Buruh Indonesia Berduka, May Day “Berdarah” Tahun 2026, Kecelakaan Di Stasiun Bekasi Timur, AMPIBI Sebut Kelalaian PT KAI

- Jurnalis

Selasa, 28 April 2026 - 23:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aktifis Buruh Sumatera Utara yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Buruh Indonesia (Dok- Foto)

Aktifis Buruh Sumatera Utara yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Buruh Indonesia (Dok- Foto)

Majalahceo.id l Medan – Kecelakaan tragis di Stasiun Bekasi Timur melibatkan kereta api Argo Bromo Anggrek dan KRL pada akhir April 2026, menyebabkan setidaknya 7 orang meninggal dunia dan 81 orang luka-luka. Insiden ini memicu keprihatinan serius terkait dugaan kelalaian operasional, teknis, atau sistem persinyalan oleh PT KAI, yang memicu tuntutan investigasi menyeluruh dan evaluasi keselamatan menyeluruh.

Awaluddin Pane Aktifis Buruh yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Buruh Indonesia (AMPIBI) mengatakan bahwa tabrakan antara KA Jarak Jauh (Argo Bromo Anggrek) dan KRL Bekasi-Jakarta di area Stasiun Bekasi Timur berdampak 7 Penumpang meninggal dunia dan 81 orang mengalami luka-luka dan AMPIBI Turut berduka atas kejadian insiden tersebut.

“Kemungkinan besar menyoroti kegagalan sistem persinyalan, miskomunikasi antara pusat kendali dan masinis, atau pelanggaran prosedur operasional standar (SOP),” ungkapnya, Selasa (28/4/2026)

Lanjut Awaluddin Pane mengatakan bahwa situasi ini menimbulkan duka mendalam dan menuntut transparansi dari pihak terkait.

“Saya yakin korban adalah pekerja, kami sebut ini Peristiwa May Berdarah, Di duga peristiwa ini adalah kelalaian PT KAI,” katanya.

Awaluddin Pane dalam keterangan Persnya mengatakan bahwa AMPIBI meminta Menteri dan Pimpinan PT KAI harus bertanggung jawab atas insiden ini.

“Pecat Menteri dan pimpinan PT KAI, karena posisi penumpang padat namun tetap di paksakan,” pungkasnya.

BACA SELENGKAPNYA:  DLH Medan Jangan Omon Omon, Aktifis Lingkungan Minta Pembuktian Ribuan Pengganti Pohon Yang Di Tebang Akibat Proyek BRT

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel majalahceo.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Juga

Ambisi Proyek BRT, Korbankan 2700 Pohon Di Kota Medan, Hilangkan Fungsi Ekologis, Di Duga Pidana Lingkungan Langgar UU RTH
Pabrik Vape Narkoba Dikendalikan Oleh WNA, Di Duga Lemahnya Pengawasan Imigrasi Sumut Dan Jaringan Laba Laba Korupsi Di Imipas?
Di Duga BBM Di Timbun, Antrian di SPBU Makin Parah, Pertalite Kosong, AMPIBI akan Gelar Aksi Demo
AMPIBI Akan Gelar Aksi Demo Mempertanyakan: Ada Apa Rico Waas Akan Mengubah P3K Menjadi Outsourcing
Pemkab Tapanuli Tengah Raih Peringkat 1 Capaian Realisasi Investasi Sebesar Rp. 289.899.990.000 Tahun 2025
Wakili Bupati, Sekdakab Tapteng Lantik Bernardo Sondang Lumban Gaol sebagai Direktur Perumda Air Minum Mual Nauli
Aniaya Warga, Aliansi Masyarakat Tolak Pejabat Bermental Preman Dukung BK DPRD Medan Periksa AT Dan Minta Nasdem PAW
Klarifikasi Dan Hak Jawab Atas Impormasi Tidak Benar Di Media Sosial 

Baca Juga

Sabtu, 13 Juni 2026 - 22:18 WIB

Ambisi Proyek BRT, Korbankan 2700 Pohon Di Kota Medan, Hilangkan Fungsi Ekologis, Di Duga Pidana Lingkungan Langgar UU RTH

Sabtu, 13 Juni 2026 - 20:50 WIB

Pabrik Vape Narkoba Dikendalikan Oleh WNA, Di Duga Lemahnya Pengawasan Imigrasi Sumut Dan Jaringan Laba Laba Korupsi Di Imipas?

Sabtu, 13 Juni 2026 - 12:48 WIB

Di Duga BBM Di Timbun, Antrian di SPBU Makin Parah, Pertalite Kosong, AMPIBI akan Gelar Aksi Demo

Jumat, 12 Juni 2026 - 17:59 WIB

AMPIBI Akan Gelar Aksi Demo Mempertanyakan: Ada Apa Rico Waas Akan Mengubah P3K Menjadi Outsourcing

Jumat, 12 Juni 2026 - 12:54 WIB

Pemkab Tapanuli Tengah Raih Peringkat 1 Capaian Realisasi Investasi Sebesar Rp. 289.899.990.000 Tahun 2025

Tajuk Populer