Beban Ganda Buruh Perempuan, Kado Pahit May Day 2026, Upah Murah Dan MinyaKita Tembus Rp 22 Ribu per Kilogram Di Kota Medan

- Reporter

Kamis, 14 Mei 2026 - 13:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lela Bari Anggota DPRD Kota Medan Hadir di Perayaan May Day Tahun 2026 Bersama Walikota Medan, Kapolrestabes Medan (Dok-Foto)

Lela Bari Anggota DPRD Kota Medan Hadir di Perayaan May Day Tahun 2026 Bersama Walikota Medan, Kapolrestabes Medan (Dok-Foto)

Majalahceo.id l Medan – Lonjakan harga minyak goreng subsidi MinyaKita di Kota Medan mulai memicu keresahan masyarakat.

Produk yang sebelumnya menjadi andalan warga berpenghasilan menengah ke bawah itu kini dijual hingga Rp20.000 sampai Rp22.000 per liter di sejumlah pasar tradisional, jauh di atas harga normal yang sebelumnya berkisar Rp15.700.

Kenaikan harga tersebut terjadi di tengah melonjaknya sejumlah bahan pangan pokok lainnya sepanjang Mei 2026. Kondisi itu membuat beban ekonomi masyarakat semakin berat, terutama kalangan Buruh perempuan yang juga ibu rumah tangga dan pelaku usaha kecil.

Kondisi buruh perempuan saat ini menghadapi tekanan ganda: upah yang rendah (sering kali di bawah standar hidup layak) dan lonjakan harga kebutuhan pokok seperti Minyakita.

Fenomena ini menciptakan kesenjangan daya beli yang semakin lebar, di mana kenaikan pendapatan tidak sebanding dengan inflasi pangan.

Realitas Upah dan Tekanan Hidup Ketimpangan Upah Gender:

Di Indonesia, pendapatan perempuan rata-rata 23% lebih rendah dibanding laki-laki untuk beban kerja yang sama. Hal ini menempatkan buruh perempuan pada posisi paling rentan saat harga pangan naik.

Upah di Bawah Ambang Sejahtera: Rata-rata kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) periode 2021–2025 hanya sekitar 4,47%, sementara garis kemiskinan atau kebutuhan hidup minimum meningkat lebih tinggi, yakni 6,04%.

Beban Ganda: Buruh perempuan sering kali memikul tanggung jawab domestik (pengatur keuangan rumah tangga), sehingga kenaikan harga Minyakita dan bahan pokok lainnya langsung berdampak pada pemenuhan nutrisi keluarga.

Dampak Lonjakan Harga Minyakita.

Minyakita, yang dirancang sebagai minyak goreng terjangkau bagi rakyat, mengalami kenaikan harga di pasar yang memicu reaksi keras dari kalangan buruh:

BACA SELENGKAPNYA:  Camat Medan Petisah Gerak Cepat Tindak Lanjuti Aduan Warga Terkait Dampak Lingkungan Bangunan di Jl Sei Serapuh

Penurunan Daya Beli: Upah murah yang stagnan menyebabkan buruh perempuan terpaksa memangkas pengeluaran lain demi bisa membeli minyak goreng dan bahan pangan yang harganya terus meroket.

Aksi Protes: Kondisi ini mendorong ribuan buruh perempuan untuk turun ke jalan, menuntut pemerintah menurunkan harga barang dan menetapkan upah layak berbasis Kebutuhan Hidup Riil (KHL), bukan sekadar indikator ekonomi makro.

Eksploitasi Terselubung: Di sektor tertentu seperti perkebunan sawit, perempuan bahkan bekerja sebagai “buruh siluman” tanpa upah resmi (membantu suami), di tengah industri yang justru memproduksi bahan baku minyak tersebut.

Kesenjangan ini memicu desakan agar pemerintah mencabut kebijakan yang melanggengkan “politik upah murah” (seperti PP Pengupahan) dan melakukan intervensi pasar yang lebih efektif guna mengendalikan harga kebutuhan pokok.

Tinggalkan Balasan

Follow WhatsApp Channel majalahceo.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Juga

DLH Medan Jangan Omon Omon, Aktifis Lingkungan Minta Pembuktian Ribuan Pengganti Pohon Yang Di Tebang Akibat Proyek BRT
Medan Sedang Tidak Baik Baik Saja, Emak – Emak Buruh Menjerit, MinyaKita Tembus Rp 22 Ribu, Rico Waas Ngapain Aja?
Dua Korban Tertimbun Reruntuhan Besi Tua di Kawasan Bekas PT Gahapi, Polisi, Dewan K3 Dan Disnaker Sumut Di Minta Usut Dan Pasang Police Line
Di Saat Rico Waas Walikota Medan Hartanya Bertambah, Nasib Guru Honorer Pemko Medan di Ujung Tanduk
Keberadaan Tambang Jadi Sorotan, Warga Dairi Bersama Kelompok Masyarakat Kecam Berlanjutnya Aktivitas PT DPM
PAD Kota Medan Bocor, Harta Kekayaan Rico Waas Naik Rp 1,6 M di Tahun Pertama Menjabat Walkot Medan
Di Pimpin Langsung Oleh Noor Alfi Pane AP, Lurah Madras Hulu GASPOL Di Taman Beringin Kota Medan
PT Hugo Terkesan Tak Gentar Dan Kebal Hukum, Disnaker Sumut dan Kejari Medan Di Duga “Kalah” Dengan Korporasi
Berita ini 12 kali dibaca

Baca Juga

Kamis, 14 Mei 2026 - 14:27 WIB

DLH Medan Jangan Omon Omon, Aktifis Lingkungan Minta Pembuktian Ribuan Pengganti Pohon Yang Di Tebang Akibat Proyek BRT

Kamis, 14 Mei 2026 - 13:48 WIB

Beban Ganda Buruh Perempuan, Kado Pahit May Day 2026, Upah Murah Dan MinyaKita Tembus Rp 22 Ribu per Kilogram Di Kota Medan

Kamis, 14 Mei 2026 - 10:37 WIB

Medan Sedang Tidak Baik Baik Saja, Emak – Emak Buruh Menjerit, MinyaKita Tembus Rp 22 Ribu, Rico Waas Ngapain Aja?

Rabu, 13 Mei 2026 - 19:43 WIB

Di Saat Rico Waas Walikota Medan Hartanya Bertambah, Nasib Guru Honorer Pemko Medan di Ujung Tanduk

Rabu, 13 Mei 2026 - 17:53 WIB

Keberadaan Tambang Jadi Sorotan, Warga Dairi Bersama Kelompok Masyarakat Kecam Berlanjutnya Aktivitas PT DPM

Tajuk Populer