MajalahCeo.id | Medan – Sedimentasi parah (kedalaman sungai berkurang drastis) mengakibatkan risiko banjir di area strategis kota Medan
Sedimentasi parah yang mengakibatkan pendangkalan sungai (seperti Sungai Deli, Sungai Babura, dll.) merupakan salah satu penyebab utama peningkatan risiko banjir di area strategis Kota Medan pada tahun 2025-2026.
Berdasarkan informasi terkini, hal ini terjadi karena alih fungsi lahan di hulu, pembuangan sampah ke sungai, dan penyempitan badan sungai akibat bangunan liar.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
1. Kondisi Terkini (2025-2026):
Kedalaman Sungai Berkurang Drastis: Normalisasi sungai mendesak dilakukan karena sedimentasi membuat kapasitas tampung air menurun drastis.
Area Strategis Terdampak: Banjir kerap melanda area strategis, termasuk pusat bisnis, pemukiman di bantaran sungai, dan seperti Bangunan Tembok City diatas sempadan sungai panjangnya ribuan meter tanpa izin namun di biarkan hingga mengakibatkan sungai semakin sempit dan dangkal.
Selain sedimentasi alami, perilaku membuang sampah sembarangan dan adanya bangunan di badan sungai memperparah pendangkalan.
Musim Hujan Ekstrem: Akhir tahun 2025 hingga awal 2026, curah hujan tinggi memicu luapan sungai.
Rahmadsyah aktifis yang tergabung dalam Lembaga Konservasii Lingkungan Hidup mempertanyakan sikap diam pemko Medan dan BWSS II terhadap bangunan tembok City View tanpa izin.
“Ada Apa?? Pemko Medan dan BWSS II Lakukan Pembiaran Terhadap Bangunan Tembok City View Tanpa Izin, Akibatnya Tejadi Penyempitan Aliran Sungai Dan Sedimentasi Parah,” ungkapnya, Sabtu (14/2/20226).














