Majalahceo.id l Medan – Paska Di Demo Dewan Peduli Negeri (DPN) Wali Kota Medan Rico Waas melantik Ahmad Barli Mulia Nasution sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan adalah Ahmad Barli Mulia Nasution menggantikan Laksmana Putra Siregar.
Pelantikan ini dilaksanakan pada Kamis, 18 Juni 2026, bersamaan dengan 69 pejabat manajerial lainnya di lingkungan Pemerintah Kota Medan di Balai Kota Jalan Kapten Maulana Lubis.
Sebelumnya, Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas melantik 69 pejabat manajerial dan menegaskan bahwa masyarakat adalah pihak tertinggi yang harus dilayani dengan sepenuh hati.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Rico mengingatkan para pejabat agar setiap langkah promosi dan mutasi berlandaskan niat tulus untuk kepentingan rakyat, menjaga keteguhan hati, serta fokus pada pelayanan publik.
Dari total pejabat yang dilantik, tiga di antaranya menempati posisi strategis di bidang pendidikan, ketertiban umum, dan sarana prasarana wilayah Kota Medan.
Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas melantik 69 Pejabat Manajerial Pemko Medan, pada Kamis (18/6/2026) di kantor Wali Kota Medan. Di hadapan pejabat baru, Rico menyelipkan pesan tegas yakni, yang wajib dilayani setinggi-tingginya adalah masyarakat, bukan atasan.
“Yang perlu dilayani setinggi-tingginya adalah masyarakat. Kepatuhan ke atasan itu fungsi hierarki agar organisasi jalan dari atas sampai bawah. Tapi sekali lagi saya ingatkan, masyarakat adalah jabatan tertinggi yang harus kita beri pelayanan terbaik,” tegas Rico Waas.
1. Promosi jalan baru, kunci ada di niat untuk rakyat
Rico mengingatkan setiap mutasi dan promosi adalah langkah menuju kehidupan baru. Dia meminta pejabat merenung ke mana arah langkah mereka, apakah di jalan baik atau di jalan yang salah.
Menurutnya, pikiran pejabat sering kabur ketika kehilangan keteguhan hati dan tujuan.
“Pikiran terasa kabur karena kita tidak punya kepastian di dalam diri, tidak punya keteguhan hati. Kita lupa setiap langkah ini untuk bangsa, negara, dan masyarakat,” kata Rico.
Dia menambahkan, semua akan terang jika niat dikunci untuk satu tujuan: kepentingan masyarakat.
“Bila pikiran hanya tertuju ke masyarakat, mudah-mudahan tidak kabur. Semua terang benderang, jelas apa yang mau dilakukan kalau kita pegang teguh bahwa kerja kita ini untuk masyarakat,” ujarnya.
2. Rico sebut kunci atasi kompleksitas adalah adaptasi dan patuh aturan
Menghadapi kompleksitas penataan kota, Rico mengajak jajarannya menyederhanakan cara berpikir agar tidak terbebani.
“Kuncinya adaptasi dan kepatuhan pada aturan. Jika itu diikuti, semuanya terasa lebih ringan dan jelas,” pungkasnya.
3. Ada tiga pejabat isi posisi strategis pelayanan dasar
Dari 69 pejabat yang dilantik, beberapa duduki posisi vital pelayanan publik. Ahmad Barli Mulia Nasution dilantik jadi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan.
Kemudian, Hendro Saut Manuntun Mulianto Tampubolon jadi Kabid Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat Satpol PP Medan. Lisdiu Sinaga jadi Kasi Sarana dan Prasarana Wilayah Kecamatan Medan Kota.
















