Ambisi Proyek Pembangunan BRT Di Kota Medan, Ribuan Pohon Di Tebangi Hingga Pekerjanya Mogok Kerja

- Jurnalis

Selasa, 15 September 2026 - 08:51 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🤝 Ayo Dukung Jurnalis Kritis dan Obyektif
+ Dukung

Mogok Kerja Pembangun BRT di Kota Medan (Dok-Foto)

Mogok Kerja Pembangun BRT di Kota Medan (Dok-Foto)

Majalahceo.id l Medan – Pembangunan Proyek BRT mengorbankan 2700 Pohon bahkan mengorbankan pekerjanya sendiri sehingga pekerja melakukan aksi mogok kerja.

Nasib pekerja Proyek Pembangunan BRT Medan kembali menjadi sorotan. Diduga akibat gaji yang belum dibayarkan selama tiga bulan, sejumlah pekerja di proyek PT Wika Gedung memilih menghentikan aktivitas kerja dan melakukan aksi mogok kerja , Senin (14/9/2026).

Dalam amatan wartawan Suara Pekerja di lokasi, para pekerja tampak hanya duduk dan diam sambil menantikan kepastian pembayaran hak mereka. Aktivitas yang biasanya berjalan di lokasi proyek terlihat terganggu, sementara para pekerja mengaku sudah terlalu lama menunggu gaji yang menjadi sumber penghidupan mereka dan keluarga.

Bagi pekerja, persoalannya bukan sekadar soal administrasi. Tiga bulan tanpa gaji berarti tiga bulan dapur keluarga terancam tidak mengepul.

Saat dikonfirmasi wartawan bersama pihak KSPSI AGN SUMUT terkait persoalan tersebut, pihak perwakilan PT Wika Gedung, Doni dan Mora, menyampaikan bahwa pembayaran gaji direncanakan baru dapat dilakukan minggu depan, dengan alasan proses administrasi yang belum selesai.

” Kita sudah Laporkan ke kantor bang, tapi karna ada pergantian pejabat makanya proses sedikit tertunda, ” ucap Doni.

Namun, alasan tersebut justru memunculkan keresahan di kalangan pekerja. Mereka mempertanyakan bagaimana nasib keluarga mereka apabila pembayaran kembali harus menunggu hingga pekan depan.

Di tempat yang sama salah seorang pekerja yang meminta agar keluhannya disampaikan kepada publik mengungkapkan kondisi yang mereka hadapi.

“Kalau sampai harus menunggu Selasa depan baru dibayar, kami mau makan apa? Bagaimana nasib keluarga kami? Banyak kawan-kawan yang keluarganya berada di luar kota dan di Berandan. Kami sudah tiga bulan menunggu,” ujarnya kepada awak media.

Keluhan tersebut menggambarkan tekanan berat yang kini dihadapi para pekerja. Di tengah kebutuhan hidup yang terus berjalan, mulai dari biaya makan, kontrakan, transportasi hingga kebutuhan anak dan keluarga, pekerja mengaku tidak bisa terus-menerus bertahan hanya dengan janji pembayaran.

Pihak perusahaan diharapkan segera memberikan kepastian dan merealisasikan pembayaran gaji yang tertunggak, bukan hanya menyampaikan janji. Sebab, keterlambatan pembayaran hak pekerja berbulan-bulan berpotensi semakin memperburuk kondisi ekonomi para pekerja dan keluarganya.

Hingga berita ini diturunkan, para pekerja masih menantikan realisasi janji pembayaran gaji yang disampaikan akan dilakukan minggu depan. Para pekerja berharap persoalan ini segera diselesaikan sehingga mereka dapat kembali bekerja dengan tenang dan memperoleh hak atas pekerjaan yang telah mereka lakukan.

Follow WhatsApp Channel majalahceo.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

LINI MASA

Wakil Bupati Tapanuli Tengah Berkantor di Kecamatan Badiri untuk Percepat Penanganan Banjir dan Serap Aspirasi Masyarakat
Bantuan Beras Bulog Diberikan kepada 379 Penerima Manfaat di Desa Buayan, Kades Soroti Ketepatan Data
Dalam Sebulan, Sudah Ada 23 Ribu Pelajar Dapat Pelatihan AI dari Polda Jabar
Buka Profiling ASN, Bupati Tapanuli Tengah Wujudkan Manajemen Talenta Berbasis Kompetensi dan Integritas
Pemkab Tapteng Gerak Cepat, Pastikan Evakuasi dan Penanganan Berjalan Lancar
Satu Tahun Di Robohkannya Masjid AL Iqra’ Eks ITM Jalan Gedung Arca Kota Medan, Polisi Di Minta Tangkap Dan Penjarakan Pelaku
Masih Diperjuangkan, Pencarian Delapan Orang Termasuk Lima Jurnalis Meluas ke Ribuan Mil Laut di Selat Sunda
DPD Pemuda Demokrasi Indonesia Sumut Kecam Tindakan Kekerasan Terhadal Massa Aksi GM-FKPPI Di Capital Building Medan

Komentar

LINI MASA

Selasa, 15 September 2026 - 21:25 WIB

Wakil Bupati Tapanuli Tengah Berkantor di Kecamatan Badiri untuk Percepat Penanganan Banjir dan Serap Aspirasi Masyarakat

Selasa, 15 September 2026 - 14:05 WIB

Bantuan Beras Bulog Diberikan kepada 379 Penerima Manfaat di Desa Buayan, Kades Soroti Ketepatan Data

Selasa, 15 September 2026 - 11:55 WIB

Dalam Sebulan, Sudah Ada 23 Ribu Pelajar Dapat Pelatihan AI dari Polda Jabar

Selasa, 15 September 2026 - 08:51 WIB

Ambisi Proyek Pembangunan BRT Di Kota Medan, Ribuan Pohon Di Tebangi Hingga Pekerjanya Mogok Kerja

Selasa, 15 September 2026 - 07:01 WIB

Buka Profiling ASN, Bupati Tapanuli Tengah Wujudkan Manajemen Talenta Berbasis Kompetensi dan Integritas

TAJUK HARI INI