segera diinvestigasi untuk memberikan solusi bagi warga yang kian terhimpit beban ekonomi.

“Jangan tunggu viral dulu baru bergerak. Cari tahu penyebabnya dan apa solusinya. Kondisi ekonomi masyarakat saat ini sedang terjepit, jangan ditambah susah lagi,” tegasnya.
Pemerintah tidak boleh membiarkan masyarakat terus kesulitan mendapatkan subsidi minyak goreng dengan harga terjangkau.

BACA SELENGKAPNYA:  Pemko Medan Di Minta Gunakan Dana CSR, Biaya Tak Terduga (BTT), Lembaga Zakat Untuk Berikan Santunan Korban Banjir

“Emak-emak yang belanja banyak mengeluh. Minyak goreng ini kebutuhan penting, hampir setiap rumah pasti pakai minyak.

“Jadi persoalan ini sangat mendesak,” katanya seraya mengingatkan kenaikan harga minyak goreng bisa berdampak pada naiknya harga bahan makanan lain. Semua saling berkaitan. Kalau harga minyak naik, tentu bahan makanan yang menggunakan minyak juga terdongkrak naik,” ujarnya.

Oleh karena itu, ia mendesak Pemko Medan segera mengambil langkah konkret agar persoalan MinyaKita segera teratasi. “Pemko harus cepat bergerak. Jangan hanya bilang sudah turun, tapi entah turun ke mana, karena hasilnya tidak ada dan masyarakat tidak merasakan perubahan,” tutupnya.

Sebagai langkah konkret, Sri Rezeki menyarankan Pemko Medan segera menggelar operasi pasar atau Pasar Murah. Langkah ini dinilai mendesak untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus menekan laju inflasi daerah.

Berdasarkan data terkini, minyak curah juga mengalami kenaikan berkisar Rp 21 ribu per kilogram. Selain itu beberapa komoditas yang mengalami kenaikan signifikan meliputi:

– Cabai Rawit: Sempat menyentuh angka Rp80.000 hingga Rp90.000 per kg.
– Bawang Merah & Putih: Di kisaran Rp40.000 – Rp50.000 per kg (Pantauan di Pasar Sukaramai, Petisah dan Aksara).

– Daging Ayam Ras: Bertahan di harga tinggi, yakni Rp35.500 – Rp40.000 per kg.
– Beras & Gula: Mengalami tren kenaikan yang memicu kekhawatiran warga.

Tak hanya bahan pangan, pelaku UMKM di Medan juga mengeluhkan naiknya harga barang pendukung seperti kemasan plastik, yang turut berdampak terhadap biaya operasional usaha kecil mereka.

Tinggalkan Balasan

Follow WhatsApp Channel majalahceo.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Juga

Dua Korban Tertimbun Reruntuhan Besi Tua di Kawasan Bekas PT Gahapi, Polisi, Dewan K3 Dan Disnaker Sumut Di Minta Usut Dan Pasang Police Line
Di Saat Rico Waas Walikota Medan Hartanya Bertambah, Nasib Guru Honorer Pemko Medan di Ujung Tanduk
Keberadaan Tambang Jadi Sorotan, Warga Dairi Bersama Kelompok Masyarakat Kecam Berlanjutnya Aktivitas PT DPM
PAD Kota Medan Bocor, Harta Kekayaan Rico Waas Naik Rp 1,6 M di Tahun Pertama Menjabat Walkot Medan
Di Pimpin Langsung Oleh Noor Alfi Pane AP, Lurah Madras Hulu GASPOL Di Taman Beringin Kota Medan
PT Hugo Terkesan Tak Gentar Dan Kebal Hukum, Disnaker Sumut dan Kejari Medan Di Duga “Kalah” Dengan Korporasi
Pemkab Tapteng Gandeng BRIN, Optimalkan Sektor Unggulan dan Revitalisasi Situs Bongal
“Illegal Logging” Dalam Kota, Di Duga Tak Miliki Dokumen AMDAL dan ANDAL Lalin, Rico Waas Tak Peduli Lingkungan, Korbankan Ribuan Pohon Demi Proyek BRT
Berita ini 4 kali dibaca

Baca Juga

Kamis, 14 Mei 2026 - 10:37 WIB

Medan Sedang Tidak Baik Baik Saja, Emak – Emak Buruh Menjerit, MinyaKita Tembus Rp 22 Ribu, Rico Waas Ngapain Aja?

Rabu, 13 Mei 2026 - 22:53 WIB

Dua Korban Tertimbun Reruntuhan Besi Tua di Kawasan Bekas PT Gahapi, Polisi, Dewan K3 Dan Disnaker Sumut Di Minta Usut Dan Pasang Police Line

Rabu, 13 Mei 2026 - 19:43 WIB

Di Saat Rico Waas Walikota Medan Hartanya Bertambah, Nasib Guru Honorer Pemko Medan di Ujung Tanduk

Rabu, 13 Mei 2026 - 17:53 WIB

Keberadaan Tambang Jadi Sorotan, Warga Dairi Bersama Kelompok Masyarakat Kecam Berlanjutnya Aktivitas PT DPM

Rabu, 13 Mei 2026 - 09:59 WIB

PAD Kota Medan Bocor, Harta Kekayaan Rico Waas Naik Rp 1,6 M di Tahun Pertama Menjabat Walkot Medan

Tajuk Populer