Majalahceo.id l Medan – Rahmadsyah Ketua Aliansi Wartawan Sumatera Utara (AWAS) meminta Kapolsek Medan Kota bila tak mampu memberikan rasa aman dan nyaman,
Rahmadsyah mengatakan Copot Kapolsek Medan Kota adalah bentuk tuntutan keras atau konsekuensi ketegasan terhadap kegagalan seorang pimpinan kepolisian di tingkat kecamatan dalam menjalankan tugas pokoknya.
Dalam struktur Polri, memberikan rasa aman dan nyaman merupakan kewajiban mutlak.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Tindakan pencopotan ini adalah bentuk sanksi struktural atau mutasi demosi.
Kapolri maupun Kapolda memiliki kewenangan penuh untuk mencopot Kapolsek yang dinilai lalai, abai, atau gagal menjaga kondusivitas keamanan di wilayah hukumnya.
Prinsip “Potong Kepala”: Istilah ini sejalan dengan komitmen pimpinan tinggi Polri yang menyatakan bahwa jika pimpinan suatu wilayah tidak mampu membersihkan “ekor” (masalah/bawahannya) atau gagal melindungi warga, maka “kepalanya” (pimpinannya) yang akan dicopot.
“Medan sudah kayak Gotham City, pembiaran kasus kriminalitas, maraknya aksi premanisme, tawuran, atau konflik sosial yang tidak ditangani dengan baik oleh Polsek setempat, apalagi kereta kawan kami di gasak Maling yang lokasinya tak jauh dari Polsek Medan Kota di kantor SPSI AGN Sumut,” ungkapnya, Jum’at (4/9/2026).
TUNTUTAN AKSI DEWAN PEDULI NEGERI (DPN)
Mendesak Evaluasi Total Kinerja Polsek Medan Kota
Dewan Peduli Negeri (DPN) menyampaikan sejumlah tuntutan kepada Polrestabes Medan dan Polsek Medan Kota terkait dugaan lemahnya keamanan wilayah serta pelayanan kepada masyarakat.
TUNTUTAN DPN:
1. Mendesak Kapolrestabes Medan mengevaluasi dan mencopot Kapolsek Medan Kota apabila terbukti tidak mampu menjalankan fungsi pengawasan dan menjaga keamanan di wilayah hukumnya.
2. Mendesak evaluasi terhadap Kanit Reskrim Polsek Medan Kota terkait dugaan tidak optimalnya penanganan keamanan dan tindak kriminal di wilayah hukum Polsek Medan Kota.
3. Meminta pemeriksaan terhadap pelayanan SPKT Polsek Medan Kota, menyusul adanya dugaan petugas tidak berada di tempat ketika masyarakat hendak membuat laporan/BAP sehingga masyarakat harus menunggu lama.
4. Meminta Kapolrestabes Medan memberikan penjelasan secara terbuka mengenai standar pelayanan SPKT dan mekanisme penerimaan laporan masyarakat di Polsek Medan Kota.
5. Meminta kasus kehilangan yang terjadi di wilayah hukum Polsek Medan Kota diusut secara profesional dan transparan serta memastikan korban memperoleh kepastian hukum.
6. Mendesak peningkatan patroli dan pengamanan di wilayah hukum Polsek Medan Kota, terutama pada lokasi yang rawan tindak kriminal.
7. Jangan persulit masyarakat membuat laporan. Pelayanan kepolisian harus cepat, ramah, profesional, transparan dan sesuai SOP.
8. Tindak tegas setiap oknum yang terbukti melakukan pelanggaran disiplin atau tidak memberikan pelayanan sebagaimana mestinya.
9. Meminta pengawasan langsung dari Polrestabes Medan terhadap kinerja Polsek Medan Kota agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
10. DPN meminta komitmen tertulis Polrestabes Medan untuk memperbaiki pelayanan kepolisian dan meningkatkan keamanan masyarakat di wilayah hukum Polsek Medan Kota.
DPN TEGAS MENYATAKAN:
> “KAMI TIDAK ANTI POLISI. KAMI MENDUKUNG POLISI YANG PROFESIONAL. TETAPI JIKA ADA PELAYANAN YANG BURUK DAN APARAT YANG TIDAK MAMPU MENJALANKAN TUGAS, MAKA WAJIB DIEVALUASI!”
POLISI HARUS HADIR UNTUK MASYARAKAT!
JANGAN PERSULIT MASYARAKAT MENCARI KEADILAN!
EVALUASI, PERBAIKI, DAN TINDAK TEGAS JIKA TERBUKTI!
DEWAN PEDULI NEGERI (DPN)
Sebelumnya di beritakan, Yani Waruwu (50) Jalan Pendidikan Gang Gesba Marendal Kehilangan Kereta Milik Adek Honda Beat Warna Merah yang terparkir Jalan Stadion Kecamatan Medan Kota, Kota Medan, tepatnya di depan Kantor SPSI AGN Sumut, Stadion Cafe Teladan
‘Ya bang, saya tadi lihat CCTV, kereta yang saya gunakan tadi di curi,” ungkapnya, Rabu (2/9/2026).
Yani Waruwu mengatakan beliau meninggalkan kereta sebentar karena haus mau minum di dalam Kanit SPSI AGN Sumut, namun setelah selesai minum dirinya melihat kereta sudah tidak ada lagi
Yani Waruwu juga mengatakan bahwa seorang janda yang sehari bekerja sebagai buruh rumah tangga sangat sedih karena kehilangan kereta milik adiknya yang di pinjam untuk melaksanakan demo menuntut harga ayam meroket di Kota Medan.
Rahmadsyah Ketua Aliansi Wartawan Sumatera Utara (AWAS) meminta atensi dari Kapolsek Medan Kota agar menangkap pelaku pencurian sepada motor (ramnor ) yang terekam CCTV.
“Kita Minta Bapak Kapolsek Medan Kota menangkap pelaku ranmor tersebut,’ katanya.
Medan Gotham City” adalah julukan satir yang diberikan oleh warganet kepada Kota Medan karena tingginya angka kriminalitas di wilayah tersebut.
Sementara itu, dalam bahasa gaul atau dialek lokal Medan, kata “kereta” berarti sepeda motor (bukan kereta api).Jadi, frasa “kereta digasak maling” dalam konteks ini berarti sepeda motor dicuri oleh pencuri.
Secara keseluruhan, kalimat tersebut menggambarkan situasi rawan pencurian kendaraan bermotor di kota yang sering dijuluki warganet bak “Gotham City” (kota fiksi tempat Batman berada yang penuh kejahatan).

















Komentar
Silakan login untuk berkomentar.